Distribusi LPG Tabung 3 Kg dari Banyuwangi ke Situbondo Terhambat, Bupati Mas Rio Langsung Datangkan Pasokan dari Gresik

31 - Aug - 2026, 11:28

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau akrab disapa Mas Rio saat dikonfirmasi terkait persoalan distribusi LPG Tabung 3 Kg di Situbondo, Senin (31/8/2026). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)


JATIMTIMES - Warga Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mulai dibuat khawatir lantaran LPG 3 kilogram (kg) sulit didapat di sejumlah titik. Kondisi tersebut terjadi akibat terganggunya distribusi LPG dari wilayah Banyuwangi ke Situbondo.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau akrab disapa Mas Rio langsung mengambil langkah cepat untuk memastikan kebutuhan LPG masyarakat tetap terpenuhi.

Baca Juga : Peringati HUT ke-81 RI, Warga Kaliombo Gelar Kaliombo Guyub Fest

Mas Rio mengaku telah melakukan koordinasi dengan Pertamina Branch Manager Area Situbondo, Salman, untuk mengetahui kondisi pasokan LPG secara langsung. Koordinasi dilakukan guna memastikan persoalan yang terjadi di lapangan dan langkah yang harus segera dilakukan.

"Tadi saya koordinasi sama Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Wilayah Banyuwangi-Situbondo, Muhammad Salman Alfarisi. Saya sudah telepon langsung dan menanyakan kondisi objektifnya gimana," ujar Mas Rio saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026).

Dari hasil koordinasi tersebut, diketahui bahwa distribusi LPG ke Situbondo mengalami hambatan karena masih terjadi penutupan depo LPG di Banyuwangi akibat adanya persoalan dengan masyarakat.

"Memang masih terjadi penutupan depo LPG di Banyuwangi karena ada persoalan dengan masyarakat. Oleh karena itu kan tidak bisa dibiarkan," jelasnya.

Diketahui, pasokan LPG untuk Situbondo selama ini dikirim melalui jalur distribusi dari Banyuwangi. Akibat adanya persoalan yang menyebabkan depo LPG di wilayah tersebut belum beroperasi normal, suplai menuju Situbondo ikut terdampak.

Untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan LPG di tengah masyarakat, Mas Rio meminta Pertamina menyiapkan jalur distribusi alternatif dengan mendatangkan pasokan dari Gresik.

"Saya minta untuk dikirimi dari Gresik. Rupanya memang dari kemarin sudah dicari alternatif kirim dari Gresik," ungkapnya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari mitigasi pemerintah daerah agar gangguan distribusi tidak berkembang menjadi kelangkaan LPG di masyarakat. Ia pun meminta warga Situbondo tidak perlu panik dan melakukan pembelian secara berlebihan.

Mas Rio juga memastikan persoalan tersebut telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Kapolresta Banyuwangi, serta pihak-pihak terkait lainnya. Koordinasi dilakukan agar persoalan yang terjadi dapat segera diselesaikan sehingga depo LPG di Banyuwangi kembali beroperasi.

"Saya minta masyarakat tidak perlu panik, karena ini sudah dikoordinasikan dengan Bupati Banyuwangi, Kapolresta Banyuwangi, dan pihak-pihak terkait agar ada kesepakatan di situ supaya depo bisa terus beroperasi," katanya.

Saat ditanya mengenai persoalan yang menyebabkan depo LPG di Banyuwangi ditutup, Mas Rio menyebut informasi yang diterimanya berkaitan dengan persoalan tanah. Namun, ia tidak ingin masuk terlalu jauh ke dalam persoalan tersebut karena berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Baca Juga : Akses Jalan di Karangrejo Malang Rawan Longsor, Dipicu Penebangan Tanaman Penahan Tebing

"Salah tanah kalau tidak salah. Masalah tanah gitu, ya. Ya, kita tidak masuk ke wilayah itulah," ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa yang menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Situbondo saat ini adalah memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan LPG akibat terganggunya jalur distribusi.

"Yang jelas sekarang ini harus dimitigasi oleh kita gitu lho, supaya masyarakat tidak teriak kekurangan LPG," tegasnya.

Mas Rio berharap persoalan yang terjadi di Banyuwangi dapat segera diselesaikan. Ia bahkan memperkirakan kondisi tersebut bisa kembali normal dalam waktu dekat.

"Mudah-mudahan besok sudah clear, ya. Hari ini pun sudah ada kiriman dari Gresik," ungkapnya.

Ia berharap, dengan adanya pasokan alternatif dari Gresik, kebutuhan LPG masyarakat Situbondo tetap dapat terpenuhi sembari menunggu depo LPG di Banyuwangi kembali beroperasi seperti biasa.

Mas Rio juga menegaskan bahwa persoalan yang terjadi saat ini bukan karena ketersediaan tabung LPG yang berkurang. Menurutnya, kendala utamanya berada pada distribusi atau suplai dari wilayah Banyuwangi.

"Jadi bukan kekurangan tabung LPG-nya, bukan ya, tapi suplainya terhambat karena ada masalah di situ," pungkasnya.

Dengan langkah cepat mendatangkan pasokan dari Gresik dan koordinasi lintas daerah, Pemerintah Kabupaten Situbondo berharap gangguan distribusi LPG 3 kg tidak berlangsung lama dan masyarakat dapat kembali memperoleh LPG dengan mudah seperti biasanya.


Topik

Peristiwa, Distribusi LPG 3 Kg, LPG, Distribusi LPG, Banyuwangi, Situbondo, Bupati Situbondo, Rio, Pasokan LPG, Gresik,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette