Sinyal HP Tiba-tiba Hilang di Tempat Ramai? Jangan Diabaikan, Saldo Rekening Bisa Ludes
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
28 - Jul - 2026, 09:22
JATIMTIMES - Sinyal ponsel yang tiba-tiba hilang atau berubah menjadi 2G saat berada di tempat ramai ternyata tidak selalu disebabkan gangguan jaringan. Kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda adanya aksi kejahatan siber menggunakan perangkat yang dikenal sebagai IMSI catcher atau fake BTS.
Peringatan itu disampaikan Dicky Ibrohim, lulusan S1 Teknik Informatika Universitas Dian Nuswantoro, melalui unggahan di akun Threads miliknya. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mengabaikan ketika sinyal ponsel mendadak melemah di lokasi yang dipadati orang.
Baca Juga : Agent Kim Reactivated Bakal Lanjut Season 2? Ini Kata Studio S
"Kalau sinyal HP lo tiba-tiba drop di tempat ramai, jangan cuek. Serius. Keliatannya gangguan biasa. Tapi ini bisa bahaya," tulis Dicky, dikutip Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, pelaku kejahatan dapat menggunakan perangkat portabel yang menyamar sebagai menara pemancar seluler atau fake BTS. Perangkat tersebut memancarkan sinyal lebih kuat dibanding BTS resmi sehingga ponsel korban otomatis terhubung tanpa disadari.
"Ada alat portabel yang bisa nyamar jadi menara seluler. Namanya IMSI catcher, atau fake BTS. HP lo otomatis nyambung karena sinyalnya dipancarin lebih kuat dari BTS asli. Lo nggak bakal sadar," jelasnya.
Dicky menjelaskan, setelah ponsel terhubung ke fake BTS, pelaku dapat mengirim SMS yang terlihat seolah-olah berasal dari bank maupun perusahaan besar.
"SMS palsu bisa masuk ke folder yang sama dengan SMS dari layanan asli. Susah dibedain!" ungkapnya.
Ia mencontohkan, pelaku dapat mengirim pesan yang mengatasnamakan bank dengan dalih terjadi transaksi mencurigakan. Korban kemudian diminta membuka tautan tertentu untuk membatalkan transaksi.
"Dia bisa aja kirim SMS, seolah olah ada transaksi dari bankmu, untuk batalin, wajib klik tautan (palsu)," tulisnya.
Saat korban panik dan mengikuti instruksi di tautan tersebut, pelaku akan berupaya memperoleh kode OTP maupun data login perbankan.
"Karena kamu gak merasa melakukan transaksi itu... Panik... Karena kamu panik... kamu klik, isi... ada OTP asli masuk, dan ... Lu masukin. Game over. Saldo rekening Lo, kosong dikuras abis." katanyam
Dicky menyebut salah satu ciri yang patut diwaspadai adalah sinyal ponsel yang mendadak berubah menjadi 2G, padahal sebelumnya berada di jaringan 4G atau 5G, terutama ketika berada di lokasi yang ramai.
"Gangguannya tiba-tiba, di tempat rame, dan lo lihat indikator drop ke '2G' padahal biasanya 4G/5G." ujarnya.
Jika mengalami kondisi tersebut, ia menyarankan masyarakat menunda seluruh aktivitas yang berkaitan dengan layanan perbankan digital.
"Kalau lo ngalamin itu..., tunda dulu transaksi banking. Apapun itu. Transfer, cek saldo, bayar tagihan. Tunggu sampai sinyal balik normal 4G atau 5G." paparnya.
Baca Juga : Agent Kim Reactivated Bakal Lanjut Season 2? Ini Kata Studio S
Meski sinyal sudah kembali normal, pengguna tetap diminta tidak langsung mempercayai SMS yang diterima.
"Kalau sinyal dah kembali 4G atau 5G, jangan buru-buru klik link tadi, cek lewat app resmi yang sudah ada diponselmu 'manual'. Cek mutasi..." Jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa bank pada umumnya tidak mengirim tautan melalui SMS untuk meminta nasabah masuk kembali ke akun atau memasukkan kode OTP.
"Jangan mudah percaya..., gak mungkin juga bank ngirim link lalu minta login ulang... apa lagi minta kode unik / OTP via SMS." katanya.
Selain memanfaatkan fake BTS, pelaku juga kerap menyamarkan alamat situs agar terlihat identik dengan situs resmi. Perbedaannya bisa sangat tipis, misalnya mengganti huruf kecil "l" dengan huruf besar "I", atau menggunakan karakter dari alfabet lain yang bentuknya menyerupai huruf Latin.
Karena sekilas tampak sama, banyak pengguna tidak menyadari bahwa tautan yang dibuka sebenarnya mengarah ke situs phishing yang bertujuan mencuri data akun.
Dicky menambahkan, penggunaan aplikasi anti-malware dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan. Menurutnya, banyak aplikasi keamanan yang mampu mengenali tautan palsu dan memberikan peringatan sebelum situs berbahaya terbuka.
"Anti malware yang bagus, umumnya bisa deteksi link palsu/tiruan. Meskipun mungkin ada case tertentu yang gak kedetek, tapi Anti Malware ini bener-bener bantu jagain ponsel kita." tegasnya.
Ia menutup pesannya dengan mengingatkan bahwa tidak terburu-buru mengambil tindakan saat menerima SMS mencurigakan bisa menjadi langkah sederhana untuk menghindari kerugian besar.
"Terkadang, menunggu bisa menyelamatkan kita dari penyesalan jangka panjang." tutup Dicky.
