Atasi Kekurangan Guru, Disdikbud Kota Malang Usulkan Rekrutmen 500 Orang pada 2027

Editor

Yunan Helmy

13 - Aug - 2026, 06:53

Ilustrasi kekurangan guru di Kota Malang. (ist)


JATIMTIMES - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mengusulkan perekrutan 400 hingga 500 guru berstatus ASN pada 2027. Usulan ini disiapkan untuk menutup kebutuhan tenaga pendidik yang terus berubah, terutama karena belasan guru memasuki masa pensiun setiap bulan.

Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana mengatakan kebutuhan guru perlu terus dipetakan karena jumlah tenaga pendidik yang tersedia tidak selalu sebanding dengan kebutuhan sekolah.

Baca Juga : Puguh DPRD Jatim Soroti Krisis Guru di Malang, Minta Dindik Benahi Manajemen Kepegawaian

"Setiap bulannya paling tidak 15 sampai 20 guru itu ada yang pensiun. Jadi, setiap bulan itu pasti ada kekurangan," ujar Suwarjana, Kamis (13/8/2026).

Data Disdikbud Kota Malang menunjukkan kebutuhan guru SD pada 2026 mencapai 2.509 orang. Sementara jumlah guru yang tersedia, terdiri dari ASN, PPPK dan GTT, sebanyak 2.330 orang.

Di jenjang SMP, kebutuhan guru tercatat 1.315 orang. Sedangkan tenaga yang tersedia berjumlah 1.127 orang.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Disdikbud dalam menyusun peta jabatan sekaligus mengajukan kebutuhan formasi guru setiap tahun. Untuk 2027, jumlah yang diusulkan berada pada kisaran 400 hingga 500 guru ASN.

"Kami tetap setiap tahun mengusulkan. Entah itu ada atau tidak, kami mengusulkan. Ada peta jabatan kami, kami usulkan. Termasuk untuk tahun depan, kami usulkan 400-500 guru," jelasnya.

Sambil menunggu pemenuhan formasi, sekolah masih dapat menggunakan guru tidak tetap untuk menjaga kebutuhan pembelajaran. Pembayaran honor guru tidak tetap dapat bersumber dari BOS daerah maupun BOS nasional sesuai ketentuan.

Namun, terdapat konsekuensi dalam skema tersebut. Guru tidak tetap yang direkrut melalui mekanisme itu tidak dapat menuntut pengangkatan sebagai pegawai tetap ataupun ASN.

Suwarjana menyebut kekurangan guru yang terjadi saat ini belum sampai pada kondisi yang dapat disebut sebagai krisis. Kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah Kota Malang masih berlangsung normal.

Baca Juga : Enam Siswa MTsN 1 Kota Malang Terpilih dalam Kontingen Jamnas XII 2026

"Tidak ada krisis guru. Memang ada kekurangan tetapi tidak sampai krisis guru karena tiap bulan ada yang pensiun," ungkapnya.

Menurut Suwarjana, dinamika jumlah guru membuat kebutuhan tenaga pendidik tidak bisa dihitung hanya untuk satu periode. Setiap guru yang memasuki masa pensiun akan kembali memengaruhi kebutuhan formasi pada tahun berikutnya.

Karena itu, pengajuan rekrutmen guru dilakukan secara rutin berdasarkan peta jabatan dan kebutuhan di lapangan. Disdikbud juga memastikan kekurangan tenaga pendidik tidak sampai menghambat hak peserta didik memperoleh layanan pendidikan.

"Walaupun ada kekurangan, kami dari Pemerintah Kota Malang tetap berupaya agar pembelajaran sesuai dengan hak masyarakat untuk mendapatkan pendidikan. Tidak akan terganggu proses belajar mengajar," tandasnya.

 


Topik

Pendidikan, Guru, kekurangan guru, Kota Malang, perekrutan guru,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette