3,37 Ton Narkoba Terungkap, Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim Ingatkan Semua Pihak Jangan Lengah

03 - Jul - 2026, 04:43

Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), Lilik Hendarwati


JATIMTIMES – Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) Lilik Hendarwati buka suara terkait keberhasilan aparat penegak hukum membongkar penyelundupan narkotika dengan barang bukti fantastis mencapai 3,37 ton di Kabupaten Gresik.

Kasus yang tercatat sebagai penemuan terbesar sepanjang sejarah Jatim ini dinilai sebagai ancaman serius yang harus diwaspadai secara kolektif. Karena itu, Lilik Hendarwati mengapresiasi langkah tegas aparat kepolisian bersama Badan Narkotika Nasional (BNN). 

Baca Juga : Polresta Malang Kota Bongkar Sindikat Narkoba, Sita 2 Kg Sabu dan 490 Ribu Pil Double L

Kendati demikian, ia mengingatkan agar momentum pengungkapan ini tidak membuat seluruh pemangku kepentingan menjadi cepat berpuas diri.

“Penemuan 3,37 ton narkoba di Gresik merupakan peringatan keras bagi kita semua bahwa Jawa Timur sedang menghadapi ancaman yang sangat serius. Ini bukan sekadar kasus kriminal biasa, tetapi ancaman nyata terhadap masa depan generasi bangsa,” ujar Lilik, Jumat (3/7/2026).

Lilik menilai, masuknya barang haram dalam jumlah tonase tersebut menjadi bukti sahih bahwa jaringan sindikat internasional masih leluasa memanfaatkan wilayah perairan untuk menyusup ke Jatim.

“Keberhasilan ini patut diapresiasi, tetapi sekaligus menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan. Jalur laut masih menjadi celah yang dimanfaatkan sindikat narkotika internasional untuk memasukkan barang haram ke Jawa Timur,” tegas legislator asal Dapil Jatim I Surabaya tersebut.

Atas dasar itu, Lilik mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk tidak lagi menggunakan pola pengawasan konvensional di pelabuhan dan titik transportasi laut. Ia meminta adanya penguatan sistem pengawasan terpadu yang memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi serta ketajaman intelijen lintas lembaga.

“Pengawasan harus diperketat, diperkuat, dan dilakukan secara terpadu. Tidak boleh ada ruang sedikit pun bagi bandar dan sindikat narkoba menjadikan Jawa Timur sebagai pintu masuk peredaran narkotika,” katanya.

Di samping penguatan lini keamanan terluar, Fraksi PKS mengajak seluruh lapisan masyarakat —termasuk tokoh agama, dunia pendidikan, dan lingkungan terkecil yaitu keluarga— untuk ikut memikul tanggung jawab dalam perang total ini. Menurut Lilik, pencegahan di tingkat hulu merupakan aspek krusial yang tidak boleh dikesampingkan.

“Ancaman narkoba adalah ancaman terhadap anak-anak kita, terhadap masa depan keluarga kita, dan terhadap kualitas sumber daya manusia Jawa Timur. Karena itu, semua pihak tidak boleh lengah,” ujarnya.

Baca Juga : Ditanya Soal Teknis Kerja Sama, Diskominfo Situbondo Siap Buka Anggaran Publikasi Media

Lilik menambahkan bahwa tindakan hukum yang agresif di lapangan mutlak harus diimbangi dengan edukasi moral yang masif di lembaga pendidikan serta rumah tangga guna memutus mata rantai pasar peredaran zat adiktif tersebut.

“Upaya pemberantasan harus berjalan seiring dengan penguatan pencegahan. Edukasi harus diperluas agar generasi muda memiliki benteng moral yang kuat dan tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba,” jelas Lilik.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keselamatan masa depan generasi muda di Jawa Timur adalah prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar oleh kepentingan apa pun.

“Tidak ada kompromi terhadap narkoba. Jawa Timur harus berdiri di garis terdepan dalam perang melawan narkotika. Keselamatan generasi muda adalah harga mati yang wajib kita jaga bersama,” pungkas Lilik.

 


Topik

Pemerintahan, DPRD Jatim, kasus 3 ton narkoba, Jatim, jangan lengah,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette