Penjualan Kendaraan Listrik Terus Meningkat, Jawa Timur Jadi Pasar Utama

Editor

A Yahya

27 - Aug - 2026, 04:05

Ilustrasi Kendaraan Listrik di GIIAS Surabaya 2026


JATIMTIMES - Kementrian Perindustrian (Kemenperin) menyebut penjualan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia terus mengalami peningkatan. Hingga 2026, pangsa pasar gabungan mobil hybrid dan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) telah mencapai 27,3 persen dari total pasar otomotif nasional dan naik dari 18,6 persen pada tahun sebelumnya. 

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza saat membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 di Grand City Convex, Surabaya. 

Faisol mengatakan, sepanjang Januari-Juli 2026, penjualan mobil hybrid mencapai 50.000 unit atau tumbuh 43,6 persen. Sementara penjualan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) mencapai 83.000 unit atau melonjak 88,6 persen. 

"Gabungan pangsa pasar Hybrid dan BEV kini telah menyentuh 27,3 persen dari total pasar, naik dari 18,6 persen tahun lalu," kata Faisol di Surabaya. 

Menurut Faisol, pertumbuhan kendaraan ramah lingkungan tersebut turut didukung keberlanjutan program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Hingga saat ini, program tersebut telah diikuti 18 perusahaan dengan komitmen investasi Rp30,67 triliun dan realisasi Rp5,73 triliun. 

Program LCEV juga telah melibatkan 322 perusahaan pemasok komponen dalam negeri atau meningkat 127 persen sejak 2021. 

Sebagai salah satu penyedia kendaraan listrik PT BYD Motor Indonesia terus memperkuat kehadirannya di segmen kendaraan energi baru (NEV) di Indonesia melalui pengembangan teknologi Electric Vehicle (EV) dan Dual Mode (DM). 

Dan Jawa Timur menjadi salah satu wilayah penting dalam perkembangan NEV di Indonesia, dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang beragam, mulai dari penggunaan sehari-hari hingga perjalanan jarak jauh bersama keluarga. 

Dan perjalanan BYD di Indonesia terus menunjukkan momentum positif. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, BYD dan DENZA mencatatkan 32.800 unit penjualan secara nasional atau lebih dari 35% pangsa pasar kendaraan listrik nasional. 

Pencapaian tersebut mencerminkan semakin luasnya penerimaan masyarakat terhadap pilihan mobilitas berbasis elektrifikasi dan mendorong BYD untuk terus memperluas akses terhadap teknologi EV dan DM di berbagai wilayah Indonesia. 

Jawa Timur menjadi salah satu wilayah penting dalam perkembangan NEV di Indonesia, dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang beragam, mulai dari penggunaan sehari-hari hingga perjalanan jarak jauh bersama keluarga. 

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, lebih dari 5.000 keluarga di Jawa Timur telah memilih BYD sejak 2024. Respon positif tersebut turut mendorong BYD meraih 36% pangsa pasar kendaraan listrik di wilayah ini pada 2026. 

“Jawa Timur merupakan salah satu wilayah penting dalam perjalanan BYD di Indonesia, dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang dan semakin beragam. Melalui pengembangan teknologi EV dan DM, kami ingin menghadirkan pilihan kendaraan energi baru yang dapat menjawab kebutuhan tersebut, baik untuk penggunaan sehari-hari maupun perjalanan yang lebih jauh. BYD M6 menjadi salah satu representasi dari pendekatan ini dengan menghadirkan dua pilihan teknologi dalam satu lini, yaitu M6 EV dan M6 DM. Melalui kehadiran kami di GIIAS Surabaya, kami ingin membawa pilihan dan pengalaman kendaraan energi baru tersebut semakin dekat dengan keluarga di Jawa Timur,” ujar President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao. 

Kehadiran BYD M6 DM di GIIAS Surabaya 2026 turut mendapat perhatian hangat dari pemerintah dan pelaku industri otomotif nasional. Hal ini terlihat juga dari kunjungan Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia Faisol Riza bersama jajaran GAIKINDO ke booth BYD, yang turut menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat perkembangan teknologi dan produk kendaraan energi baru yang dihadirkan BYD untuk pasar Indonesia. 

Dalam kunjungan tersebut, Faisol Riza bersama Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika, Ketua Harian GAIKINDO sekaligus Ketua Bidang Pameran dan Konferensi Anton Kemal Tasli Kumonty, serta Ketua Bidang Data dan Statistik GAIKINDO Rizwan Alamsjah berkesempatan melihat langsung BYD M6 DM. 

M6 DM menjadi salah satu model yang mendapat perhatian dalam kunjungan tersebut, termasuk melalui pengalaman langsung di dalam kabin untuk melihat kenyamanan dan ruang yang ditawarkan.
 


Topik

Otomotif, Kemenperin, eagle zao, Faisol Riza, hybrid, kendaraan listrik, byd, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette