Mulai September 2026, Aturan Bagasi Garuda Indonesia Berubah: Ini Cara Menghitungnya
Reporter
Mutmainah J
Editor
A Yahya
28 - Aug - 2026, 11:32
JATIMTIMES - Penumpang perlu kembali memperhatikan ketentuan bagasi sebelum melakukan perjalanan mulai September 2026. Pasalnya, Garuda Indonesia akan mengubah sistem perhitungan bagasi tercatat untuk tiket yang dibeli atau diterbitkan mulai 1 September 2026.
Jika sebelumnya penumpang lebih familiar dengan sistem berdasarkan total berat atau Weight Concept, nantinya Garuda Indonesia akan menggunakan sistem berdasarkan jumlah koper atau koli yang disebut Piece Concept.
Baca Juga : Daftar 11 Bank yang Tutup hingga Agustus 2026, Terbaru BPR di Bekasi
Perubahan ini membuat penumpang tidak cukup hanya menghitung total berat barang. Jumlah koper yang dibawa dan berat maksimal setiap koper juga harus diperhatikan.
Apa Itu Piece Concept pada Bagasi Garuda Indonesia?
Secara sederhana, Piece Concept berarti jatah bagasi ditentukan berdasarkan jumlah piece atau koli sekaligus batas berat maksimal setiap koli.
Sebagai contoh, apabila pada tiket tertulis 1 piece dengan batas maksimal 23 kg, berarti penumpang hanya memperoleh satu koper dengan berat maksimal 23 kg.
Jika penumpang membawa dua koper, misalnya koper pertama 10 kg dan koper kedua 13 kg, total beratnya memang hanya 23 kg. Namun, kedua koper tersebut tetap dihitung sebagai dua piece.
Artinya, jumlah koper tetap menjadi faktor penting meskipun total berat seluruh barang tidak melebihi kuota.
Dua Koper Tidak Bisa Digabung Menjadi Satu
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah batas berat berlaku untuk masing-masing koper.
Misalnya, tiket memberikan jatah 2 pieces x 23 kg. Artinya penumpang dapat membawa dua koper dengan berat maksimal 23 kg per koper.
Jatah tersebut bukan berarti penumpang boleh membawa satu koper dengan berat hingga 46 kg.
Contoh lainnya, koper pertama memiliki berat 30 kg, sedangkan koper kedua 13 kg. Walaupun totalnya 43 kg dan masih berada di bawah total kuota 46 kg, koper pertama tetap dianggap melebihi batas karena bobotnya melampaui 23 kg.
Karena itu, penumpang sebaiknya menimbang setiap koper secara terpisah, bukan hanya menjumlahkan seluruh berat barang.
Jatah Bagasi Garuda Indonesia
Besaran bagasi gratis dapat berbeda-beda, tergantung pada rute, kelas penerbangan, dan jenis tiket.
Untuk penerbangan domestik kelas ekonomi, alokasi bagasi dapat mencapai 1 koli dengan berat maksimal 23 kg.
Sementara untuk penerbangan internasional kelas ekonomi, alokasinya dapat mencapai 2 koli dengan berat masing-masing maksimal 23 kg.
Adapun penumpang kelas Business dan First dapat memperoleh hingga 2 koli dengan batas maksimal masing-masing 32 kg, sesuai rute dan ketentuan tiket.
Karena itu, informasi yang tercantum pada e-ticket atau tiket elektronik tetap menjadi acuan utama untuk mengetahui jatah bagasi masing-masing penumpang.
Perubahan sistem bagasi ini bukan sesuatu yang asing dalam dunia penerbangan. Sistem berdasarkan jumlah koli sudah banyak digunakan pada penerbangan internasional.
Pengamat aviasi sekaligus traveler influencer Ikhwan Hidayat turut menjelaskan perubahan tersebut melalui akun Instagram pribadinya, @ihikhi.
Menurut Ikhwan, sistem Piece Concept dirancang untuk membantu membuat proses penanganan bagasi menjadi lebih efisien.
Ia juga menyoroti sisi positif dari perubahan tersebut karena penumpang bisa memperoleh jatah hingga 23 kg untuk satu koper, dibandingkan standar 20 kg yang masih umum ditemui pada sejumlah penerbangan domestik.
Perubahan sistem ini akan terasa terutama bagi penumpang yang membawa beberapa koper.
Misalnya, seseorang mendapat jatah dua koper dengan batas maksimal 23 kg per koper. Jika satu koper memiliki berat 30 kg dan koper lainnya 13 kg, total berat memang masih 43 kg.
Namun, koper yang berbobot 30 kg tetap bermasalah karena melewati batas 23 kg untuk satu piece.
Jika masih memiliki jatah piece lainnya, sebagian barang bisa dipindahkan ke koper kedua. Dengan catatan, berat masing-masing koper setelah dipindahkan tetap berada dalam batas yang diperbolehkan.
Sebaliknya, jika tiket hanya memberikan jatah satu piece tetapi penumpang membawa dua koper, memindahkan barang dari satu koper ke koper lainnya tidak akan mengubah jumlah koli.
Dalam kondisi seperti itu, penumpang perlu mengecek kemungkinan menggunakan layanan excess baggage sesuai rute dan ketentuan penerbangan.
Penumpang yang berencana berbelanja selama perjalanan juga sebaiknya tidak memenuhi seluruh kapasitas bagasi sejak keberangkatan.
Menyisakan ruang dan berat dapat menjadi pilihan agar lebih leluasa membawa barang saat perjalanan pulang.
Tas lipat bisa disiapkan sebagai cadangan. Namun, perlu diingat bahwa apabila tas tersebut digunakan sebagai bagasi tercatat, tas tambahan tetap dapat dihitung sebagai satu piece.
Jika kelebihan bagasi baru diketahui ketika berada di bandara, penumpang perlu memastikan terlebih dahulu penyebabnya. Kelebihan bisa terjadi karena berat koper melebihi batas, jumlah koper terlalu banyak, atau keduanya.
Barang yang tidak bisa masuk ke bagasi tercatat tidak otomatis dapat dipindahkan semuanya ke kabin.
Garuda Indonesia juga memiliki ketentuan mengenai ukuran dan berat bagasi kabin.
Penumpang dapat membawa satu tas atau koper ke dalam kabin dengan ukuran maksimal:
• Panjang: 56 cm
• Lebar: 36 cm
• Tebal: 23 cm
• Total dimensi maksimal: 115 cm
• Berat maksimal: 7 kg
Selain satu bagasi kabin, penumpang juga diperbolehkan membawa satu barang tambahan tanpa biaya yang dapat ditempatkan di bawah kursi.
Barang tambahan tersebut harus tetap berada dalam pengawasan penumpang.
Baca Juga : 10 Negara dengan Karhutla Terparah di Dunia 2026, Indonesia Masuk Urutan Berapa?
Contohnya antara lain tas laptop atau tas tangan, jaket tebal maupun selimut, payung atau tongkat bantu jalan, kamera saku atau teropong, serta bahan bacaan dalam jumlah yang wajar.
Ketentuan tertentu juga berlaku untuk perlengkapan bayi dan kebutuhan medis, seperti baby stroller berukuran kabin, baby basket, approved car seat atau CARES, serta perlengkapan medis tertentu.
Barang Khusus Punya Aturan Berbeda
Penumpang juga perlu berhati-hati ketika membawa barang yang memiliki ketentuan khusus.
Power bank dan baterai lithium, misalnya, mempunyai aturan keselamatan tersendiri selama penerbangan. Hal serupa berlaku pada smart luggage yang menggunakan baterai.
Sementara itu, barang seperti stroller, golf bag, alat musik, sepeda, papan selancar, dan berbagai perlengkapan olahraga lainnya dapat memiliki ketentuan khusus terkait ukuran, berat, jumlah koli, maupun cara penanganannya.
Sebelum berangkat, penumpang sebaiknya mengecek aturan barang khusus tersebut untuk memastikan apakah barang masih masuk dalam jatah bagasi gratis, membutuhkan penanganan tertentu, atau dikenakan biaya tambahan.
Dokumen perjalanan, uang, obat pribadi, perangkat elektronik, serta barang berharga juga sebaiknya dibawa di kabin sesuai ketentuan yang berlaku.
Tiket Lama Belum Tentu Mengikuti Sistem Baru
Perlu digarisbawahi, perubahan ke sistem Piece Concept tidak otomatis berlaku untuk semua tiket pada 1 September 2026.
Tiket Garuda Indonesia yang dibeli atau diterbitkan sebelum 1 September 2026 masih mengikuti ketentuan bagasi berdasarkan total berat atau Weight Concept.
Ketentuan tersebut juga berlaku untuk tarif excess baggage sesuai aturan yang terkait dengan tanggal pembelian atau penerbitan tiket.
Sementara itu, tiket yang dibeli atau diterbitkan mulai 1 September 2026 dan seterusnya akan mengikuti sistem Piece Concept.
Penumpang yang tiketnya pernah mengalami perubahan atau diterbitkan ulang juga disarankan mengecek kembali bagian baggage allowance pada e-ticket.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah perjalanan yang menggunakan lebih dari satu maskapai.
Pada penerbangan codeshare, interline, maupun penerbangan lanjutan yang melibatkan operator berbeda, ketentuan bagasi bisa saja tidak sama.
Karena itu, jangan hanya mengandalkan informasi umum mengenai jatah bagasi Garuda Indonesia. Periksa kembali ketentuan yang tercantum pada tiket untuk seluruh perjalanan.
Cara Mudah Menghitung Bagasi Garuda Indonesia Mulai September
Agar tidak mengalami masalah ketika check-in, penumpang bisa menggunakan langkah sederhana berikut:
• Buka e-ticket dan cari informasi baggage allowance.
• Periksa jumlah piece yang diberikan.
• Cek batas berat maksimal setiap piece.
• Timbang setiap koper secara terpisah.
• Pastikan jumlah koper tidak melebihi jatah.
• Jika membawa barang khusus, cek aturan tambahannya.
• Untuk penerbangan dengan maskapai lain, periksa kembali ketentuan bagasi masing-masing operator.
Dengan diberlakukannya Piece Concept, penumpang Garuda Indonesia mulai September 2026 harus lebih teliti saat menyiapkan barang. Bukan hanya total kilogram yang perlu diperhatikan, tetapi juga berapa banyak koper yang dibawa dan berapa berat masing-masing koper.
Cara paling aman adalah selalu menjadikan informasi baggage allowance pada e-ticket sebagai patokan sebelum berangkat.
