Presiden Prabowo Resmikan Empat Jembatan Garuda di Kota Blitar, Mas Ibin: Perkuat Konektivitas dan Ekonomi
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
13 - Aug - 2026, 01:43
JATIMTIMES – Empat Jembatan Garuda di Kota Blitar resmi dapat digunakan masyarakat. Infrastruktur yang dibangun melalui program pemerintah pusat bersama TNI-Polri itu menjadi bagian dari 3.395 jembatan yang diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto, Kamis (13/8/2026).
Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti peresmian nasional secara virtual dari Jembatan Garuda Ratu di Jalan Klampis Gang Lapangan, Kelurahan Tlumpu. Jembatan sepanjang 28 meter itu membuka akses baru yang menghubungkan wilayah Tlumpu dengan Rembang.
Baca Juga : Ingin Mendapat Empat Kebahagiaan Dunia? Jangan Pernah Lakukan Hal Ini
Di Kota Blitar, program tersebut menyasar empat titik. Selain Jembatan Ratu di Tlumpu, Jembatan Garuda dibangun di Jalan C.R. Soekandar yang menghubungkan Sananwetan dan Bendogerit; Jalan Sawunggaling atau Gang Kyai Jamal di Sentul yang membuka akses menuju Tanggung dan Ngadirejo; serta Jembatan Garuda Karplos yang menghubungkan Plosokerep dengan Karangtengah.
Mas Ibin mengatakan pembangunan tersebut memberi manfaat langsung karena membuka konektivitas antarkawasan yang sebelumnya terhambat kondisi geografis.
“Pembangunan jembatan ini akan mempermudah akses dan mempercepat konektivitas di masing-masing daerah. Atas nama Pemerintah Kota Blitar, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden dan jajaran yang telah membangun Jembatan Garuda ini,” kata Mas Ibin.
Tlumpu Disiapkan Menjadi Kawasan Ekonomi

Manfaat Jembatan Garuda Ratu, menurut Mas Ibin, tidak berhenti pada pemangkasan akses perjalanan warga. Infrastruktur baru tersebut beririsan dengan rencana Pemerintah Kota Blitar mengembangkan kawasan Tlumpu sebagai salah satu simpul kegiatan ekonomi baru.
Pemkot tengah mengarahkan pengembangan kawasan Tlumpu sebagai salah satu simpul ekonomi baru. Jembatan Garuda Ratu berada tepat di sisi selatan lokasi Blitar Trade Center (BTC) yang saat ini tengah dipersiapkan untuk dibangun. Di kawasan tersebut juga telah berdiri Koperasi Merah Putih. Kehadiran jembatan membuka akses baru menuju kawasan sekaligus memperkuat konektivitas Tlumpu dengan wilayah di sekitarnya.
Posisi jembatan yang berdekatan dengan calon kawasan BTC dan Koperasi Merah Putih membuat infrastruktur tersebut strategis untuk menopang aktivitas ekonomi. Akses baru Tlumpu-Rembang diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat serta pergerakan orang dan barang seiring pengembangan kawasan tersebut.
“Di Tlumpu ini memang kami rencanakan sebagai pusat kegiatan perekonomian, yaitu berupa Blitar Trade Center dan juga Koperasi Merah Putih. Dengan terbangunnya jembatan ini, wilayah Tlumpu dan sekitarnya akan kita kembangkan menjadi area bisnis yang bisa menjadi pusat bisnis Kota Blitar,” ujar Mas Ibin.
Sebelumnya, tidak tersedia jembatan yang secara langsung menghubungkan titik tersebut. Keberadaan sungai dan kontur lahan yang cekung membuat masyarakat tidak dapat melintas secara langsung antara Tlumpu dan Rembang.
Jembatan Ratu kemudian menghadirkan jalur baru sepanjang 28 meter. Menurut Mas Ibin, pembangunan jembatan tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Kodim 0808/Blitar, dengan nilai pembangunan sekitar Rp300 juta.
“Ini memang baru, untuk menghubungkan Kelurahan Rembang dan Kelurahan Tlumpu. Jadi sekarang terjadi konektivitas antara dua wilayah tersebut,” katanya.
Pembukaan akses itu menjadi modal penting bagi pengembangan kawasan. Infrastruktur penghubung tidak hanya mempermudah pergerakan orang, tetapi juga memperlancar distribusi barang dan membuka peluang aktivitas ekonomi baru di sekitar Tlumpu dan Rembang.
Empat Titik di Kota Blitar, 14 Jembatan Rampung di Blitar Raya

Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan mengatakan empat Jembatan Garuda telah dibangun di wilayah Kota Blitar. Seluruhnya telah rampung dan mulai dapat digunakan masyarakat sejak peresmian serentak.
Jika digabungkan dengan Kabupaten Blitar, terdapat 14 titik jembatan yang telah selesai dibangun. Program itu masih berlanjut karena sembilan titik tambahan di wilayah Blitar Raya direncanakan memasuki tahap pengerjaan berikutnya.
“Di Kota Blitar untuk Jembatan Garuda ada empat titik, salah satunya Jembatan Ratu di Kelurahan Tlumpu. Kalau keseluruhan Kota dan Kabupaten Blitar ada 14 titik. Semuanya sudah selesai dan mulai hari ini sudah bisa dipergunakan,” kata Virlani.
Baca Juga : Masuk Desil 10 Padahal Rumah Masih KPR, Ini Kata BPS
Menurut dia, pembangunan jembatan diarahkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat. Dampaknya mencakup berbagai sektor, mulai pertanian, kegiatan ekonomi hingga hubungan sosial antarwilayah.
TNI juga membuka ruang apabila ke depan terdapat kebutuhan jembatan serupa. Usulan masyarakat dapat disampaikan melalui pemerintah setempat untuk kemudian diteruskan melalui mekanisme yang berlaku.
“Ini untuk mendukung mobilitas masyarakat, baik untuk pertanian, ekonomi maupun sosial. Kalau setelah ini ada permintaan dari masyarakat lagi, bisa disampaikan melalui camat dan wali kota, kemudian akan kami laporkan melalui komando atas,” ujarnya.
Besaran anggaran setiap jembatan, kata Virlani, tidak ditetapkan secara seragam. Kebutuhan biaya ditentukan setelah pemeriksaan teknis dengan mempertimbangkan kondisi lokasi, bentang jembatan, serta kebutuhan konstruksi.
Presiden: Negara Harus Hadir untuk Rakyat

Secara nasional, Presiden Prabowo Subianto meresmikan 3.395 jembatan yang dibangun TNI dan Polri serta 3.000 sumber air bersih yang dibangun TNI Angkatan Darat. Infrastruktur tersebut tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
“Hari ini kita resmikan 3.395 jembatan yang telah dibangun oleh TNI dan Polri dan 3.000 sumber air bersih yang telah dibangun oleh TNI Angkatan Darat,” kata Prabowo dalam sambutannya secara virtual.
Prabowo mengapresiasi keterlibatan TNI-Polri dalam pembangunan infrastruktur dasar yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Menurut dia, pembangunan tidak boleh hanya diukur melalui besarnya proyek strategis, tetapi juga dari kemampuan negara menjangkau masyarakat yang membutuhkan akses dasar.
“Ini bukti bahwa sungguh-sungguh TNI adalah tentara rakyat dan Polri sungguh-sungguh adalah polisi rakyat,” ujarnya.
Pemerintah pusat, lanjut Prabowo, tetap akan mengembangkan proyek strategis berskala besar untuk mendorong Indonesia menjadi negara modern dan maju. Namun, agenda tersebut tidak boleh membuat pembangunan infrastruktur dasar di tingkat masyarakat terabaikan.
“Negara harus hadir untuk rakyat yang paling terpencil,” tegas Prabowo.
Di Kota Blitar, empat jembatan tersebut membuka konektivitas antarkelurahan sekaligus memperlancar mobilitas warga dan menopang pengembangan pusat ekonomi baru.
