Pendampingan Berlanjut, 45 Keluarga Korban Kanjuruhan Ikuti Ziarah Religi

19 - Jul - 2026, 05:51

Para rombongan saat menaiki bus di halaman Mapolresta Malang Kota. (Foto: Istimewa)


JATIMTIMES - Sebanyak 45 keluarga korban Tragedi Kanjuruhan bersama pengurus Museum Kanjuruhan mengikuti ziarah religi ke tempat situs spiritual di Jawa Timur, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan yang difasilitasi Polresta Malang Kota ini menjadi bagian dari upaya menjaga pendampingan psikososial sekaligus mempererat hubungan dengan keluarga korban yang hingga kini masih terus mendapat perhatian.

Rombongan terdiri dari keluarga korban Kanjuruhan asal Kota Malang serta pengurus Museum Kanjuruhan. Selama perjalanan, mereka didampingi AKP Totok Hariyanto yang ditunjuk langsung oleh Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana untuk mendampingi peserta hingga kembali ke Malang.

Baca Juga : Gerakan Indonesia Berkiblat Mengakar di MTsN 2 Kota Malang, Ratusan Akun Rasydul Kiblat Terbentuk

Dalam perjalanan tersebut, rombongan mengunjungi empat lokasi yang memiliki nilai sejarah dan spiritual, yakni Makam Sunan Ampel di Surabaya, Makam Syaikhona Kholil di Bangkalan, kawasan Air Mata Ibu di Kabupaten Pamekasan, serta Petilasan Joko Tarub di Pamekasan.

Keempat lokasi dipilih karena memiliki makna religius sekaligus menjadi pengingat pentingnya nilai keteladanan, pengorbanan, dan kebersamaan. Selain berdoa, para peserta juga diajak merefleksikan nilai-nilai kehidupan melalui sejarah para tokoh yang pernah berperan besar dalam perkembangan masyarakat.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk keberlanjutan perhatian kepada keluarga korban, bukan sekadar agenda seremonial.

“Kami memberikan kesempatan kepada keluarga korban Kanjuruhan melaksanakan ziarah ke makam para ulama serta tokoh yang memiliki nilai sejarah dan spiritual,” kata Putu Kholis.

Menurutnya, menjaga komunikasi dengan keluarga korban merupakan bagian dari komitmen Polresta Malang Kota dalam menghadirkan pelayanan yang mengedepankan sisi kemanusiaan. Kebersamaan tidak berhenti setelah sebuah peristiwa berlalu.

Baca Juga : Peringati Muharam dan Harlah, Politisi PKB Ajak Komunitas Vespa Riding hingga Baksos

“Kami ingin terus merawat komunikasi, memperkuat persaudaraan, dan memastikan keluarga korban tetap merasakan kehadiran negara melalui Polri,” imbuhnya.

Bagi Polresta Malang Kota, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pendekatan pemulihan sosial. Dengan mempertemukan keluarga korban dalam satu perjalanan, diharapkan tercipta ruang saling menguatkan antar sesama keluarga yang pernah mengalami kehilangan akibat Tragedi Kanjuruhan.

Dengan kegiatan ini, Polresta Malang Kota menegaskan bahwa pendampingan terhadap keluarga korban tidak berhenti pada penanganan pascatragedi, tetapi terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat sosial, emosional, maupun spiritual. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus menghadirkan rasa kebersamaan bagi keluarga korban dalam proses pemulihan yang masih terus berlangsung.


Topik

Peristiwa, Tragedi Kanjuruhan, korban kanjuruhan, Polresta Malang Kota, ziarah wali,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette