10 Pahlawan Nasional Asal Jawa Timur yang Berperan Besar dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

06 - Aug - 2026, 01:08

KH Wahid Hasyim, salah satu tokoh Pahlawan Nasional yang berasal dari Jawa Timur. (Foto: Wikipedia)


JATIMTIMES - Jawa Timur bukan hanya dikenal sebagai wilayah dengan sejarah perjuangan yang panjang, tetapi juga menjadi tanah kelahiran banyak tokoh yang memiliki jasa besar dalam perjalanan bangsa Indonesia. Dari perjuangan melawan penjajahan, pergerakan nasional, hingga mempertahankan kemerdekaan, sejumlah putra-putri Jawa Timur tercatat memiliki peran penting.

Nama Bung Tomo mungkin menjadi salah satu tokoh yang paling melekat dengan perjuangan arek-arek Surabaya dalam Pertempuran 10 November 1945. Namun, jauh sebelum dan setelah kemerdekaan, banyak tokoh asal Jawa Timur lainnya yang ikut memperjuangkan cita-cita Indonesia merdeka.

Baca Juga : Rekor Pertemuan Indonesia vs Singapura: Garuda Unggul di Total Laga, Tapi Kalah di Piala AFF

Berkat perjuangan, pemikiran, dan pengorbanannya, pemerintah memberikan penghargaan berupa gelar Pahlawan Nasional maupun Pahlawan Kemerdekaan Indonesia kepada sejumlah tokoh tersebut.

Mengutip Ensiklopedia Pahlawan Indonesia karya Kuncoro Hadi, berikut daftar 10 pahlawan asal Jawa Timur yang memiliki kontribusi besar bagi bangsa Indonesia.

1. HOS Tjokroaminoto, Pelopor Kesadaran Nasional

HOS Tjokroaminoto. (Foto: Wikipedia)

Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto merupakan tokoh pergerakan nasional yang lahir di Madiun pada 16 Agustus 1882. Ia dikenal sebagai pemimpin Sarekat Islam yang memiliki pengaruh besar dalam membangkitkan kesadaran politik masyarakat pribumi.

Melalui pidato dan gagasannya, HOS Tjokroaminoto mendorong rakyat Indonesia untuk memperjuangkan hak serta melawan ketidakadilan pemerintah kolonial Belanda.

Ia juga dikenal sebagai guru bagi banyak tokoh pergerakan nasional, termasuk Soekarno, yang pernah belajar darinya.

Atas jasa-jasanya, HOS Tjokroaminoto ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 590 Tahun 1961.

2. Ernest Douwes Dekker, Pejuang Kemerdekaan dari Pasuruan

Ernest Douwes Dekker. (Foto: Wikipedia)

Ernest Douwes Dekker atau yang kemudian dikenal dengan nama Danudirja Setiabudi lahir di Pasuruan pada 8 Oktober 1879.

Meski memiliki latar belakang keturunan Belanda, ia memilih memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Bersama Ki Hajar Dewantara dan dr Cipto Mangunkusumo, ia mendirikan Indische Partij pada 1912, salah satu organisasi politik awal yang secara terbuka menyerukan kemerdekaan.

Perjuangannya membuat Ernest Douwes Dekker dianugerahi gelar Pahlawan Kemerdekaan Indonesia melalui Keppres Nomor 590 Tahun 1961.

3. dr Soetomo, Pendiri Boedi Oetomo

dr Soetomo. (Foto: Wikipedia)

dr Soetomo lahir di Nganjuk pada 30 Juli 1888. Namanya dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Kebangkitan Nasional karena menjadi pendiri organisasi Boedi Oetomo pada 1908.

Organisasi tersebut menjadi salah satu tonggak awal munculnya gerakan nasional Indonesia.

Selain bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial, dr Soetomo juga aktif di dunia politik melalui Partai Indonesia Raya (Parindra) untuk memperjuangkan kemajuan bangsa.

Pemerintah menetapkan dr Soetomo sebagai Pahlawan Kemerdekaan Indonesia melalui Keppres Nomor 657 Tahun 1961.

4. KH Mas Mansoer, Ulama yang Aktif dalam Pergerakan Nasional

KH Mas Mansoer. (Foto: Wikipedia)

KH Mas Mansoer lahir di Surabaya pada 25 Juni 1896. Ia merupakan ulama besar sekaligus tokoh Muhammadiyah yang pernah menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah.

Dalam perjuangan menuju kemerdekaan, KH Mas Mansoer ikut berperan dalam berbagai organisasi nasional. Ia juga menjadi anggota BPUPKI yang bertugas mempersiapkan dasar bagi Indonesia merdeka.

Atas jasa dan pengabdiannya, KH Mas Mansoer dianugerahi gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional melalui Keppres Nomor 163 Tahun 1964.

5. KH Wahid Hasyim, Tokoh NU dalam Persiapan Kemerdekaan

KH Wahid Hasyim. (Foto: Wikipedia)

KH Wahid Hasyim lahir di Jombang pada 1 Juni 1914. Ia merupakan salah satu tokoh Islam yang memiliki peran penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Putra KH Hasyim Asy'ari ini terlibat dalam BPUPKI dan PPKI yang menjadi bagian dari proses persiapan kemerdekaan.

Setelah Indonesia merdeka, KH Wahid Hasyim dipercaya menduduki jabatan Menteri Agama dalam beberapa kabinet awal Republik Indonesia.

Pemerintah menetapkannya sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional melalui Keppres Nomor 206 Tahun 1964.

6. KH Hasyim Asy'ari, Pendiri Nahdlatul Ulama

KH Hasyim Asy'ari. (Foto: Wikipedia)

KH Mohammad Hasyim Asy'ari lahir di Jombang pada 10 April 1875. Ia merupakan pendiri Pesantren Tebuireng dan organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Selain berperan dalam bidang pendidikan Islam, KH Hasyim Asy'ari juga memiliki jasa besar dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Melalui Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, ia menyerukan semangat perjuangan kepada umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga : Ikut Upacara HUT RI di Istana Merdeka Dapat Apa Saja? Ini Isi Goodie Bag yang Pernah Diterima Tamu Undangan

Atas jasanya, KH Hasyim Asy'ari dianugerahi gelar Pahlawan Kemerdekaan Indonesia melalui Keppres Nomor 294 Tahun 1964.

7. Jenderal Basuki Rahmat, Pejuang Militer dari Tuban

Jenderal Basuki Rahmat. (Foto: Wikipedia)

Jenderal Basuki Rahmat lahir di Tuban pada 4 November 1921. Ia merupakan salah satu tokoh militer yang berperan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Pada masa revolusi, ia terlibat dalam pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan memimpin pasukan dalam menghadapi Agresi Militer Belanda II.

Basuki Rahmat juga pernah menduduki sejumlah jabatan penting dalam pemerintahan Indonesia.

Ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional melalui Keppres Nomor 10/TK/1969.

8. Soekarno, Proklamator Kemerdekaan dari Surabaya

Soekarno. (Foto: Wikipedia)

Soekarno lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901. Ia merupakan tokoh utama perjuangan kemerdekaan sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia.

Bersama Mohammad Hatta, Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 yang menjadi tanda lahirnya negara Indonesia.

Atas perjuangannya, Soekarno mendapatkan gelar Pahlawan Proklamator sekaligus Pahlawan Nasional melalui Keppres Nomor 81/TK/1986.

9. Prof Dr Moestopo, Tokoh Militer dan Pendidikan

Prof Dr Moestopo. (Foto: Wikipedia)

Mayor Jenderal TNI Prof Dr Moestopo lahir di Kediri pada 13 Juli 1913.

Ia mengawali perjuangannya saat masa pendudukan Jepang dengan bergabung dalam organisasi Pembela Tanah Air (PETA). Setelah kemerdekaan, ia aktif dalam perjuangan mempertahankan Indonesia melalui berbagai operasi militer.

Selain dikenal sebagai tokoh militer, Moestopo juga berkontribusi dalam bidang kesehatan dan pendidikan.

Pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Prof Dr Moestopo melalui Keppres Nomor 66/TK/2007.

10. Bung Tomo, Simbol Perjuangan Arek Surabaya

Bung Tomo. (Foto: Wikipedia)

Sutomo atau Bung Tomo lahir di Surabaya pada 3 Oktober 1920. Namanya tidak bisa dipisahkan dari perjuangan rakyat Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan pada Pertempuran 10 November 1945.

Melalui siaran Radio Pemberontakan Surabaya, Bung Tomo membakar semangat rakyat dengan pidato-pidatonya agar terus melawan pasukan Sekutu.

Peristiwa tersebut kemudian dikenang sebagai salah satu pertempuran terbesar dalam sejarah mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Atas jasa perjuangannya, Bung Tomo ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional melalui Keppres Nomor 41/TK/2008.

Jawa Timur dan Jejak Panjang Perjuangan Bangsa

Keberadaan para pahlawan tersebut menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah Indonesia. Mereka tidak hanya berjuang dengan senjata, tetapi juga melalui pendidikan, organisasi, politik, agama, hingga diplomasi.

Perjuangan para tokoh asal Jawa Timur menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari kerja keras dan pengorbanan banyak pihak.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya, Pahlawan Nasional, Jawa Timur, Pahlawan Kemerdekaan, Kemerdekaan Indonesia, Perjuangan Kemerdekaan Indonesia,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette