Titiek Soeharto Tinjau Tambang Emas Banyuwangi, DPR RI Pastikan Investasi Tak Abaikan Lingkungan
Reporter
Nurhadi Joyo
Editor
Nurlayla Ratri
24 - Jul - 2026, 10:51
JATIMTIMES – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja ke kawasan operasional PT Bumi Suksesindo (PT BSI) di Tambang Emas Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Kamis (23/7/2026). Kunjungan tersebut difokuskan untuk memastikan aktivitas pertambangan berjalan sesuai ketentuan lingkungan, memenuhi kewajiban penggunaan kawasan hutan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Rombongan dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, didampingi anggota Komisi IV DPR RI asal Banyuwangi, Sumail Abdullah dan Sonny T. Danaparamita. Turut hadir perwakilan Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Baca Juga : Bakat Amora Sukma Negara, Putri Ketua DPRD Banyuwangi Memikat Hati Penonton Malam Pesona Keroncong 2026
Dalam pemaparan Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan Kementerian Kehutanan, PT BSI dilaporkan telah memenuhi kewajiban Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH). Perusahaan menyerahkan lahan kompensasi seluas 1.991,838 hektare atau lebih besar dari kewajiban yang ditetapkan, yakni 992,86 hektare. Lahan tersebut kini telah ditetapkan sebagai kawasan hutan permanen.
Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, menegaskan pengawasan yang dilakukan DPR tidak hanya berfokus pada kepatuhan administratif perusahaan, tetapi juga memastikan investasi di sektor pertambangan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
"Yang kami pastikan adalah bagaimana kepatuhan terhadap aturan lingkungan berjalan dengan baik dan manfaat investasi benar-benar dirasakan masyarakat sekitar," tegas Titiek.
Selain mengevaluasi pelaksanaan PPKH, Komisi IV DPR RI juga menyoroti perlunya perlindungan kawasan hutan dari aktivitas perambahan dan pembalakan liar. Menurut Titiek, upaya menjaga kelestarian hutan memerlukan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan pelaku usaha agar keberlanjutan lingkungan tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Sementara itu, Presiden Direktur PT BSI, Adi Adriansyah Sjoekri, menjelaskan operasional Tambang Emas Tujuh Bukit dirancang dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan prinsip keberlanjutan.
Baca Juga : Pemkab Malang Dorong Penguatan Budaya Inovasi di Setiap Perangkat Daerah
Ia mengatakan perusahaan juga menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, peningkatan ekonomi masyarakat, penyerapan tenaga kerja lokal, pelestarian lingkungan, pembangunan infrastruktur, penguatan kelembagaan masyarakat, hingga kegiatan sosial dan budaya.
Di sisi lain, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas menyebut investasi PT BSI memberikan nilai tambah bagi daerah melalui kepemilikan Golden Share. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tengah menyiapkan Peraturan Daerah tentang Dana Abadi Daerah sebagai instrumen untuk mengoptimalkan manfaat ekonomi dari kepemilikan saham tersebut bagi kesejahteraan masyarakat.
Kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan terhadap investasi strategis nasional. Melalui peninjauan langsung ke kawasan Tambang Emas Tumpang Pitu, DPR ingin memastikan kegiatan pertambangan tetap berjalan sesuai regulasi, menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Banyuwangi.
