Karhutla Kalimantan Kian Ganas, Aktivis Ungkap Jejak Gambut sejak Era Soeharto

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

21 - Aug - 2026, 09:33

Kondisi kebakaran di Penopa, Lamandau, Kalimantan Tengah. (Foto: Threads)


JATIMTIMES - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi sorotan setelah ribuan titik panas terdeteksi di wilayah Kalimantan. Hingga Jumat (21/8/2026), ribuan titik panas terpantau dan kabut asap telah mengganggu kualitas udara di sejumlah daerah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.487 hotspot di Kalimantan berdasarkan pemantauan satelit NOAA-20 hingga Kamis (20/8/2026). Titik panas terbanyak terdeteksi di Kalimantan Tengah, disusul Kalimantan Barat dan wilayah Kalimantan lainnya.

Baca Juga : Khutbah Jumat 21 Agustus 2026: Krisis Lingkungan Makin Nyata, Apa Tanggung Jawab Kita sebagai Muslim?

Di tengah kondisi tersebut, aktivis Greenpeace Iqbal Damanik mengingatkan bahwa persoalan kebakaran hutan di Kalimantan bukan masalah yang baru muncul. Dia menyinggung sejarah pembukaan kawasan gambut pada era Presiden Soeharto yang menurutnya berkaitan dengan munculnya kebakaran berulang di Kalimantan Tengah.

"Belum pulih duka kita setelah bencana gempa besar di NTT kemarin, sekarang kita dihantam bencana besar lagi di Kalimantan. Kebakaran lahan dan hutan yang terjadi secara masif terjadi di beberapa titik di Kalimantan," kata Iqbal saat menjadi salah satu narasumber dalam program iNews. 

"Kebakaran itu membuat aktivitas warga terganggu dan menimbulkan kerugian yang bisa dipastikan luar biasa besar. Kebakaran hutan di Kalimantan bukanlah suatu hal yang baru, tapi sudah terjadi sejak era Soeharto. Alam yang diganggu dan disakiti akan membuat orang-orang tidak bersalah juga akan menanggung akibatnya," sambungnya.

Iqbal kemudian mengajak masyarakat melihat persoalan karhutla dari sisi ilmiah, terutama mengenai karakteristik lahan gambut.

"Percaya deh, percayalah sama ilmu pengetahuan. Percaya sama laporan-laporan riset gitu ya," ujarnya.

"Kebakaran hutan terbesar pertama kali di Indonesia, itu di wilayah gambut yang dibuka jadi food estate di zaman Soeharto," lanjut Iqbal.

Dia menjelaskan gambut merupakan ekosistem rawa yang secara alami memiliki kandungan air tinggi. Ketika kondisi gambut dikeringkan dan kemudian menghadapi musim kering berkepanjangan, risiko kebakaran meningkat.

"Karena dianggap rawa gambut itu. Gambut itu ekosistem rawa memang. Yang bagi orang kota, nggak ada fungsinya," kata Iqbal.

"Gambut itu tuh namanya ekosistem rawa. Kalau dia ekosistem rawa, artinya apa, basah," sambungnya. "Kalau dia basah, begitu terjadi kekeringan, kayak El Nino sekarang, dia kebakar," imbuhnya.

Baca Juga : Amalkan 6 Doa Ini agar Dimudahkan Mendapat Rezeki dari Arah Tak Terduga

Iqbal kemudian menyinggung pembukaan lahan yang menurutnya terjadi pada sekitar 1996-1997. Dia menyebut wilayah yang pernah dibuka tersebut kemudian mengalami kebakaran berulang.

"Bayangkan kerugian yang udah dirasakan sama masyarakat Kalimantan Tengah, gara-gara dibukanya tahun 1997-1996. Kebakaran berulang selalu di Kalimantan Tengah, itu pada wilayah yang dibuka tadi," tuturnya.

Menurut dia, perubahan ekosistem yang awalnya dianggap bukan sebagai sumber bencana justru dapat memunculkan risiko bencana ketika kondisi lingkungan berubah.

"Jadi ketika ekosistem kita buka, menurut kita itu bukan bencana. Tapi itu jadi bencana," ujarnya.

Iqbal juga meminta pemerintah lebih banyak mendengarkan masukan dari para ahli sebelum melakukan pembukaan kawasan gambut. 

"Ini para ahli udah bilang kok, kenapa sih nggak tanya dosen-dosen IPB itu banyak sekali yang tahu bahwa kalau kita mau membuka lahan gambut, susah ditanami," katanya.


Topik

Peristiwa, Kebakaran hutan, Kalimantan, karhutla, lahan gambut,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette