Sambut Tahun Ajaran Baru, Wali Kota Blitar Targetkan Warga Kurang Mampu Menempuh Pendidikan Tinggi

Reporter

Aunur Rofiq

Editor

Dede Nana

06 - Jul - 2026, 01:04

Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin (Mas Ibin) menyampaikan komitmen memperluas akses pendidikan hingga perguruan tinggi bagi warga kurang mampu saat pengarahan menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Senin (6/7/2026).(Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)


JATIMTIMES – Pemerintah Kota Blitar menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan sebagai instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan. Memasuki Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin menyiapkan grand desain tata kelola pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperluas akses pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi bagi warga kurang mampu.

Komitmen tersebut disampaikan Mas Ibin saat memberikan pengarahan kepada ratusan kepala satuan pendidikan, pengelola lembaga pendidikan nonformal, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam kegiatan Persiapan Tahun Ajaran Baru di Balai Kota Koesoema Wicitra, Senin (6/7/2026).

Baca Juga : Arema FC Rela Tebus Alfeandra Dewangga dari Persib Bandung

Dalam arahannya, Mas Ibin menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan masa depan generasi sekaligus menjadi solusi paling efektif untuk mengurangi angka kemiskinan di Kota Blitar.

"Grand desain tata kelola pendidikan Kota Blitar hari ini adalah memastikan pendidikan, terutama bagi warga miskin, menjadi sesuatu yang mutlak. Tidak cukup hanya sampai SMA, tetapi harus bisa melanjutkan sampai S1. Bagi warga yang tidak mampu, kami ingin mereka masuk perguruan tinggi maupun lembaga kursus, kemudian kami akseskan beasiswa agar pendidikannya tercukupi," ujar Mas Ibin.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia akan jauh lebih efektif dilakukan sejak usia sekolah dibandingkan melalui program pemberdayaan ketika seseorang telah memasuki usia dewasa.

"Pemberdayaan melalui pelatihan bagi masyarakat yang tingkat pendidikannya belum cukup itu sangat sulit, apalagi ketika usia sudah tua. Kami meyakini keberhasilan seorang anak sangat ditentukan ketika mereka selamat menempuh pendidikan SMA hingga bangku kuliah. Kalau itu berhasil, mereka akan mampu keluar dari kemiskinan dengan kekuatan sendiri," katanya.

Pendidikan Tinggi Jadi Strategi Putus Rantai Kemiskinan

Sae

Mas Ibin juga mengajak seluruh tenaga pendidik membangun optimisme peserta didik agar berani memiliki cita-cita tinggi. Menurutnya, pendidikan merupakan jalan utama untuk meraih berbagai profesi dan masa depan yang lebih baik.

"Anak-anak harus diberi semangat bahwa sekolah akan mengantarkan mereka menuju cita-citanya. Mau menjadi pilot, tentara, polisi maupun pengusaha, semuanya berawal dari pendidikan. Bagi saya, pendidikan adalah segalanya bagi keberhasilan seorang anak," ujarnya.

Ia meminta kepala sekolah dan guru tidak mewariskan pola pikir pesimistis kepada peserta didik. Sebaliknya, sekolah harus menjadi ruang yang menumbuhkan budaya keberhasilan melalui keteladanan dan motivasi positif.

"Saya tekankan kepada bapak ibu guru dan kepala sekolah, ambillah referensi orang-orang yang berhasil. Jangan menularkan referensi kegagalan kepada anak-anak. Pendidikan harus menularkan keberhasilan kepada seluruh peserta didik. Guru harus memiliki mindset bagaimana mendidik anak agar mampu menjadi orang besar dan berhasil," tegasnya.

Selain memperkuat kualitas sumber daya manusia, Pemerintah Kota Blitar juga menegaskan dukungannya terhadap Program Wajib Belajar 13 Tahun yang mencakup pendidikan prasekolah hingga jenjang SMA atau SMK. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah yang putus sekolah karena kendala biaya maupun akses layanan pendidikan.

Dalam pengarahannya, Mas Ibin juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, pendidikan bukan semata menjadi tanggung jawab guru, tetapi merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, keluarga, masyarakat, hingga Forkopimda dalam mencetak generasi Bumi Bung Karno yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

MPLS Ramah Anak dan Sekolah Aman Jadi Prioritas

Ibin

Selain memperkuat akses pendidikan, Pemkot Blitar juga memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru berlangsung ramah, edukatif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.

Mas Ibin menegaskan seluruh satuan pendidikan wajib menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman sejak hari pertama sekolah.

"Saya instruksikan MPLS harus berjalan ramah dan edukatif. Tidak boleh ada bullying, kekerasan fisik maupun kekerasan psikologis. Sekolah harus menjadi rumah kedua yang menyambut anak-anak dengan kasih sayang, bukan ketakutan," katanya.

Baca Juga : PAD Parkir Kota Malang Baru 36 Persen, Parkir Tepi Jalan Masih Jadi PR

Ia juga menggarisbawahi pentingnya membangun budaya sekolah melalui empat pilar utama, yakni penguatan nilai spiritual, perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis dan sosial budaya, serta penguatan literasi digital agar peserta didik mampu menggunakan teknologi secara bijaksana.

Komitmen tersebut ditandai dengan Deklarasi MPLS Ramah 2026 dan Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Tahun 2026–2030. Deklarasi ditandatangani Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin bersama jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, pemangku kepentingan pendidikan, serta para kepala satuan pendidikan sebagai bentuk komitmen bersama menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Melalui deklarasi tersebut, Pemerintah Kota Blitar menegaskan komitmen membangun ekosistem pendidikan yang kondusif, menjunjung perlindungan terhadap peserta didik, sekaligus memperkuat pendidikan karakter sebagai fondasi lahirnya generasi Bumi Bung Karno yang berkarakter dan berdaya saing.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar Dindin Alinurdin mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi tindak lanjut orientasi pascapelantikan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka sekaligus pemantapan kesiapan seluruh satuan pendidikan menjelang dimulainya tahun ajaran baru.

"Orientasi hari ini sekaligus menjadi persiapan memasuki tahun ajaran baru. Pendidikan karakter menjadi salah satu prioritas utama. Salah satu yang paling mengena di sekolah adalah pendidikan kepramukaan. Sesuai amanat Permendiknas Nomor 13 Tahun 2025, Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib di seluruh sekolah," ujarnya.

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 300 peserta yang terdiri atas kepala TK, RA, SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, hingga pengelola lembaga pendidikan nonformal di Kota Blitar.

Menurut Dindin, seluruh peserta juga memperoleh pembekalan mengenai pelaksanaan MPLS sesuai regulasi Kementerian Pendidikan. Salah satu pesan penting yang disampaikan Wali Kota adalah mendorong keterlibatan orang tua pada hari pertama sekolah.

"Pak Wali berharap orang tua mengantar anaknya pada hari pertama sekolah supaya mereka lebih bersemangat. Bahkan bukan hanya murid baru, kalau memang diperlukan, anak yang naik kelas pun lebih baik didampingi orang tua, terutama ayahnya," katanya.

Terkait pencegahan perundungan, Dinas Pendidikan telah memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui program Sekolah Aman bersama kepolisian, Kodim 0808, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

"Itu juga menjadi penekanan kami. Budaya sekolah harus aman dan nyaman. Kami sudah berkolaborasi dengan semua unsur, termasuk kepolisian dan Kodim 0808. Kita kawal bersama agar tidak terjadi hal-hal negatif selama pelaksanaan MPLS," ujar Dindin.

Melalui penguatan akses pendidikan, pembangunan karakter, revitalisasi pendidikan kepramukaan, serta sinergi seluruh elemen daerah, Pemerintah Kota Blitar berharap tahun ajaran baru 2026/2027 menjadi momentum memperkuat kualitas sumber daya manusia. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya jangka panjang membangun generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan.


Topik

Pemerintahan, wali kota blitar, pendidikan, mpls ramah anak, pemkot blitar,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette