Tangkal Kejahatan Siber, Cak Sumardi Bekali Emak-Emak Jombang Literasi Digital
Reporter
Adi Rosul
Editor
Nurlayla Ratri
18 - Jul - 2026, 08:46
JATIMTIMES - Korban kejahatan digital kini kian mengancam warganet di dunia maya. Agar tidak terjerumus dalam disinformasi digital, Anggota Komisi A DPRD Jatim Sumardi membekali emak-emak di Jombang literasi digital.
Kegiatan penguatan literasi digital digelar Cak Sumardi bersama Dinas Kominfo Jawa Timur di Royal Hotel Trawas Mojokerto selama 2 hari sejak 18-19 Juli 2026. Acara ini diikuti warga Jombang dari Desa Mojongapit, Cukir, Pandanwangi, Kwaron, dan Diwek. Emak-emak yang ikut pun turut antusias mendengarkan materi yang diberikan.
Baca Juga : Bocah SD di Boyolali Ini Dapat Apresiasi dari NASA Amerika, Ternyata Begini Kebiasaan Belajarnya
Selama dua hari, peserta akan dibekali materi penguatan literasi digital. Seperti strategi bermedia digital yang cerdas di tengah arus informasi, pemahaman regulasi UU ITE guna mencegah pelanggaran hukum, dan peran kepolisiam dalam pencegahan dan penegakan hukum.
Cak Sumardi menyampaikan, penguatan literasi digital perlu diberikan kepada masyarakat yang aktif menerima arus informasi publik di berbagai platform digital. Tujuannya tidak lain agar masyarakat, terutama emak-emak tidak termakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
"Nah penguatan materi ini memang perlu diberikan ke masyarakat. Karena banyak informasi liar di dalam media sosial," ucapnya, Sabtu (18/07/2026).
Karena itu, Cak Sumardi mewanti-wanti agar masyarakat bisa waspada dari informasi atau berbagai tawaran di media sosial yang bisa menjerat ke dalam kejahatan siber. Selain itu, ia jiga meminta agar terus mengawasi aktifitas anak-anak dalam bermedia sosial.
"Saya berharap kita semua waspada dengan kejahatan siber di media sosial, seperti judi online, bulliying, hingga peredaran narkoba. Kita harus berhati-hati agar tidak terjerat UU ITE," ujarnya.
Sementara, Kepala Dusun Mojongapit Didik Rahmanto mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat yang ada di desa. Sebab, banyak masyarakat yang masih awam tentang kejahatan siber yang kapan saja bisa datang mengancam.
"Terima kasih atas materi yang diberikan. Semoga setelah ini bisa menjadi wawasan baru dan penguatan literasi digital di masyarakat desa, agar terhindar dari jerat kejahatan siber," pungkasnya.(*)
