Wali Kota Blitar Sambut Kedatangan Menteri Dikdasmen, Tabligh Akbar Jadi Pencerahan Hadapi Era AI
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Dede Nana
13 - Jul - 2026, 03:29
JATIMTIMES – Pemerintah Kota Blitar menyambut hangat kedatangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Republik Indonesia Abdul Mu't di Kota Blitar. Dalam Tabligh Akbar Muhammadiyah di Perguruan Muhammadiyah Kota Blitar, Minggu (12/7/2026). Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin menyebut kunjungan Abdul Mu'ti sebagai momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi membangun sumber daya manusia unggul di tengah perkembangan era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Tabligh Akbar tersebut dihadiri warga Muhammadiyah, tokoh agama, akademisi, Forkopimda Kota Blitar, serta masyarakat umum. Selain menjadi forum pengajian, kegiatan itu juga menjadi ruang dialog mengenai pendidikan, ilmu pengetahuan, dan perkembangan teknologi.
Baca Juga : Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026, Duel Rivalitas Lama Perebutkan Tiket Final
Mengawali ceramahnya, Abdul Mu'ti mengatakan materi yang disampaikan di Kota Blitar diharapkan menjadi pemahaman sekaligus pencerahan bagi masyarakat.
"Saya akan menyampaikan beberapa hal yang menurut saya penting untuk dijadikan pemahaman bersama-sama, sekaligus menjadi pencerahan untuk kita semua. Tema acara ini seperti seminar nasional. Hari ini lengkap, ada Pak Wali Kota, Pak Kapolres, sehingga menjadi silaturahim di dalam pengajian ini," ujar Abdul Mu'ti.
Ia kemudian mengajak jamaah merenungkan kandungan Surah Ali Imran ayat 190 tentang penciptaan langit dan bumi sebagai tanda kebesaran Allah bagi ulul albab.
Menurut Abdul Mu'ti, ulul albab adalah pribadi yang mampu memadukan kekuatan spiritual dengan kemampuan berpikir kritis. Mereka senantiasa berdzikir kepada Allah sekaligus menggunakan akal untuk memahami ciptaan-Nya sehingga melahirkan ilmu pengetahuan dan peradaban.
"Dzikir membuat kita senantiasa terhubung dengan Allah. Berpikir melahirkan ilmu. Dari berpikir lahir peradaban dan berbagai keunggulan ilmiah. Dengan cara seperti itulah umat menjadi maju karena memiliki ilmu pengetahuan dan keadaban yang tinggi," katanya.

Era AI Butuh Manusia yang Mampu Memilah Kebenaran
Dalam ceramahnya, Abdul Mu'ti juga menyoroti perkembangan kecerdasan buatan yang kini semakin memengaruhi kehidupan masyarakat.
Ia menjelaskan, AI sesungguhnya dibangun dari kumpulan data yang diunggah manusia ke internet. Karena itu, kecerdasan AI tidak selalu identik dengan kebenaran.
"Kita sekarang hidup di era AI. Kecerdasan buatan itu sebenarnya dibuat oleh manusia dengan mengumpulkan data-data. Yang dihimpun belum tentu semuanya benar. Karena itu, cerdasnya AI bukan cerdas yang asli, melainkan cerdas buatan atau imitasi," ujarnya.
Abdul Mu'ti bahkan mengaku pernah menguji kemampuan AI dengan meminta dibuatkan pidato berbahasa Jawa. Hasilnya, teknologi tersebut belum mampu memenuhi permintaannya karena keterbatasan data yang dimiliki.
"Saya pernah menggoda AI membuat pidato dalam bahasa Jawa. Dia menjawab tidak bisa karena belum ada yang memberikan input seperti itu. Tetapi kalau ditanya tentang Abdul Mu'ti, dia tahu banyak. Artinya AI bekerja berdasarkan data yang dimiliki," katanya disambut senyum jamaah.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak menggantungkan seluruh penilaian kepada teknologi.
"Manusia harus tetap menggunakan akal untuk memilah mana yang benar dan mana yang salah. Hidup di era AI kadang membuat orang tidak semakin cerdas karena terlalu bergantung pada teknologi. Kita hidup di era scroll society, masyarakat yang hanya terus menggulir informasi. Di sinilah ilmu dan kecerdasan menjadi sangat penting," tegasnya.
Mas Ibin: Kota Blitar Bertumpu pada Kualitas SDM
Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin menyampaikan selamat datang kepada Menteri Dikdasmen Republik Indonesia Prof. Dr. H. Abdul Mu'ti, M.Ed., di Bumi Bung Karno. Menurut Mas Ibin, kunjungan Menteri Dikdasmen menjadi kehormatan sekaligus momentum untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
Baca Juga : Tabrakan di Perairan Panarukan, Kapal Gardan Milik Nelayan Tenggelam
"Kehadiran Bapak Prof. Abdul Mu'ti merupakan kehormatan bagi Kota Blitar. Kami yakin kehadiran beliau membawa inspirasi, menambah semangat, serta memperkuat ikhtiar bersama dalam memajukan dunia pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa," ujar Mas Ibin.
Ia mengatakan Kota Blitar tidak memiliki keunggulan berupa sumber daya alam yang melimpah maupun berada di jalur ekonomi strategis nasional. Karena itu, investasi terbesar yang terus dibangun adalah kualitas manusianya.
"Kemajuan Kota Blitar tidak ditentukan oleh letak geografisnya, tetapi oleh kualitas sumber daya manusianya. Pendidikan menjadi investasi terbaik untuk melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing," katanya.
Mas Ibin juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas kepercayaan menjadikan Kota Blitar sebagai salah satu daerah pelaksana Program Sekolah Rakyat.
"Alhamdulillah, progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Blitar saat ini telah mencapai hampir 90 persen dan ditargetkan selesai pada 31 Juli 2026. Kami berkomitmen mendukung penuh keberhasilan program ini agar benar-benar menjadi jalan bagi anak-anak yang kurang beruntung memperoleh pendidikan berkualitas dan masa depan yang lebih baik," ungkapnya.
Wali kota menambahkan, Muhammadiyah selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui jaringan lembaga pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Muhammadiyah atas kontribusi nyata dalam memajukan pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Sinergi antara umara, ulama, dan organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah merupakan modal penting untuk mewujudkan Kota Blitar Baru, Kota Blitar Maju menuju Kota Masa Depan," tandasnya.

Mas Ibin berharap Tabligh Akbar tersebut menjadi ruang memperkaya wawasan masyarakat sekaligus memperkuat semangat membangun pendidikan yang berkemajuan di tengah perkembangan teknologi yang terus berubah.
Menurutnya, kemajuan AI harus diimbangi dengan penguatan karakter, nilai spiritual, dan budaya belajar agar mampu melahirkan generasi yang unggul secara intelektual maupun moral.
"Kemajuan teknologi harus menjadi sarana untuk memperkuat kualitas manusia, bukan menggantikan nilai-nilai kemanusiaan. Karena itu, mari kita terus membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia," pungkas Mas Ibin.
