Tangkap Peluang di Pasar Minuman, Klojen Tebu Tawarkan Olahan Tebu Berbagai Varian

Reporter

Riski Wijaya

Editor

Dede Nana

17 - Aug - 2026, 02:16

Outlet Klojen Tebu di depan Pasar Klojen Kota Malang.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).


JATIMTIMES - Tebu selama ini identik dengan minuman sederhana yang dijual di pinggir jalan. Namun, Agus Riadi melihat komoditas tersebut masih memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk minuman yang lebih variatif, terutama agar memiliki nilai jual yang lebih. 

Peluang itu kemudian ia coba melalui Klojen Tebu, usaha minuman yang kini membuka outlet di depan Pasar Klojen, Kota Malang. Bukan hanya menawarkan air tebu original, Agus mengembangkan sejumlah racikan dengan rasa yang lebih dekat dengan tren minuman kekinian.

Baca Juga : HUT Kemerdekaan RI, Polisi Bagikan 81 Bendera Merah Putih ke Pengendara di Malang

Ada tebu original, jeruk nipis, asam jawa, kopi, sereh, yuzu, yakult, leci hingga tropical yang memadukan sejumlah buah. Ide tersebut muncul dari keinginannya mengeksplorasi tebu agar tidak hanya dinikmati dalam satu rasa.

“Pinginnya tebu tidak cuma original. Kami coba resep lain dan dipadukan dengan berbagai bahan,” kata Agus, Senin (17/8/2026).

Konsep pengembangan varian tersebut juga terinspirasi dari minuman mojito. Tebu kemudian diposisikan sebagai bahan utama yang bisa dikombinasikan dengan berbagai rasa untuk membuka pilihan baru bagi konsumen.

Dalam sekitar dua bulan berjalan, respons pasar mulai terlihat. Penjualan pada hari biasa berada di kisaran 30 hingga 50 cup, sedangkan saat akhir pekan atau high season dapat mencapai sekitar 100 cup bahkan lebih. 

Harga yang ditawarkan berada di kisaran Rp8 ribu hingga Rp13 ribu per cup. Dari sejumlah varian yang tersedia, rasa original dan lemon yakult menjadi produk yang paling banyak diminati konsumen.

“Kalau sedang ramai bisa sampai 100 cup. Kalau weekday biasanya 30 sampai 50 cup,” ujarnya.

Dari sisi bahan baku, Agus menggunakan tebu varietas PS862 yang didatangkan dari Kediri. Varietas ini memiliki kandungan air cukup tinggi sehingga dinilai lebih sesuai untuk kebutuhan minuman.

PS862 juga memiliki warna air perasan yang lebih segar. Namun, rendemennya relatif rendah sehingga karakter tersebut membuatnya kurang cocok untuk kebutuhan produksi gula.

Untuk menjaga kualitas rasa, proses penggilingan dilakukan satu kali. Menurut Agus, pemerasan berulang berpotensi membuat karakter rasa tanaman pada tebu semakin terasa.

Baca Juga : Antusias, Para Pedagang Pasar Tradisional dan Warga Kelurahan Ngadirejo Ikuti Upacara HUT Kemerdekaan RI Ke-81 

“Kalau diperas bolak-balik biasanya ada rasa tanamannya. Kami pilih satu kali giling supaya lebih segar,” jelasnya.

Dengan rata-rata penjualan sekitar 50 cup per hari, omzet dari outlet dapat mencapai sekitar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu. Nilai tersebut belum termasuk pesanan yang datang dari luar outlet.

Angka penjualan tersebut menjadi salah satu dasar bagi Agus untuk melihat peluang pengembangan usaha. Setelah berjalan di kawasan Pasar Klojen, ia mulai menyiapkan rencana untuk kembali membuka outlet di Sawojajar.

Outlet Sawojajar sebenarnya pernah beroperasi. Namun, pengembangannya sempat terkendala tenaga kerja. Kini, dengan dukungan tim baru, Agus melihat peluang untuk menghidupkan kembali outlet tersebut.

“Proyeksinya bagus sekali. Sekarang man power sudah ada, jadi yang di Sawojajar mau dihidupkan lagi,” katanya.

Bagi Agus, pengembangan usaha tidak berhenti pada penambahan outlet. Ia juga ingin membuka ruang kolaborasi dengan pelaku UMKM lain agar produk-produk yang selama ini identik dengan usaha sederhana bisa memiliki nilai jual lebih tinggi.

Ia melihat peluang tersebut sebagai upaya mendorong UMKM naik kelas melalui inovasi, bukan sekadar memperbanyak titik penjualan. “Konsepnya ingin menggandeng teman-teman UMKM supaya bisa naik level. Bukan sekadar jualan di pinggir jalan,” pungkasnya.


Topik

Kuliner, tebu, klojen tebu, minuman tebu, umkm,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette