Mahasiswa KKN UMM Dorong Digitalisasi UMKM Biting Bambu di Desa Balesari

Reporter

Redaksi

Editor

Redaksi

21 - Aug - 2026, 11:45



JATIMTIMES - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendorong digitalisasi potensi UMKM biting bambu di Dusun Segelan, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Upaya tersebut dilakukan melalui pembuatan website yang memuat informasi mengenai pengrajin, proses produksi, serta potensi usaha biting bambu di wilayah tersebut.

Biting bambu menjadi salah satu aktivitas ekonomi yang dilakukan masyarakat Dusun Segelan. Warga memproduksi biting dalam skala rumah tangga dan menyetorkan hasil produksinya kepada pengepul. Kegiatan tersebut telah dilakukan secara turun-temurun dan menjadi salah satu aktivitas yang membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga : Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terjaring OTT KPK, Ini Profilnya

Salah satu pengrajin, Suri, mengatakan usaha biting bambu di wilayah tersebut telah berlangsung selama lebih dari 10 tahun. Pada awalnya, biting diproduksi untuk kebutuhan dupa. Seiring waktu, penggunaannya berkembang, salah satunya sebagai bahan untuk tusuk bakso. Perkembangan tersebut kemudian diikuti semakin banyaknya warga yang memproduksi biting bambu di sekitar wilayah Segelan.

Dalam proses produksinya, pengrajin menggunakan beberapa jenis bambu yang sesuai untuk dibuat menjadi biting. Bambu terlebih dahulu dipotong dan dipilih sebelum masuk ke tahap perajangan. Bagian lidi yang tidak sesuai akan dibuang, sedangkan bahan yang memenuhi kebutuhan produksi diproses hingga menjadi biting.

Produksi biting dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin. Menurut Suri, kedua metode tersebut memiliki perbedaan pada proses dan hasil akhirnya. Penggunaan mesin membuat proses produksi lebih ringkas, sedangkan biting yang dibuat secara manual dinilai memiliki hasil yang lebih rapi.

Hasil produksi kemudian disetorkan kepada pengepul. Di sekitar wilayah tempat pengrajin yang ditemui mahasiswa KKN, terdapat satu pengepul yang menjadi tujuan utama warga untuk menyetorkan hasil produksi. Sementara di Dusun Segelan secara keseluruhan terdapat lebih dari satu pengepul, namun jarak antarwilayah membuat warga cenderung memilih pengepul yang berada di sekitar tempat tinggal mereka.

Salah satu pengepul biting bambu di wilayah tersebut telah menjalankan usahanya selama hampir sembilan tahun. Dalam menjalankan produksi, pengepul tersebut menggunakan sekitar 30 mesin dan menampung hasil produksi dari sekitar 40 hingga 50 orang.

Kapasitas produksi juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Berdasarkan keterangan pengepul, saat cuaca cerah produksi dapat mencapai sekitar 4 hingga 5 ton dalam satu minggu. Sementara ketika cuaca kurang mendukung, jumlah produksi berada di kisaran 2 hingga 3 ton per minggu.

Cuaca menjadi salah satu kendala dalam proses produksi karena bambu membutuhkan proses pengeringan sebelum dapat diproses lebih lanjut. Ketika musim hujan, proses pengeringan membutuhkan penanganan tambahan agar bahan tetap dapat diproduksi.

Aktivitas produksi biting tersebut melibatkan warga dari berbagai kalangan. Produksi dilakukan dengan jumlah yang tidak selalu sama setiap harinya, bergantung pada ketersediaan waktu dan bahan. Bagi sebagian warga, membuat biting menjadi aktivitas yang dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut menjadi salah satu potensi yang diperhatikan mahasiswa KKN UMM selama menjalankan program di Desa Balesari. Mahasiswa melihat aktivitas produksi biting bambu yang sudah berjalan di masyarakat memiliki peluang untuk diperkenalkan melalui media digital agar informasi mengenai potensi tersebut dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Melalui program digitalisasi, mahasiswa KKN UMM mengembangkan website yang memuat informasi mengenai potensi biting bambu di Dusun Segelan. Informasi yang disajikan mencakup pengrajin, proses produksi, serta dokumentasi aktivitas pembuatan biting bambu.

Baca Juga : Khutbah Jumat 21 Agustus 2026: Krisis Lingkungan Makin Nyata, Apa Tanggung Jawab Kita sebagai Muslim?

Website tersebut diharapkan dapat menjadi media informasi sekaligus dokumentasi mengenai salah satu potensi UMKM yang ada di Desa Balesari. Selama ini, pemasaran biting warga lebih banyak dilakukan melalui pengepul sehingga informasi mengenai aktivitas produksi dan pengrajin belum banyak tersedia di ruang digital.

Suri menyambut baik apabila usaha biting bambu dipublikasikan melalui media digital. Publikasi tersebut diharapkan dapat membantu memperkenalkan usaha warga dan membuka peluang agar potensi biting bambu di wilayah tersebut semakin dikenal.

Sementara itu, pengepul biting bambu berharap usaha tersebut dapat terus berkembang sehingga dapat membantu masyarakat sekitar dan membuka lebih banyak kesempatan bagi warga untuk memperoleh penghasilan.

Melalui digitalisasi potensi biting bambu, mahasiswa KKN UMM berupaya memperkenalkan aktivitas ekonomi masyarakat Dusun Segelan melalui media digital. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan potensi UMKM lokal Desa Balesari agar dapat dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.

Penulis: Muhammad Radya Iftikhar

Kelompok: KKN 165 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Lokasi: Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang


Topik

Ruang Mahasiswa, ruang mahasiswa, mahaiswa UMM, Universitas Muhammadiyah Malang,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette