Transportasi Jatim Menggeliat pada Juni 2026, Penumpang Kereta dan Kapal Naik

10 - Aug - 2026, 04:03

Penumpang saat akan menaiki kereta api di Stasiun Malang. (Foto: Istimewa)


JATIMTIMES - Aktivitas transportasi di Jawa Timur menunjukkan peningkatan sepanjang Juni 2026. Kenaikan terjadi pada sejumlah moda, mulai dari penerbangan, pelayaran hingga kereta api, meski angkutan udara domestik masih mencatat penurunan jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat jumlah penumpang yang berangkat dari bandara di Jawa Timur pada Juni 2026 mencapai 430,73 ribu orang. Angka tersebut meningkat 18,86 persen dibandingkan Mei 2026 yang tercatat 362,38 ribu penumpang.

Baca Juga : Aulia Hany DPRD Jatim Kawal Kekeringan Tuban: Fokus Pipanisasi Pertanian dan Jaminan Sanitasi Warga

Kenaikan juga terjadi pada penumpang yang tiba di bandara. Jumlah kedatangan mencapai 455,24 ribu penumpang atau naik 13,52 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 401,03 ribu penumpang.

Plt Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Herum Fajarwati mengatakan peningkatan aktivitas transportasi pada Juni terlihat dari pergerakan penumpang di sejumlah moda. “Pada Juni 2026, mobilitas penumpang di Jawa Timur menunjukkan perkembangan positif secara month-to-month, baik pada angkutan udara, laut maupun kereta api, meskipun terdapat perbedaan tren jika dibandingkan secara year-on-year,” kata Herum.

Untuk penerbangan domestik, peningkatan secara bulanan tersebut belum mampu mengangkat kinerja tahunan. Dibandingkan Juni 2025, jumlah penumpang domestik yang berangkat masih turun 14,80 persen, sedangkan penumpang yang datang turun 11,38 persen.

Bandara Juanda tetap menjadi pusat utama pergerakan penumpang udara di Jawa Timur. Pada Juni 2026, bandara tersebut menguasai 95,58 persen dari total kedatangan penumpang domestik dan 95,06 persen dari total keberangkatan.

Secara bulanan, aktivitas di Bandara Juanda mengalami peningkatan dengan jumlah kedatangan penumpang domestik naik 13,68 persen dan keberangkatan meningkat 19,03 persen. Namun secara tahunan, kedatangan masih turun 10,97 persen dan keberangkatan turun 14,70 persen.

Sementara itu, penerbangan internasional menunjukkan pola yang berbeda. Jumlah penumpang yang datang melalui Bandara Juanda naik 48,52 persen secara bulanan dan 8,38 persen secara tahunan, sedangkan penumpang yang berangkat turun 24,62 persen secara bulanan dan 5,30 persen secara tahunan.

Pergerakan masyarakat melalui jalur laut justru menunjukkan tren yang lebih positif. Jumlah kedatangan penumpang pelayaran domestik di Jawa Timur pada Juni 2026 mencapai 130,28 ribu orang, meningkat 25,61 persen dibandingkan Mei yang sebanyak 103,72 ribu penumpang.

Jika dibandingkan Juni 2025, kedatangan penumpang kapal juga meningkat 10,97 persen. Pelabuhan Tanjung Perak menjadi pusat utama dengan kontribusi 68,21 persen dari total kedatangan penumpang pelayaran domestik di seluruh Jawa Timur.

“Peningkatan aktivitas pelayaran penumpang cukup terlihat pada Juni 2026. Pelabuhan Tanjung Perak masih menjadi simpul utama pergerakan penumpang laut di Jawa Timur,” jelas Herum.

Baca Juga : Kimpul Viral di Media Sosial, Ternyata Bukan Talas Biasa: Ini Arti, Perbedaan dan Manfaatnya

Kedatangan penumpang di Tanjung Perak sendiri meningkat 28,21 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan, jumlah kedatangan penumpang di pelabuhan tersebut juga tumbuh 16,76 persen.

Untuk keberangkatan melalui pelayaran domestik, jumlah penumpang pada Juni 2026 mencapai 119,94 ribu orang. Angka ini naik 3,63 persen dibandingkan Mei dan meningkat 8,70 persen jika dibandingkan Juni 2025.

Aktivitas kereta api juga mengalami pertumbuhan. Total penumpang kereta api di Jawa Timur pada Juni 2026 mencapai 2,69 juta orang, naik 4,28 persen dibandingkan Mei yang sebanyak 2,57 juta penumpang.

Kenaikan terutama terlihat pada kelas layanan utama yang tumbuh 11,80 persen, dari 910 ribu menjadi sekitar 1,02 juta penumpang. Sementara kelas lokal hanya tumbuh 0,17 persen menjadi sekitar 1,67 juta penumpang, tetapi tetap mendominasi dengan kontribusi 62,08 persen dari total penumpang.

“Kereta api masih menjadi salah satu moda penting dalam mobilitas masyarakat Jawa Timur. Kelas lokal tetap mendominasi jumlah penumpang, sedangkan pertumbuhan kelas utama menunjukkan adanya peningkatan mobilitas pada segmen layanan tersebut,” tambah Herum.

Jika dilihat berdasarkan wilayah operasional, DAOP VII Madiun mencatat pertumbuhan tertinggi secara bulanan untuk layanan kelas lokal maupun kelas utama. Sementara DAOP VIII Surabaya tetap menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 78,75 persen dari total penumpang kereta api di seluruh wilayah DAOP Jawa Timur.

Kenaikan aktivitas pada angkutan laut dan kereta api tersebut menunjukkan mobilitas masyarakat Jawa Timur semakin meningkat pada Juni 2026. Namun, perbedaan antara pertumbuhan bulanan dan tahunan pada sektor penerbangan menunjukkan bahwa pemulihan aktivitas transportasi masih berlangsung dengan pola yang berbeda pada masing-masing moda.


Topik

Transportasi, Transportasi Jatim, BPS Jatim, penumpang pesawat, tiket kapal, kereta api,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette