Wali Kota Blitar Ajak Warga Bumikan Nilai-Nilai Pancasila, Kirab dan Pawai Lentera Buka Bulan Bung Karno 2026

Reporter

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya

31 - May - 2026, 09:28

Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin (Mas Ibin) memberikan sambutan sekaligus memberangkatkan Kirab Pancasila dan Pawai Lentera sebagai pembuka rangkaian Grebeg Pancasila dan Bulan Bung Karno 2026 di Kota Blitar, Minggu (31/5/2026) malam.(Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)


JATIMTIMES – Semangat kebangsaan, budaya, dan nilai-nilai luhur Pancasila kembali menyala dari Kota Blitar. Ribuan warga memadati kawasan Istana Gebang hingga Kantor Wali Kota Blitar untuk mengikuti Kirab Pancasila dan Pawai Lentera, Minggu (31/5/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi pembuka rangkaian Grebeg Pancasila 2026 sekaligus penanda dimulainya peringatan Bulan Bung Karno di Kota Blitar.

Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin (Mas Ibin) secara langsung memberangkatkan kirab yang diawali prosesi Bedhol Pusaka dari Istana Gebang, rumah masa kecil Bung Karno, menuju Kantor Wali Kota Blitar. Ribuan peserta yang terdiri dari pelajar, seniman, budayawan, komunitas masyarakat, unsur pemerintah, hingga TNI dan Polri turut ambil bagian dalam pawai yang berlangsung meriah dan penuh makna tersebut.

Ibin

Bedhol Pusaka dan Lentera Simbol Estafet Nilai Pancasila

Baca Juga : Pendakwah Ning Sisca Viral, Tuding Banyak Kiai Pesantren Cabul di Malang

Dalam sambutannya, Mas Ibin menegaskan bahwa Kirab Pancasila dan Pawai Lentera bukan sekadar agenda tahunan atau tontonan seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan refleksi spiritual dan kultural untuk merawat ingatan kolektif bangsa terhadap Pancasila sebagai dasar negara yang digali oleh Bung Karno.

"Acara yang kita gelar setiap tahun ini bukan sekadar rutinitas atau tontonan musiman. Acara ini adalah tuntunan, sebuah refleksi spiritual dan kultural untuk merawat ingatan kita akan dasar negara kita, Pancasila, yang digali dari bumi Nusantara oleh Sang Proklamator, Bung Karno," kata Mas Ibin.

Ia menjelaskan, prosesi Bedhol Pusaka yang diarak dari Istana Gebang menuju Kantor Wali Kota Blitar memiliki pesan simbolis yang mendalam. Prosesi tersebut menggambarkan estafet semangat kepemimpinan serta komitmen untuk terus membawa nilai-nilai Pancasila dari masa lalu menuju masa kini dan masa depan.

"Simbol ini merupakan perpindahan semangat, estafet kepemimpinan, dan komitmen kita untuk terus membawa nilai-nilai luhur Pancasila dari masa lalu, menuju masa kini, dan menyongsong masa depan," ujarnya.

Selain Bedhol Pusaka, Pawai Lentera juga menjadi bagian penting dalam rangkaian pembukaan Grebeg Pancasila. Lentera-lentera yang dibawa para peserta menjadi simbol bahwa Pancasila harus terus menjadi penerang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Mas Ibin, cahaya lentera yang menyala di sepanjang rute kirab merupakan pengingat bahwa nilai-nilai Pancasila harus selalu hadir sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

"Lentera yang dibawa peserta merupakan simbol bahwa Pancasila harus tetap menjadi suluh, menjadi penerang di tengah kegelapan, dan menjadi penuntun arah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.

Sebagai Kota Proklamator sekaligus tempat peristirahatan terakhir Bung Karno, Kota Blitar memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga dan membumikan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Mas Ibin menegaskan, meskipun secara geografis Kota Blitar tergolong kecil, namun kota ini memiliki peran penting dalam menjaga api nasionalisme dan semangat kebangsaan Indonesia.

"Kota Blitar boleh saja kecil secara geografis, namun dari kota inilah api nasionalisme dan Pancasila terus kita gaungkan ke seluruh penjuru negeri. Sebagai Bumi Bung Karno, kita memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga, membumikan, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta dalam pembangunan Kota Blitar," tegasnya.

Ia menambahkan, semangat persatuan yang tercermin dalam Kirab Pancasila dan Pawai Lentera menjadi modal sosial penting bagi pembangunan daerah. Kerukunan, gotong royong, dan kebersamaan masyarakat merupakan fondasi untuk mewujudkan visi pembangunan Kota Blitar.

"Melalui kirab dan pawai lentera ini, kita tunjukkan bahwa masyarakat Kota Blitar adalah masyarakat yang nasionalis, berbudaya, rukun, dan kokoh dalam persatuan. Nilai-nilai inilah yang menjadi kekuatan sosial dalam menjaga kerukunan serta mendorong terwujudnya Kota Blitar yang maju, sehat, dan sejahtera menuju Kota Masa Depan," ujarnya.

Lentera

Grebeg Pancasila, Warisan Budaya yang Menjadi Kebanggaan Nasional

Momentum kirab tahun ini juga memiliki makna historis yang kuat karena dilaksanakan menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Mas Ibin mengingatkan bahwa tepat 81 tahun lalu, Bung Karno menyampaikan pidato monumental dalam sidang BPUPKI yang kemudian melahirkan konsep dasar negara bernama Pancasila.

Menurutnya, pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 menjadi tonggak penting perjalanan bangsa Indonesia. Karena itu, peringatan Hari Lahir Pancasila harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.

Baca Juga : Heboh Kabar Indomaret Tutup 31 Mei-1 Juni 2026, Benarkah Semua Gerai Tidak Beroperasi?

"Tanggal 1 Juni adalah tanggal yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada tanggal itulah Bung Karno menyampaikan gagasan penting tentang dasar negara yang kemudian dikenal dengan istilah Pancasila," jelasnya.

Tahun ini, peringatan Hari Lahir Pancasila mengusung tema nasional "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Tema tersebut dinilai relevan dengan kondisi bangsa yang terus menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, maupun global.

Mas Ibin berharap nilai-nilai Pancasila tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kota Blitar sendiri memiliki hubungan historis yang sangat erat dengan peringatan Hari Lahir Pancasila. Sejak tahun 2001, melalui tradisi Grebeg Pancasila, Kota Blitar telah menjadi pelopor dalam merawat dan membumikan nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan budaya.

Konsistensi para seniman, budayawan, komunitas masyarakat, serta pemerintah daerah dalam menjaga tradisi tersebut turut berkontribusi terhadap tumbuhnya kesadaran nasional mengenai pentingnya Hari Lahir Pancasila.

Mas Ibin juga mengingatkan bahwa pada tahun 2015 Presiden Joko Widodo pernah hadir di Kota Blitar sebagai inspektur upacara Grebeg Pancasila. Setahun kemudian, melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, pemerintah menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila yang diperingati secara nasional.

"Hal ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab moral bagi Kota Blitar untuk terus membumikan nilai-nilai Pancasila kepada generasi penerus bangsa," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Mas Ibin turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan, mulai dari panitia, seniman, budayawan, pelajar, perangkat daerah, instansi vertikal, dunia usaha, hingga aparat keamanan yang memastikan acara berlangsung aman dan lancar.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang selama ini terus menjaga dan melestarikan tradisi Grebeg Pancasila sebagai bagian dari identitas Kota Blitar.

"Terima kasih kepada seluruh warga Kota Blitar yang selalu antusias menjaga tradisi ini tetap hidup. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat gotong royong, menyatukan hati, dan terus bekerja keras mewujudkan Kota Blitar yang maju, sehat, dan sejahtera menuju Kota Masa Depan dengan semangat Pancasila dan ajaran Bung Karno," ungkapnya.

Kirab Pancasila dan Pawai Lentera menjadi pembuka dari rangkaian panjang kegiatan Bulan Bung Karno 2026 yang digelar sepanjang Juni. Selain Kirab Gunungan Lima pada 1 Juni, Pemerintah Kota Blitar juga menyiapkan berbagai agenda lain seperti Hari Lahir Bung Karno, Gebyar Pelayanan Publik, peresmian Patung Bung Karno di Istana Gebang, Grebeg Suro, Selametan Akbar Haul Bung Karno, ziarah nasional, Soekarno Coffee Fest, hingga berbagai kegiatan sosial, budaya, ekonomi kreatif, dan pelayanan publik.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Blitar berharap semangat kebangsaan yang diwariskan Bung Karno terus hidup di tengah masyarakat sekaligus menjadi energi pembangunan menuju Kota Blitar yang maju, sehat, dan sejahtera menuju Kota Masa Depan.


Topik

Pemerintahan, kirab pancasila, grebeg pancasila, kota blitar, syauqul muhibbin, mas ibin, bulan bung karno,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette