Wisatawan Asing Naik, PHRI: Okupansi Hotel di Kota Malang Tetap Terjaga Meski Pendapatan Tertekan
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Nurlayla Ratri
15 - Jul - 2026, 08:13
JATIMTIMES - Industri perhotelan di Kota Malang belum merasakan dampak signifikan terhadap tingkat okupansi di tengah kondisi perekonomian saat ini. Namun, pelaku usaha mengakui pendapatan hotel mengalami tekanan akibat meningkatnya biaya operasional.
Ketua BPC PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, mengatakan kenaikan sejumlah komponen biaya, seperti harga energi, membuat beban operasional hotel semakin besar. Di sisi lain, pengelola hotel belum leluasa menaikkan tarif kamar karena mempertimbangkan persaingan antarhotel.
Baca Juga : Sport Tourism Jadi Magnet, Event Olahraga Disebut Dominasi 1.000 Event Kota Malang
"Kalau okupansi masih belum terpengaruh. Tapi kalau revenue memang agak menurun karena biaya-biaya naik. Harga-harga naik, sementara tarif hotel belum bisa dinaikkan karena nanti tamu keberatan, ditambah persaingan harga antarteman hotel juga cukup ketat," ujarnya.
Menurut Agoes, kenaikan harga bahan bakar juga berdampak pada biaya operasional hotel, terutama saat harus mengoperasikan genset ketika terjadi pemadaman listrik. Meski hotel umumnya menggunakan solar nonsubsidi, harga bahan bakar tersebut juga mengalami kenaikan.
Ia menambahkan, kondisi operasional saat ini sudah mulai lebih stabil. Pasokan listrik dinilai aman dan harga BBM juga tidak lagi mengalami gejolak seperti sebelumnya. Meski demikian, tekanan terhadap pendapatan hotel masih terasa.
"Yang sekarang harus dijaga itu stabilitasnya. Listrik sudah aman, BBM juga. Cuma memang pendapatan teman-teman hotel masih turun karena biaya operasional lebih besar," katanya.
Di sisi lain, Agoes melihat tren positif dari meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Malang. Menurutnya, jumlah wisatawan asing tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga : Rampungkan Renovasi, Mercure Surabaya Grand Mirama Tampil dengan Wajah Baru
"Herannya sekarang wisatawan asing banyak. Saya juga berpikir, apakah karena nilai rupiah lebih murah. Yang jelas dibanding tahun-tahun sebelumnya memang meningkat. Seperti yang disampaikan Kepala Dinas, sekarang wisatawan asing sudah mulai banyak," ungkapnya.
Menurut Agoes, meningkatnya kunjungan wisatawan menjadi angin segar bagi sektor perhotelan. Kondisi tersebut membantu menjaga tingkat hunian hotel tetap stabil meskipun pelaku usaha masih menghadapi tekanan pada sisi pendapatan akibat kenaikan biaya operasional.
