Sering Memarahi Anak saat Kecil? Ini Dampaknya ketika Dewasa Menurut Studi Terbaru

Reporter

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

20 - Aug - 2026, 06:32

Ilustrasi memarahi anak. (Foto: iStock)


JATIMTIMES - Kebiasaan membentak atau menerapkan pola asuh keras kepada anak ternyata perlu menjadi perhatian orang tua. Sebuah studi terbaru menemukan adanya kaitan antara pengalaman mendapatkan disiplin keras saat masa kanak-kanak dengan munculnya sejumlah sifat kepribadian negatif ketika seseorang beranjak dewasa.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Personality and Individual Differences itu secara khusus menyoroti hubungan pola asuh keras dengan karakter yang dikenal sebagai dark tetrad.

Baca Juga : 4 Tanda Hati Mulai Jauh dari Allah SWT, Salah Satunya Sering Mengulang Dosa

Istilah tersebut mencakup empat sifat kepribadian, yakni narsisme, Machiavellianisme, psikopati, dan sadisme.

Apa Itu Dark Tetrad?

Narsisme umumnya ditandai dengan rasa percaya diri yang berlebihan serta kebutuhan kuat untuk mendapatkan perhatian dan kekaguman dari orang lain.

Sementara itu, Machiavellianisme berkaitan dengan kecenderungan memanipulasi orang lain demi mencapai kepentingan pribadi.

Psikopati ditandai antara lain dengan rendahnya empati dan kecenderungan melakukan perilaku antisosial. Adapun sadisme mengacu pada kecenderungan mendapatkan kepuasan dari penderitaan orang lain.

Penelitian tersebut dipimpin David Pineda dari Miguel Hernández University of Elche, Spanyol. Menurut Pineda, berbagai penelitian sebelumnya memang telah menemukan hubungan antara pengalaman buruk saat masa kanak-kanak dan perilaku antisosial ketika dewasa.

Namun, penelitian ini mencoba melihat lebih jauh mengenai bagaimana pengalaman pola asuh dapat berkaitan dengan perkembangan karakter seseorang.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti melibatkan 370 orang dewasa berusia 18 hingga 80 tahun di Spanyol.

Para peserta diminta mengingat dan melaporkan pengalaman mereka ketika masih kecil, termasuk bagaimana orang tua menerapkan disiplin. Mereka juga menjalani tes psikologi untuk mengukur empat karakter dalam dark tetrad.

Hasilnya menunjukkan bahwa berbagai bentuk pola asuh keras memiliki hubungan dengan peningkatan skor sifat-sifat Dark Tetrad.

Namun, hubungan yang paling kuat terlihat pada agresi psikologis dan kekerasan fisik berat. Agresi psikologis seperti membentak, berteriak, atau memaki anak disebut menjadi prediktor kuat terhadap munculnya karakter psikopati dan sadisme ketika dewasa.

Sementara itu, kekerasan fisik berat, termasuk tindakan seperti mencekik atau melakukan serangan fisik, dikaitkan dengan peningkatan sifat narsisme, Machiavellianisme, dan psikopati.

Baca Juga : Semarak Kemerdekaan di Rayz UMM Hotel Malang: Ada Kampung Merdeka hingga Family Suite Baru

"Pengalaman masa kecil, khususnya paparan terhadap disiplin keras dari orang tua, dapat berperan dalam membentuk sifat kepribadian gelap," kata Pineda, dikutip dari PsyPost, Kamis (20/8/2026).

Menariknya, penelitian juga melihat metode disiplin yang tidak melibatkan kekerasan. Cara seperti menjelaskan kesalahan kepada anak maupun memberikan arahan dengan tenang tidak ditemukan sebagai faktor yang memprediksi munculnya sifat Dark Tetrad.

Temuan ini semakin menunjukkan bahwa cara orang tua mendisiplinkan anak menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

Meski demikian, penelitian tersebut tidak menyimpulkan bahwa sering dimarahi atau mendapatkan perlakuan keras saat kecil pasti menyebabkan seseorang memiliki sifat narsistik, psikopatik, manipulatif, atau sadistis ketika dewasa.

Para peneliti menegaskan bahwa studi ini hanya menemukan hubungan, bukan membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.

Selain itu, penelitian menggunakan laporan peserta mengenai pengalaman masa lalu sehingga masih terdapat kemungkinan bias ingatan.

Faktor lain seperti genetik, budaya, lingkungan sosial, serta dukungan sosial juga dapat berperan dalam membentuk kepribadian seseorang.

Dengan demikian, hasil penelitian ini lebih tepat dipandang sebagai gambaran mengenai pentingnya lingkungan pengasuhan pada masa kanak-kanak, bukan sebagai kepastian bahwa pola asuh tertentu akan menentukan kepribadian seseorang saat dewasa.


Topik

Serba Serbi, Memarahi anak, psikologi, dampak saat dewasa, pola asuh, orang tua,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette