Wujud Nyata Lestarikan Alam, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Lepaskan Tukik ke Laut

22 - Jul - 2026, 07:05

Pelepasliaran tukik di Pantai Bajulmati oleh civitas akademika Universitas PGRI Kanjuruhan (foto: Pipit/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Komitmen Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2026, kampus tersebut menggelar pelepasliaran tukik dan penanaman mangrove di Pantai Bajulmati, Kabupaten Malang, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan bertajuk Pelepasliaran Tukik Bersama Putra Putri Kampus UNIKAMA dalam Rangka Memperingati Hari Anak Nasional itu tidak hanya melibatkan mahasiswa, tetapi juga mengajak siswa SDN 2 Tambaksari, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Baca Juga : Dorong Edukasi Green Energy, Pemkot Surabaya Hadirkan Living Lab Energi Terbarukan di KRM  

Rektor Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Prof Sudi Dul Aji, mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam menjaga kelestarian alam.

"Anak-anak harus dikenalkan mengenai konservasi alam sejak dari kecil. Sehingga kecintaan dalam melestarikan alam tertancap sejak dini. Selain itu kegiatan ini juga memang bertepatan dengan agenda memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli," katanya.

Menurutnya, pelepasliaran tukik bukan sekadar kegiatan seremonial. Harapannya, tukik yang dilepas mampu tumbuh sehat dan memberi dampak positif bagi keseimbangan ekosistem laut.

"Dilepas, bisa hidup, sehat, dan membawa keberkahan. Karena dengan tukik yang bisa kita lepas dan hidup, komunitasnya nanti akan mempengaruhi lingkungan di sekitarnya. Inilah yang sebenarnya kita ingin harapkan. Dengan adanya proses pelepasan tukik melibatkan anak-anak SD, sejak awal mereka harus kita didik untuk itu. Ada edukasi tentang bagaimana melakukan melestarikan lingkungan hidup kita," ujarnya.

Sudi menjelaskan, dipilihnya tema lingkungan sekaligus melibatkan siswa sekolah dasar merupakan bagian dari visi UNIKAMA dalam mewujudkan green campus. Edukasi lingkungan, menurutnya, harus dimulai sejak dini agar kepedulian terhadap alam menjadi bagian dari karakter generasi muda.

"Karena sebenarnya kampus kami sebenarnya ingin menyanangkan green campus, kampus hijau. Nah, salah satunya adalah melestarikan lingkungan. Nah, untuk itu kita melakukan proses edukasi mulai dari anak-anak SD kita libatkan. Mudah-mudahan ini akan berdampak pada pemahaman mereka bahwa peduli lingkungan harus kita tanamkan sejak usia dini. Mahasiswa juga kita libatkan, Putra-Putri Kampus, dalam rangka juga supaya peduli lingkungan tersebut," ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan serupa ke depan akan diperluas dengan melibatkan pelajar SMP hingga SMA agar gerakan menjaga lingkungan semakin masif di tengah masyarakat.

"Nah, kita berharap dengan ini adalah mungkin langkah awal, tetapi suatu saat nanti ada anak SMP, SMA yang juga dilibatkan sehingga masyarakat luas bisa sama-sama terlibat dalam kepedulian terhadap lingkungan kita," tambahnya.

Selain mengikuti kelas konservasi, peserta juga menanam mangrove sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir. Sudi menjelaskan, Pantai Bajulmati dipilih karena memiliki kawasan konservasi penyu yang aktif sekaligus ekosistem mangrove yang berperan penting dalam menjaga habitat penyu.

"Karena di sini kebetulan ada penangkaran penyu dan ada pelepasan tukik yang setiap saat dilakukan. Dan ternyata pelepasan tukik juga tidak setiap saat, menunggu besarnya tukik sampai bisa dilepas ke pantai. Nah, itu butuh waktu tertentu sehingga kita bekerja sama dengan BSTC di Bajulmati karena pas hari ini juga mereka melepaskan tukik itu, karena dari durasi waktunya," jelasnya.

Sebelum melepas tukik ke laut, peserta terlebih dahulu mengikuti kelas alam yang dipandu langsung oleh Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC). Dalam sesi tersebut, anak-anak dan mahasiswa mendapat edukasi mengenai konservasi penyu, ekosistem pesisir, hingga pentingnya menjaga habitat alami.

Sudi berharap kerja sama antara UNIKAMA dan BSTC tidak berhenti pada kegiatan kali ini, melainkan terus berlanjut dalam berbagai program konservasi lainnya.

"Kerjasama yang terjalin dengan BSTC ini jangan hanya dalam bentuk ceremony saja, tapi harus dilanjutkan," tegasnya.

Baca Juga : JatimTIMES Bekali Ratusan Mahasiswa KKN Unikama Teknik Menulis Berita Pengabdian di Desa

Selain mengikuti kelas konservasi, peserta juga menanam mangrove sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir. Sudi menjelaskan, Pantai Bajulmati dipilih karena memiliki kawasan konservasi penyu yang aktif sekaligus ekosistem mangrove yang berperan penting dalam menjaga habitat penyu.

"Karena di sini kebetulan ada penangkaran penyu dan ada pelepasan tukik yang setiap saat dilakukan. Dan ternyata pelepasan tukik juga tidak setiap saat, menunggu besarnya tukik sampai bisa dilepas ke pantai. Nah, itu butuh waktu tertentu sehingga kita bekerja sama dengan BSTC di Bajulmati karena pas hari ini juga mereka melepaskan tukik itu, karena dari durasi waktunya," jelasnya.

Ketua BSTC Sutari menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi menjadi suntikan semangat bagi para pegiat konservasi yang selama ini berjuang menjaga populasi penyu di pesisir selatan Malang.

"Ada banyak tantangan dalam melakukan konservasi alam ini. Kami melakukam penyelamatan terhadap penyu mulai 2009. Dari situ mulai banyak kegiatan yang di lakukan," katanya.

Ia menilai, semakin banyak institusi pendidikan yang terlibat, semakin luas pula kesadaran masyarakat untuk hidup berdampingan dengan alam.

"Kita hidup berdampingan dengan alam, maka konservasi ini menjadi tanggungjawab kita bersama," ujarnya.

Selain mengikuti kelas konservasi, peserta juga menanam mangrove sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir. Sudi menjelaskan, Pantai Bajulmati dipilih karena memiliki kawasan konservasi penyu yang aktif sekaligus ekosistem mangrove yang berperan penting dalam menjaga habitat penyu.

"Karena di sini kebetulan ada penangkaran penyu dan ada pelepasan tukik yang setiap saat dilakukan. Dan ternyata pelepasan tukik juga tidak setiap saat, menunggu besarnya tukik sampai bisa dilepas ke pantai. Nah, itu butuh waktu tertentu sehingga kita bekerja sama dengan BSTC di Bajulmati karena pas hari ini juga mereka melepaskan tukik itu, karena dari durasi waktunya," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Sutari juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Malang menjadi salah satu kawasan penting bagi konservasi penyu di Indonesia. Dari tujuh spesies penyu di dunia, lima di antaranya dapat ditemukan di wilayah tersebut.

"Luar biasa sekali karena dari tujuh jenis atau spesies penyu di dunia, lima jenis diantaranya ada di Kabupaten Malang," tambahnya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari para peserta. Reno Dafa, salah seorang siswa SDN 2 Tambaksari, mengaku senang bisa belajar langsung tentang lingkungan sekaligus ikut melepas tukik ke laut. "Senang sekali, karena diajak pelepasan tukik, diajak nanam pohon juga," kata Reno.


Topik

Pendidikan, Lestarikan Alam, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Unikama, Pelepasan Tukik, Ekosistem Laut,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette