Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja Desa Toyoresmi
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Yunan Helmy
22 - Jun - 2026, 02:32
JATIMTIMES – Upaya memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan hingga ke tingkat desa terus diperkuat. Salah satunya melalui kegiatan Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan pada Ekosistem Desa, RT/RW, dan Tempat Ibadah yang digelar di Desa Toyoresmi. Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan bagi pekerja, khususnya sektor informal, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Kegiatan tersebut melibatkan perangkat desa, pengurus RT/RW, tokoh agama, pengelola tempat ibadah, hingga berbagai kelompok pekerja. Melalui pendekatan berbasis komunitas, BPJS Ketenagakerjaan bersama pemerintah desa mendorong terciptanya budaya sadar jaminan sosial yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Baca Juga : PHK Massal di Jatim, Ribuan Buruh Pabrik Otomotif dan Kertas Terancam Kehilangan Kerja
Sosialisasi yang dilakukan tidak hanya mengenalkan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan, tetapi juga mengajak masyarakat memahami bahwa perlindungan sosial merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan ketika pekerja menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun meninggal dunia.
Kepala desa Toyoresmi menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut dia, sinergi antara pemerintah desa dan BPJS Ketenagakerjaan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Perlindungan terhadap pekerja bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Melalui kegiatan ini kami berharap semakin banyak warga yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas," ujarnya.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kediri Suriyadi mengatakan desa memiliki posisi yang sangat strategis dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Sebab, pemerintah desa merupakan institusi yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat sehari hari.
"Desa merupakan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, kami mendorong lahirnya gerakan bersama yang melibatkan perangkat desa, RT/RW, dan tempat ibadah sebagai pusat edukasi dan sosialisasi. Ketika kesadaran masyarakat meningkat, semakin banyak pekerja yang terlindungi dari risiko kerja maupun risiko sosial lainnya. Ini bukan hanya tentang kepesertaan, tetapi tentang menghadirkan rasa aman dan kepastian bagi para pekerja dalam menjalankan aktivitasnya," kata Suriyadi.
Ia menjelaskan, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan investasi sosial yang memberikan manfaat nyata bagi pekerja dan keluarganya. Kehadiran program ini tidak hanya melindungi pekerja dari berbagai risiko pekerjaan, tetapi juga membantu menjaga stabilitas ekonomi keluarga ketika terjadi musibah yang tidak diharapkan.
Baca Juga : Bulan Bung Karno, Kader PDIP Magetan Gotong Royong Perbaiki Fasilitas Umum
"Jaminan sosial ketenagakerjaan adalah investasi sosial yang berdampak langsung terhadap ketahanan ekonomi keluarga. Ketika pekerja terlindungi, maka keluarga juga memiliki kepastian karena terdapat manfaat yang dapat dimanfaatkan saat menghadapi risiko kerja maupun risiko sosial lainnya," tambahnya.
Melalui gerakan ini, BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Desa Toyoresmi berharap semakin banyak pekerja sektor informal terlindungi, sehingga ketahanan ekonomi keluarga dan kesejahteraan masyarakat desa semakin kuat.
