Rotasi 41 ASN, Bupati Abdul Hamid Wahid: Promosi Jangan Jumawa, Mutasi Jangan Berkecil Hati

09 - Jul - 2026, 08:13

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid saat prosesi pelantikan (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)


JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten Bondowoso kembali melakukan penyegaran birokrasi dengan merotasi, memutasi, dan mempromosikan 41 aparatur sipil negara (ASN) yang menduduki jabatan administrator dan pengawas. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid di Pendopo Raden Bagus Asra, Kamis (9/7/2026).

Sebanyak 41 pejabat yang dilantik terdiri atas 15 pejabat administrator dan 26 pejabat pengawas. Pergeseran jabatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penguatan organisasi sekaligus untuk meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan di lingkungan Pemkab Bondowoso.

Baca Juga : Anak Muda dan Pengasuh Pesantren di Malang Berkumpul Jelang Muktamar NU, Hasilkan 9 Seruan Moral

Beberapa posisi yang mengalami pergantian di antaranya Camat Ijen yang kini dijabat Dias Zulkarnaen, Camat Tegalampel oleh Rifky Hariadi, Lurah Nangkaan oleh Erik Kurniawan, serta Lurah Sekarputih yang kini diemban Rizal.

Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, mengatakan seluruh proses mutasi dan promosi telah disusun sesuai kebutuhan organisasi sehingga tidak menimbulkan kekosongan maupun rangkap jabatan.

Menurutnya, rotasi jabatan merupakan bagian dari manajemen ASN untuk menjaga dinamika birokrasi. Aparatur yang terlalu lama berada pada satu posisi dinilai berpotensi menghambat lahirnya inovasi dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas.

"Rotasi, mutasi, dan promosi merupakan hal yang biasa dalam organisasi. Harapannya, kinerja perangkat daerah semakin optimal dan pelayanan kepada masyarakat terus meningkat," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia meminta para pejabat yang baru dilantik menjadikan momentum tersebut sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas kinerja, bukan sekadar perubahan posisi.

Dalam arahannya, Bupati menyampaikan lima pesan utama. Pertama, menjaga integritas dengan tidak menyalahgunakan kewenangan serta tetap menjunjung tinggi kejujuran dan sikap rendah hati. Kedua, meningkatkan kinerja melalui target yang jelas, disertai kreativitas dan inovasi dalam menjalankan tugas.

Baca Juga : Buntut Kasus Dugaan Pungli SWK Tambak Wedi, Wali Kota Eri Cahyadi Mutasi Lurah

Ketiga, memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarpirangkat daerah agar program pembangunan berjalan lebih efektif. Keempat, memberikan pelayanan publik yang cepat, ramah, dan mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat. Kelima, terus belajar serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan zaman.

Menutup arahannya, Abdul Hamid Wahid mengingatkan agar para ASN menyikapi promosi maupun mutasi dengan bijaksana.

"Bagi yang mendapat promosi jangan jumawa dan bagi yang mutasi jangan berkecil hati," tutupnya.


Topik

Pemerintahan, Pemkab Bondowoso, Bupati Bondowoso, mutasi,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette