Tiga Jamaah Haji Asal Situbondo Meninggal Dunia di Mekkah, Kemenhaj Pastikan Dimakamkan di Tanah Suci

04 - Jun - 2026, 01:49

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Situbondo Rif'an Junaidi saat dikonfirmasi media. (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)


JATIMTIMES – Kabar duka datang dari Tanah Suci. Tiga jamaah haji asal Kabupaten Situbondo dilaporkan meninggal dunia di Mekkah saat menjalankan ibadah haji 2026.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Situbondo, Rif’an Junaidi, membenarkan informasi tersebut. Ketiga jamaah yang wafat masing-masing yakni H Fathor Rahman (58), Hj Almi Massuya (85), dan Hj Septian Sovi Wulandari (33).

Baca Juga : Bantuan Sosial Bencana Situbondo Tahap Dua Cair, Ratusan Warga Terima Manfaat

“Benar, ada tiga jamaah haji asal Situbondo yang meninggal dunia di Mekkah,” ujar Rif’an saat dikonfirmasi JATIMTIMES, Kamis (4/6/2026).

Rif’an menjelaskan, jamaah pertama yang meninggal dunia adalah H Fathor Rahman, warga Dusun Kampung Pesisir, Desa Mlandingan Kulon, Kecamatan Mlandingan. Almarhum tergabung dalam Kloter 89 dan dilaporkan meninggal dunia di hotel tempat menginap pada 29 Mei 2026 sekitar pukul 17.00 waktu Arab Saudi.

Sebelum meninggal dunia, Fathor Rahman sempat mengeluhkan nyeri dada kepada istrinya usai menunaikan salat. Mengetahui kondisi tersebut, sang istri segera memanggil petugas kesehatan haji untuk melakukan pemeriksaan.

“Setelah mengeluh nyeri dada, tim kesehatan haji Situbondo langsung melakukan observasi. Dugaan sementara, almarhum meninggal akibat serangan jantung,” jelas Rif’an.

Jamaah kedua yang meninggal dunia adalah Hj Almi Massuya (85), warga Desa Kertosari, Kecamatan Asembagus. Rif’an menyebut, almarhumah wafat pada 1 Juni 2026. Faktor usia lanjut disebut menjadi salah satu penyebab menurunnya kondisi kesehatan almarhumah selama berada di Tanah Suci.

Sementara itu, kabar duka terbaru datang dari jamaah Kloter 88, Hj Septian Sovi Wulandari (33). Almarhumah diketahui meninggal dunia di kamar hotel pada 3 Juni 2026 tanpa didahului keluhan kesehatan.

Baca Juga : Potensi Produksi Padi Jatim Januari–Juli 2026 Capai 7,71 Juta Ton Gabah Kering Giling

“Sebelumnya masih sehat dan tidak ada keluhan apa pun. Namun, almarhumah kemudian diketahui meninggal dunia di kamar hotel pada 3 Juni 2026. Data ini baru kami terima,” ungkap Rif’an.

Rif’an menambahkan, seluruh jamaah haji asal Situbondo yang meninggal dunia telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi. Ketiga jenazah dishalatkan di Masjidil Haram sebelum dimakamkan di Mekkah.

“Ketiga jenazah dishalatkan di Masjidil Haram, dibuatkan sertifikat kematian, lalu dimakamkan oleh petugas haji Arab Saudi,” pungkasnya.


Topik

Peristiwa, Jemaah Haji Indonesia, jemaah haji, jemaah haji meninggal, Situbondo,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette