Hasil Audit Inspektorat Kementerian Pertanian di Malang: Bibit Bongkar Ratoon 1.110 Hektare Telah Disalurkan
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Yunan Helmy
06 - Jul - 2026, 08:24
JATIMTIMES - Pemerintah telah merealisasikan program bongkar ratoon atau peremajaan tebu kepada para petani hingga bibit yang diperuntukkan pada sejumlah bidang lahan di beberapa wilayah. Program yang telah terealisasi pada tahun 2025 itulah yang kemudian dilakukan audit bersamaan dengan mulai direalisasikannya program bongkar ratoon pada 2026.
Perlu diketahui, program bantuan pemerintah berupa bongkar ratoon tersebut turut disalurkan melalui sejumlah pihak. Di antaranya ialah CV Lang Buana yang turut bertugas mengatur penyaluran benih dari pemerintah pusat di Malang Raya.
Baca Juga : Mi Instan Rasa Ayam Diduga Terkontaminasi Salmonella, Kasus Merebak di 14 Negara
Person in Charge (PIC) CV Lang Buana, Safik, mengatakan, bibit yang disalurkan pemerintah pusat kepada para petani tersebut telah disesuaikan dengan permintaan mayoritas di Malang. Yakni bibit BL atau varietas tebu unggul lokal yang berasal dari daerah Bululawang, Kabupaten Malang.
"Total benih di tahun 2025 itu diperuntukkan bagi 1.110 hektare," ujar Safik saat ditemui JatimTIMES pada Senin (6/7/2026).
Petani penerima program bongkar ratoon tersebut mendapat bantuan benih sebanyak 60 ribu mata per hektare. Yakni setara dengan kurang lebih enam ton benih tebu.
Sedangkan dalam realisasinya, biasanya melebihi dari ketentuan tersebut. Namun demikian,bibit yang disalurkan sebenarnya tidak dilebihkan. Hanya saja metode penghitungan dari pihak penyalur dan penerima manfaat yang berbeda-beda.
"Jatahnya per petani untuk per hektare itu 60 ribu mata plus refraksi dua persen. Sehingga total sekitar 61.200 mata," imbuhnya.
Sesuai dengan ketentuan pada yang tertera dalam kontrak yang berlaku, bantuan benih pada program bongkar ratoon tersebut disalurkan melalui kelompok tani (poktan). "Kalau kami berdasarkan kontrak yang disalurkan ke nama poktan atau gapoktan, setiap kecamatan ada kontrak. Nanti dari poktan itu yang akan menyalurkan ke petaninya," jelasnya.
Sementara CV Lang Buana bertugas mendistribusikan bibit pada program bongkar ratoon tersebut ke sejumlah poktan yang ada di Malang Raya. Termasuk di Kabupaten Malang.
"Distribusinya meliputi Malang Raya. Sedangkan kalau di Kabupaten Malang, jika tidak salah ada dua atau tiga kecamatan yang tidak menjadi kewajiban kami. Salah satunya Kecamatan Pujon," ungkapnya.
Baca Juga : Inspektorat Kementerian Pertanian Lakukan Investigasi di Kalipare, Pastikan Program Pemerintah Tepat Sasaran
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, realisasi penyaluran bantuan bibit pada program bongkar ratoon di tahun 2025 itulah yang kemudian di audit oleh pemerintah pusat. Yakni melalui Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian yang turut dilangsungkan di Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Senin (6/7/2026).
"Yang di tahun 2025 sudah tersalurkan semua. Sedangkan di tahun 2026, Juni kemarin sudah mulai disalurkan. Makanya Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian turun langsung untuk kroscek lagi di lapangan," ujar Safik.
Audit investigasi yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian tersebut mencakup keseluruhan dari program pemerintah pusat. Yakni mulai dari penyaluran bongkar ratoon yang meliputi pendistribusian benihnya, jumlahnya, sampai dengan hari orang kerja atau HOK yang menjadi hak petani.
Sementara itu, hingga berita ini disusun, serangkaian agenda audit investigasi dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian tersebut masih berlangsung. Proses audit turut dilangsungkan dengan metode wawancara secara langsung kepada sejumlah petani yang tergabung pada beberapa poktan di Kecamatan Kalipare.
"Jadi, dari kementerian datang untuk mengecek semuanya. Sedangkan kalau untuk benih, tidak ada permasalahan sama sekali. Baik secara jumlah, kualitas, maupun jenis yang diminta itu sudah benar, tidak ada masalah," pungkas Safik saat dikonfirmasi disela-sela berlangsungnya audit pada Senin (6/7/2026) malam.
