Ramai Pernyataan Budi Arie yang Ramal Situasi Politik Tak Sampai 2029
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
25 - Aug - 2026, 06:40
JATIMTIMES - Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menjadi sorotan setelah rekaman videonya saat menghadiri pertemuan bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) viral di media sosial. Dalam forum tersebut, Budi Arie menyinggung kemungkinan perubahan situasi politik nasional sebelum Pemilu 2029.
Pertemuan itu berlangsung pada Senin (24/8/2026) dalam rangka silaturahmi memperingati bulan kemerdekaan sekaligus bertukar pandangan mengenai kondisi kebangsaan.
Baca Juga : RUU Reforma Agraria Masuk Prolegnas Prioritas 2026, Dinilai Mendesak untuk Akhiri Konflik Pertanahan
Dalam kesempatan tersebut, Budi Arie menyampaikan kekhawatirannya terhadap situasi nasional. Dia menilai perkembangan sosial, ekonomi, dan politik perlu dicermati karena bisa memunculkan perubahan di luar perkiraan.
Budi Arie kemudian menyampaikan pandangannya kepada Jokowi yang duduk di sampingnya. “Pak, insting saya ini kayaknya nggak sampai 2029.” ungkap Budi Arie, dikutip akun Threads @hijriahwan.
Pernyataan tersebut dikaitkan dengan kemungkinan adanya perubahan agenda politik sebelum Pemilu 2029. Namun, dalam video yang beredar, Budi Arie tidak menjelaskan secara rinci bentuk perubahan yang dimaksud.
Dalam momen itu, Budi Arie juga menyinggung sejumlah demonstrasi yang terjadi serta kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Menurut dia, dinamika tersebut tidak bisa dilepaskan dari kemungkinan perubahan politik.
Dia mengajak peserta pertemuan untuk tidak hanya menyiapkan skenario politik menuju Pemilu 2029. Menurut Budi Arie, berbagai kemungkinan perlu dipersiapkan apabila situasi nasional berkembang lebih cepat.
Budi Arie kemudian mengingatkan pengalaman Indonesia pada periode 1998-1999. Dia mencontohkan perubahan politik saat itu yang turut memengaruhi jadwal Pemilu.
Pemilu yang semula dijadwalkan pada 1997 akhirnya dilaksanakan pada 1999 setelah terjadi perubahan besar dalam situasi politik nasional.
Pengalaman tersebut disampaikan Budi Arie sebagai salah satu alasan perlunya mempersiapkan kemungkinan di luar skenario politik yang telah ditetapkan.
Meski membuka kemungkinan terjadinya perubahan politik, Budi Arie menyatakan Projo tetap memberikan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dia menjelaskan bahwa dukungan Projo kepada Prabowo tidak berubah. Namun, menurutnya, kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan politik tetap diperlukan.
Pernyataan itu kemudian menjadi perhatian karena disampaikan dalam pertemuan yang juga dihadiri Jokowi. Dalam video yang beredar, Budi Arie terlihat beberapa kali menoleh ke arah Jokowi ketika menyampaikan pandangannya.
Budi Arie sendiri merupakan politikus yang sebelumnya menduduki sejumlah posisi di pemerintahan. Dia pernah menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika dan kemudian menjadi Menteri Koperasi.
Baca Juga : Prabowo Sebut Karhutla Dulu Lebih Parah, Benarkah?
Jabatan Menteri Koperasi tersebut berakhir setelah Presiden Prabowo mencopotnya pada 8 September 2025.
Video pertemuan tersebut kemudian beredar luas di media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan maksud pernyataan Budi Arie mengenai situasi politik yang disebutnya tidak sampai 2029.
Ada pula komentar yang mengaitkan pernyataan tersebut dengan persoalan kekuasaan dan arah politik nasional.
"yg mereka pikirkan cuma kekuasaan,bukan cara menyejahterakan rakyatnya," @raisgembl***.
Komentar lainnya membandingkan dinamika politik tersebut dengan sikap Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"salut sm pak SBY . dia juga dukung anaknya maju . tapi pake koridor yg benar. klo ini kyk sradak sruduk . negara kyk punya mu aja," @dasterhami***.
Sementara akun lainnya menuliskan komentar bernada kritik terhadap Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"RAKYAT AKAN MELENGSERKAN MEREKA BERDUA, PRESIDEN DAN WAKIL.... DIA KIRA GIBRAN BAKAL JADI PRESIDEN...," @kunfayakun_k****.
Hingga berita ini diturunkan nama Budi Arie masih menjadi trending dalam penelusuran Google. Banyak warganet yang menyoroti pernyataan Budi Arie tersebut.
