Gubernur Khofifah Tinjau Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Negara Siap Putus Mata Rantai Kemiskinan

Editor

A Yahya

18 - Jul - 2026, 02:47

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa


JATIMTIMES – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku terkesan dengan progres pembangunan sekaligus kelengkapan fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Banyuwangi yang berlokasi di Dusun Krajan, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (18/7).

Menurut Khofifah, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sebagai ikhtiar memutus mata rantai kemiskinan sekaligus menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Baca Juga : Indonesia Tambah 3 Negara Bebas Visa Kunjungan, Kini Total Jadi 19 Negara

Saat ini, progres pembangunan SRT 1 Banyuwangi telah mencapai 88,7 persen dan ditargetkan rampung dalam 12 hari ke depan. Sekolah ini mengintegrasikan jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan, lengkap dengan asrama siswa, ruang kelas modern, laboratorium, gedung serbaguna, fasilitas olahraga, hingga sarana ibadah.

Usai meninjau sejumlah fasilitas, Gubernur Khofifah menilai kualitas sarana yang disediakan sangat representatif dan mampu mendukung proses pembelajaran secara optimal.

"Melihat ruang kelas, ini juga coba dilihat area untuk olahraga, saya rasa kita sulit untuk menemukan sekolah dengan kapasitas fasilitas olahraga seperti ini, dan pada hari ini sekolah rakyat bisa memberikan fasilitas itu, dan semua _free of charge,_ ini program yang sangat strategis yang dilakukan oleh pemerintah Prabowo Gibran," kata Gubernur Khofifah usai melakukan peninjauan.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pendidikan adalah salah satu cara atau ikhtiar untuk dapat memutuskan mata rantai kemiskinan. SRT 1 Banyuwangi merupakan bentuk nyata upaya pemerintah untuk memberikan pendidikan terbaik bagi masyarakat ayang ada di desil 1 dan 2 untuk mendapatkan pendidikan yang layak dengan dilengkapi fasilitas penunjang yang sangat baik.

"Cara kita  memutus mata rantai kemiskinan di berikan fasilitas pendidikan yang baik bagi putra-putri mereka," imbuhnya.

"Jawa Timur ini terbanyak memiliki sekolah rakyat baik yang di dalam proses rintisan maupun yang di dalam proses pelaksanaan secara permanen, ini yang sudah permanen lahan disiapkan oleh kabupaten dan kota dan pembiayaan seluruhnya di dalam pembiayaan APBN," terangnya.

Pada tahun pelajaran 2026/2027 SR Terintegrasi Muncar ini menerima total 237 siswa diantaranya 90 siswa SMA, 90 siswa SMP dan 57 Siswa SD. SR Terintegrasi 1 Banyuwangi ini merupakan gabungan dari SR Rintisan Banyuwangi yaitu dari SRT 2 Banyuwangi yang berada di Gedung Balai Pendidikan dan Latihan PNS di Kecamatan Licin dan SRT 46 Banyuwangi yang terletak di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Banyuwangi. 

"Pemprov Jatim memberikan dukungan, pertama melalui koordinasi dan jejaring dari relawan-relawan sosial, jadi kalau kita melihat bagaimana proses rekrutmen maka relawannya dari berbagai elemen ya ada pendamping PKH kemudian ada juga TKSK kemudian ada tim relawan," katanya.

Di peninjauan ini, Gubernur Khofifah juga terkesan dengan Desvita Maharani (15) salah satu murid SRT jenjang SMP yang dapat menyanyikan lagu berbahasa Osing dengan merdu.

"Dari kecil belajar nyanyi dengan siapa nak? Kalau peringatan Hari Kemerdekaan mau ya saya undang menyanyi di Grahadi?" tanyanya.

Baca Juga : Ranperda Pencegahan LGBT Mulai Disiapkan DPRD Kota Malang, Ini Alasannya

Setelahnya, Gubernur Khofifah yang didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani, dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jatim Imam Hidayat bergeser untuk meninjau pembangunan lapangan sepakbola yang ada di komplek SRT 1 Banyuwangi. 

Gubernur Khofifah berpesan agar masyarakat tidak perlu khawatir putra-putrinya bersekolah di SR. Dirinya memastikan anak-anak tersebut akan mendapatkan pendidikan terbaik sekaligus pembentukan karakter yang baik pula.

"Sangat banyak wali murid  khususnya yang jenjang Sekolah Dasar yang khawatir kalau anaknya jauh dari rumah, anaknya di asrama ini adalah proses membangun kemandirian anak-anak mereka,  membangun karakter membangun kedisiplinan dan untuk menyiapkan generasi emas 2045," ungkapnya.

Sementara itu salah satu wali murid SRT 1  Banyuwangi jenjang SD Yeni Anindia Lestari (31) menyampaikan rasa bangganya lantaran puteranya bisa menjadi salah satu murid di SRT 1 Banyuwangi. 

Baginya yang seorang pekerja SPPG di Banyuwangi dan suaminya yang seorang satpam sepertinya tidak mungkin anaknya dapat bersekolah di sekolah yang megah, kokoh dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang terbilang bagus. 

"Saya bangga anak saya bisa masuk ke sekolahan yang besar ini, yang megah ini, sebelumnya saya tidak menyangka anak saya bisa sekolah di SR," kaya Yeni sambil berkaca-kaca. 

Ia berterima kasih atas kesediaan Gubernur Khofifah mengunjungi SRT 1 Banyuwangi. Ia berharap ini akan menjadi motivasi tersendiri bagi putranya agar menimba ilmu sebaik-baiknya di SR dan berharap kelak dapat mengangkat derajat dan martabat keluarganya. 

"Semoga anak saya krasan sekolah di sini, bisa belajar dengan baik dan nanti bisa mengangkat derajat dan martabat keluarga," harapnya. 


Topik

Pendidikan, sekolah rakyat terintegrasi, sekolah rakyat, srt 1 banyuwangi, khofifah indar parawansa,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette