Puluhan Yatim Berdoa untuk Negeri, Taman Zakat: Ikhtiar Spiritual untuk Indonesia
Reporter
M. Bahrul Marzuki
Editor
Dede Nana
26 - Jun - 2026, 06:47
JATIMTIMES - Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, mulai dari tekanan ekonomi, bencana di sejumlah daerah, hingga berbagai persoalan sosial, Taman Zakat mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar spiritual melalui doa bersama.
Bertepatan dengan momentum 10 Muharram itu, puluhan anak yatim dan masyarakat memanjatkan doa agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, dan persatuan.
Kegiatan bertajuk "Istighfaroh: Doa Bersama Yatim untuk Negeri" itu digelar di halaman MI Tahfidz Ngelo, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung. Sekitar 350 hingga 400 jamaah hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri atas masyarakat pesisir, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga unsur pemerintah setempat.
General Manager Taman Zakat, Ziyad, mengatakan doa bersama ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual di tengah berbagai persoalan yang sedang dihadapi bangsa. Menurutnya, Muharram menjadi momentum yang tepat untuk menguatkan kepedulian sosial sekaligus mengetuk pintu langit melalui doa-doa tulus anak yatim.
"Muharram mengajarkan kita untuk memuliakan anak yatim. Di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia, kami ingin mengajak masyarakat tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga menguatkan ikhtiar melalui doa bersama. Kami percaya, doa anak-anak yatim adalah doa yang penuh keikhlasan, yang menjadi harapan agar negeri ini senantiasa diberikan kedamaian, keberkahan, serta dijauhkan dari berbagai musibah," ujar Ziyad.
Momentum 10 Muharram dipilih karena dikenal sebagai Hari Raya Anak Yatim. Selain menjadi ajang memperbanyak ibadah, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menumbuhkan kepedulian kepada anak-anak yatim melalui santunan dan kebersamaan.
Rangkaian acara berlangsung sederhana namun penuh kekhusyukan. Para jamaah mengikuti istighfar bersama, doa untuk negeri, tausiyah Muharram, hingga penyaluran santunan kepada anak-anak yatim. Konsep lesehan di ruang terbuka sengaja dipilih untuk menghadirkan suasana yang lebih hangat, akrab, dan khusyuk.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Tanggunggunung, Kapolsek Tanggunggunung, Danramil, Kepala Desa Jengglungharjo, Ketua MWC NU Tanggunggunung, para kepala TK dan TPQ se-Jengglungharjo, perangkat desa, ketua RT/RW, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Azhaar sekaligus Wakil Ketua LD PWNU Jawa Timur, KH Imam Mawardi Ridlwan, dalam tausiyahnya mengajak masyarakat menjadikan Muharram sebagai momentum memperbanyak amal saleh dan memperkuat kepedulian sosial.
"Muharram menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperkuat ibadah sekaligus meningkatkan kepedulian sosial. Membaca istighfar, berpuasa, dan menyantuni anak yatim adalah ikhtiar menjemput keberkahan Allah subhanahu wa ta'ala," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Taman Zakat juga menyalurkan santunan kepada 34 anak yatim berupa uang tunai masing-masing Rp150 ribu, paket perlengkapan sekolah, makanan ringan, dan paket sembako. Bantuan itu diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan maupun kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat.
Ziyad menambahkan, Taman Zakat akan terus menghadirkan program-program yang tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga membangun kepedulian masyarakat serta memperkuat nilai kebersamaan.
"Kami berharap kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menghadapi berbagai persoalan bangsa membutuhkan ikhtiar yang utuh, yakni melalui aksi nyata membantu sesama sekaligus memperkuat doa. Semoga Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, dan keberkahan," pungkasnya.
