Rayakan Kemerdekaan, Siswa SMPN 1 Parang Magetan Gelar Drama Kolosal Abdi Kinasih

18 - Aug - 2026, 08:04

sarat makna kepemimpinan, pementasan Aji Saka meriahkan perayaan HUT RI di magetan


JATIMTIMES — Kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Desa Parang, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senij (17/8/2026), berlangsung semarak dan sarat akan pesan budaya.

Peringatan Hari Kemerdekaan RI di Kabupaten Magetan tahun ini menjadi momentum penting pelestarian tradisi lokal melalui pementasan drama kolosal Tari dengan judul Abdi Kinasih.

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Selasa Pahing 18 Agustus 2026: Awas Boros

 

Pertunjukan seni utama yang dibawakan oleh tidak kurang dari 80 siswa-siswi SMP Negeri 1 Parang di bawah bimbingan pembina seni Priyoko tersebut sukses memukau ratusan warga yang memadati lokasi acara di Desa Parang, Magetan. Karya kolaboratif ini lahir dari kepiawaian Priyoko sebagai pencetus ide cerita sekaligus penulis naskah, yang dipadukan dengan sentuhan koreografi memikat ciptaan Edi Wahyu Pras.

Sebagai penulis naskah dan penggagas ide cerita, Priyoko menjelaskan bahwa pementasan drama kolosal Aji Saka mengusung nilai-nilai sejarah dan filosofi kepemimpinan Jawa yang relevan dengan momentum kemerdekaan.

"Aji Saka itu tokoh cerita yang mempunyai abdi bernama Dora dan Sembada. Mereka adalah abdi setia yang sama-sama meninggal karena memegang teguh amanah Aji Saka," ujar Priyoko saat ditemui di Desa Parang, Magetan.

Menurut Priyoko, kisah ini menjadi gambaran ideal hubungan antara pemimpin dan rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Aji Saka sebagai pemimpin ibaratnya adalah sabda pandita ratu yang menjadi suri teladan. Sedangkan abdi adalah rakyat atau pendherek yang harus setia demi kebaikan bersama. Boleh berbeda pandangan, namun tetap satu tujuan untuk kebaikan," tegasnya.

Selain pesan kepemimpinan yang tercermin dalam lakon Aji Saka, keindahan gerak Tari Abdi Kinasih karya koreografer Edi Wahyu Pras turut memperkuat pesan moral pertunjukan ini. Tarian ini dirancang sebagai sarana edukasi budaya bagi masyarakat di Kabupaten Magetan, khususnya generasi muda.

Baca Juga : Kakanwil Kemenag Jatim Pimpin Doa HUT ke-81 RI di Grahadi, Serukan Empati untuk Korban Bencana

 

Priyoko menilai perayaan HUT RI menjadi ruang yang sangat tepat untuk merefleksikan kembali pentingnya menjaga kearifan lokal di tengah arus modernisasi.

"Momen 17 Agustus ini sangat tepat untuk kembali menggugah tentang kearifan lokal budaya Jawa, utamanya aksara Jawa yang harus kembali dicintai oleh orang Jawa. Jangan sampai wong Jawa ilang Jawane," kata Priyoko.

Ia menambahkan, aksara Jawa Hanacaraka yang ditampilkan di koreogarfinya itu bukan sekadar ilustrasi susunan huruf untuk dibaca, melainkan simbol pengingat akan sejarah, etika, dan identitas diri yang tidak boleh pudar.

Melalui perpaduan seni tari ciptaan Edi Wahyu Pras dan olah naskah Priyoko di Desa Parang ini, masyarakat Kabupaten Magetan diajak memaknai kemerdekaan tidak hanya dengan perayaan suka cita, tetapi juga lewat aksi nyata merawat warisan luhur budaya bangsa.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya, Parang, Magetan, agustusan, SMPN 1 Parang,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette