Profil Said Iqbal, Presiden Partai Buruh yang Disebut Akan Dilantik Penasihat Presiden Sore Ini

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

08 - Jun - 2026, 03:48

Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh itu dikabarkan akan dilantik di Istana Negara pada Senin (8/6/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB. (Foto: X)


JATIMTIMES - Nama Said Iqbal kembali jadi sorotan setelah disebut-sebut akan masuk dalam jajaran penasihat Presiden di bidang ketenagakerjaan. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh itu dikabarkan akan dilantik di Istana Negara pada Senin (8/6/2026) sore.

Kabar tersebut juga dibenarkan langsung oleh Said. Ia menyebut sudah dihubungi pihak Istana terkait agenda pelantikan yang dijadwalkan pukul 16.30 WIB. "Jam 16.30 dilantik di Istana. Ditelpon semalam oleh Pak Seskab Letkol Teddy. Sebagai Penasihat Khusus Presiden RI bidang Ketenagakerjaan dengan kedudukan setingkat menteri sesuai Perpres No 137/2024," kata Said dikutip detikcom, Senin (8/6).

Baca Juga : Kewenangan Tata Kelola Wisata Pasir Putih Kembali ke Disparpora, DPRD Situbondo Minta Pengelolaan Lebih Profesional

Said tidak merinci lebih jauh mengenai persiapan maupun teknis pelantikan yang disebut akan digelar di Istana Negara. Isu masuknya Said Iqbal ke pemerintahan sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sempat menyampaikan bahwa nama Said masuk dalam pertimbangan karena rekam jejaknya di sektor ketenagakerjaan.

Menurutnya, pengalaman Said dalam mengawal isu buruh menjadi salah satu alasan kuat mengapa ia dinilai layak dilibatkan dalam penyusunan kebijakan tenaga kerja.

Rencana tersebut juga mendapat sambutan dari sejumlah organisasi buruh. Presiden KSPSI Andi Gani menilai keterlibatan tokoh buruh di pemerintahan bisa memperkuat komunikasi antara pemerintah dan pekerja.

Ia menekankan bahwa posisi di dalam maupun di luar pemerintahan tetap memiliki tujuan yang sama, yakni memperjuangkan kesejahteraan buruh. "Merupakan suatu sinergitas yang luar biasa pimpinan buruh yang memilih berada di lingkaran kekuasaan dan pimpinan buruh yang memilih di luar pemerintahan untuk saling mendukung terhadap perjuangan buruh Indonesia," ujarnya.

Pelantikan Said Iqbal disebut akan berlangsung dalam satu rangkaian agenda kenegaraan di Istana Negara. Pada waktu yang sama, Presiden Prabowo Subianto juga dijadwalkan melantik pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut hanya ada dua agenda pelantikan sebelum Presiden menerima surat kepercayaan dari delapan duta besar negara sahabat. "Agendanya hanya dua yang pelantikan, selain yang delapan duta besar penyerahan surat tugas," kata Prasetyo.

Ia menambahkan, penunjukan Said Iqbal merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat perhatian pada isu ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh.

Baca Juga : Kewenangan Tata Kelola Wisata Pasir Putih Kembali ke Disparpora, DPRD Situbondo Minta Pengelolaan Lebih Profesional

Profil Singkat Said Iqbal

Said Iqbal dikenal sebagai salah satu tokoh buruh yang cukup vokal di Indonesia. Saat ini ia menjabat Presiden Partai Buruh periode 2021–2026, sekaligus memimpin KSPI dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Sebelumnya, ia juga pernah menjabat Presiden KSPI periode 2017–2022 melalui mekanisme aklamasi.

Lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968, Said menempuh pendidikan di Politeknik Universitas Indonesia jurusan Teknik Mesin, kemudian melanjutkan S1 di Universitas Jayabaya, dan meraih gelar magister ekonomi di Universitas Indonesia.

Perjalanan organisasinya dimulai sejak awal 1990-an, ketika ia aktif sebagai pengurus serikat pekerja di sebuah perusahaan elektronik di Bekasi.

Seiring waktu, ia menempati berbagai posisi penting dalam gerakan buruh, baik di tingkat nasional maupun internasional. Di antaranya di ATUC, ITUC, IMF, hingga forum ILO di bawah naungan PBB.


Topik

Profil, said iqbal, prabowo subianto, partai buruh,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette