Wayang Kulit Semarakkan Hari Jadi ke-702 Blitar, DPRD Dorong Pelestarian Budaya
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
25 - Aug - 2026, 06:48
JATIMTIMES – DPRD Kabupaten Blitar menegaskan pentingnya pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah. Komitmen itu ditunjukkan melalui kehadiran wakil rakyat dalam pagelaran wayang kulit yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Blitar ke-702 di Alun-Alun Kanigoro, Senin (24/8/2026).
DPRD Kabupaten Blitar dalam kegiatan tersebut diwakili Ketua Komisi I Nugroho Bayu Laksono dan anggota Komisi IV Fatatoh Hironi Ulya, S.E. Keduanya hadir bersama Bupati Blitar Rijanto serta jajaran Pemerintah Kabupaten Blitar dan elemen masyarakat.
Baca Juga : Kepala Biro AAKK UIN Malang Dorong Maba Kenali Sistem Kampus Sejak Semester Pertama
Pagelaran wayang kulit menghadirkan dalang Ki Bambang Tri Bawono dengan lakon Bimo Bangkit. Suasana semakin semarak dengan penampilan Joklitik-Joklutuk yang menghibur masyarakat.
Bagi DPRD Kabupaten Blitar, pagelaran tersebut bukan semata hiburan dalam rangkaian peringatan hari jadi. Seni tradisi memiliki posisi penting dalam menjaga identitas daerah sekaligus menjadi ruang untuk mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya.
“Wayang kulit bukan hanya tontonan. Di dalamnya terdapat nilai, tuntunan, kearifan lokal, dan karakter masyarakat yang perlu terus kita jaga serta diwariskan kepada generasi muda,” ujar Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Blitar, Nugroho Bayu Laksono.
Menurut Nugroho, kemajuan Kabupaten Blitar harus tetap berpijak pada kekayaan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat. Modernisasi dan pembangunan daerah, kata dia, tidak seharusnya membuat masyarakat tercerabut dari akar tradisinya.
“Kita tentu ingin Kabupaten Blitar terus maju dan berkembang. Namun, kemajuan itu harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Tradisi yang kita miliki merupakan kekayaan sekaligus identitas Blitar yang harus terus hidup dari generasi ke generasi,” kata Nugroho.
Kehadiran DPRD dalam pagelaran wayang kulit tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap rangkaian Hari Jadi Blitar ke-702. Momentum hari jadi diharapkan tidak berhenti pada perayaan seremonial, tetapi mampu memperkuat kebersamaan, gotong royong, serta kesadaran masyarakat untuk menjaga kekayaan budaya daerah.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Fatatoh Hironi Ulya, berharap momentum Hari Jadi Blitar ke-702 semakin memperkuat kepedulian masyarakat terhadap budaya daerah.
“Budaya adalah identitas Blitar. Ini harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi muda,” ujar Fatatoh.

Budaya sebagai Modal Pembangunan
DPRD Kabupaten Blitar memandang kemajuan daerah tidak cukup hanya ditopang pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan sumber daya manusia, penguatan karakter, serta keberlanjutan seni dan budaya lokal juga menjadi bagian penting dalam membangun daerah.
Karena itu, ruang bagi seniman dan pelaku budaya dinilai perlu terus diperkuat. Selain menjaga warisan budaya, kegiatan kesenian dapat menggerakkan aktivitas masyarakat dan membuka ruang ekonomi bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi penyelenggaraan.
“Pembangunan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga jati diri daerah. Budaya adalah kekuatan Blitar. Ketika budaya tetap hidup, nilai kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat juga ikut terpelihara,” lanjut Nugroho.
Baca Juga : Modal Daerah Sudah Digelontorkan, DPRD Kota Malang Tagih Kontribusi BUMD
Hari Jadi Blitar ke-702 mengusung tema “Manggih Raharja Blitar Kuncara”. Tema tersebut membawa harapan agar Kabupaten Blitar semakin rahayu, sejahtera, maju, sekaligus semakin dikenal melalui prestasi dan berbagai potensi yang dimilikinya.
Bupati Blitar Rijanto dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan bergotong royong menyukseskan rangkaian Hari Jadi Blitar ke-702 serta peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rijanto berharap berbagai kegiatan yang diselenggarakan tidak berhenti sebagai hiburan bagi masyarakat, tetapi mampu menghadirkan manfaat sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan.
“Rangkaian kegiatan Hari Jadi Blitar dan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini kami harapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan ini harus memberikan manfaat, menggerakkan potensi daerah, dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Rijanto.
Menurut dia, semangat Hari Jadi Blitar ke-702 juga harus menjadi penguat kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Blitar. Gotong royong menjadi modal penting agar berbagai potensi yang dimiliki daerah dapat berkembang dan memberikan manfaat lebih luas.
“Dengan semangat Hari Jadi Blitar ke-702, mari bersama-sama menjaga budaya, memperkuat gotong royong, dan mengembangkan potensi yang kita miliki. Harapannya, Kabupaten Blitar semakin berdaya, semakin maju, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujarnya.
Momentum tersebut juga diisi penyerahan sejumlah penghargaan, mulai dari Gebyar Semarak Desa/Kelurahan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, penghargaan kepada tokoh berprestasi, capaian kinerja terbaik tingkat kecamatan, hingga apresiasi kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Blitar atas percepatan program pertanahan nasional.
DPRD Kabupaten Blitar berharap Hari Jadi ke-702 menjadi momentum memperkuat gotong royong, melestarikan budaya, dan mengembangkan potensi daerah. Sinergi pemerintah, DPRD, dan masyarakat diharapkan membawa Kabupaten Blitar semakin maju tanpa meninggalkan akar tradisinya.
