Dinsos-P3AP2KB Berikan Penghargaan Kepada Lintas Stakeholder, Perkuat Kolaborasi Wujudkan KLA Utama

Reporter

Tubagus Achmad

26 - Jul - 2026, 08:12

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito Widoyoko (tengah) bersama Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita saat menyerahkan piagam penghargaan kepada lintas stakeholder yang peduli terhadap anak dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 di Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, Sabtu (25/7/2026). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang berikan penghargaan kepada 11 instansi dan organisasi yang telah berkomitmen bersama-sama dalam memberikan perlindungan dan menjamin pemenuhan hak anak. 

Sebanyak 11 instansi dan organisasi yang menerima penghargaan di momentum puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026, di antaranya Pengadilan Agama Malang Kelas 1A, Tim Penggerak PKK Kota Malang, Kantor Kementerian Agama RI Kota Malang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Malang, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Malang, Pondok Pesantren Alhayatul Islamiyah, Komisi Nasional Perlindungan Anak, serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri. 

Baca Juga : Luncurkan Logo Hari Jadi Ke-1.266, Pemkab Malang Tegaskan Arah Pembangunan Daerah Berdaya Saing

Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 yang terpusat di Malang Creative Center (MCC) Kota Malang. Di mana masing-masing perwakilan pimpinan instansi maupun organisasi hadir secara langsung untuk menerima penghargaan tersebut. 

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito Widoyoko menyampaikan, pemberian penghargaan kepada 11 instansi dan organisasi ini merupakan wujud apresiasi dari Dinsos-P3AP2KB Kota Malang atas sinergitas yang telah terjalin dalam melindungi serta memenuhi hak-hak anak di Kota Malang. 

Donny menuturkan, bahwa Dinsos-P3AP2KB Kota Malanh tidak dapat bekerja sendiri dalam memberikan perlindungan dan memenuhi hak-hak anak Kota Malang. Menurutnya, diperlukan penguatan sinergitas lintas instansi maupun organisasi. 

"Diperlukan kerja sama antara pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, media massa, organisasi profesi, lembaga masyarakat, perguruan tinggi serta seluruh pemangku kepentingan untuk memenuhi hak dan memberikan perlindungan kepada anak," ungkap Donny. 

Ia menegaskan, kolaborasi yang terjalin harus dimulai dari lingkungan terdekat anak, yakni dari keluarga. Di mana keluarga harus menjadi tempat pertama bagi anak untuk mendapatkan kasih sayang, perlindungan dan pendidikan karakter. 

Selain itu, satuan pendidikan juga harus memastikan lingkungan pendidikan menjadi ruang yang aman, menyenangkan, inklusif dan bebas dari kekerasan. Sedangkan lingkungan masyarakat diharapkan memiliki kepedulian untuk mencegah serta melaporkan apabila menemukan anak yang menjadi korban kekerasan atau membutuhkan perlindungan.

Sehingga, dengan begitu Kota Malang akan menjadi kota yang ramah dan aman bagi anak. Pihaknya berkomitmen akan terus memperkuat dan mengembangkan kolaborasi lintas instansi serta organisasi untuk memberikan jaminan keamanan bagi anak dan memenuhi hak-hak anak. 

Baca Juga : Daftar Negara dengan Paspor Terkuat di Dunia 2026, Indonesia Nomor Berapa? 

Hal itu juga menjadi salah satu upaya agar Kota Malang bisa mendapatkan penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA) Utama. Mengingat saat ini Kota Malang masih berada di KLA Nindya, Donny berharap seluruh pihak dapat memberikan dukungan dan komitmennya agar tahun 2027 mendatang Kota Malang bisa meraih penghargaan sebagai KLA Utama. 

"Saat ini kita sedang berupaya memenuhi seluruh indikator-indikator penilaian KLA yang dipersyaratkan oleh kementerian. Di mana pemenuhan indikator-indikator ini juga melibatkan lintas perangkat daerah di lingkungan Pemkot Malang," kata Donny. 

Ia mengaku tidak mengetahui saat ini angka yang didapatkan oleh Kota Malang sementara ini berapa dalam pemenuhan indikator-indikator penilaian. Pasalnya, hal itu merupakan kewenangan dari pemerintah pusat. Namun, pihaknya berharap, seluruh kerja keras dari Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, pilar-pilar sosial, instansi, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat dapat membuahkan hasil menetapkan Kota Malang sebagai KLA Utama

"Harapan kami, proses pemenuhan indikator penilaian berjalan dengan lancar dan kami harap di penetapan KLA tahun 2027 mendatang, Kota Malang bisa meraih KLA Utama," pungkas Donny. (ADV)


Topik

Pemerintahan, Dinsos P3AP2KB Kota Malang, donny sandito, kota layak anak, kla utama, hari anak nasional,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette