Antisipasi Kupon Dobel, Panitia Kurban Desa Puntukdoro Magetan Terapkan Sistem Celup Tinta

27 - May - 2026, 03:20

Desa Puntukdoro Kabupaten Magetan merapkan sistem celup tinta seperti Pemilu saat membagikan daging kurban. (Ist)


JATIMTIMES – Peringatan Iduladha di Desa Puntukdoro, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan tahun ini berlangsung sangat masif dan spektakuler. Desa Puntukdoro mencatatkan diri sebagai satu-satunya desa di Kabupaten Magetan yang menyembelih hewan kurban dengan jumlah fantastis, yakni sekitar 100 ekor sapi dan ratusan ekor kambing.

Untuk  menyalurkan hewan kurban dalam jumlah raksasa tersebut, panitia tahun ini menyediakan sekitar 4.000 lebih kupon kurban. Menariknya, kupon ini tidak hanya dikhususkan bagi warga setempat. Panitia membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat umum, termasuk warga dari luar Kabupaten Magetan untuk ikut mengantre dan mendapatkan kupon daging gratis.

Baca Juga : Hewan Kurban di Kota Malang Dipastikan Sehat, Penjualan Sapi Meningkat saat Iduladha 1447 H

Membludaknya massa yang datang dari berbagai daerah, membuat panitia kurban di Dukuh Klaten, Desa Puntukdoro, harus memutar otak agar pembagian berjalan tertib. Untuk mengantisipasi adanya warga yang mengambil jatah dobel atau menggunakan kupon berkali-kali, panitia menerapkan sistem celup tinta di jari tangan, persis seperti proses pemungutan suara dalam Pemilu.

"Saking banyaknya warga yang datang dan dinamisnya situasi di lapangan, kami cari cara yang paling efektif. Akhirnya sepakat pakai tinta celup. Begitu kupon ditukar dengan daging, jari warga langsung dicelup tinta. Jadi tidak ada yang bisa antre dobel," ujar Aziz, salah satu panitia.

Kebijakan panitia yang membolehkan siapa saja mengambil kupon membuat suasana pembagian kurban di Puntukdoro laksana pesta rakyat. Warga dari luar kecamatan hingga luar kabupaten tampak tertib mengantre sejak pagi. Sistem celup tinta ini terbukti berhasil dalam mengelola ribuan orang tersebut.

Daya tarik pembagian daging kurban di Puntukdoro ini bahkan meluas hingga ke provinsi tetangga. Di antara ribuan pemburu kupon, terdapat warga asal Wonogiri, Jawa Tengah, yang rela datang dan bersiap di lokasi sejak waktu subuh demi bisa mengantre. 

Ribuan kupon disebar dan disediakan melalui 6 masjid yang terletak di wilayah Dukuh Klaten, Desa Puntukdoro. Sinergi keenam masjid ini menjadi pusat pergerakan massa yang ingin mendapatkan berkah kurban di kaki Gunung Lawu tersebut.

Baca Juga : Contohkan Kurban yang Sehat dan Higienis, PDIP Surabaya Pilih Potong di RPH

Camat Puntukdoro, Cintoko Samodro menjelaskan bahwa tahun ini di Desa Puntukdoro tercatat sekitar 100 sapi dan 300 kambing siap untuk dikurbankan 

"Setahu saya belum ada di desa manapun di Magetan yang mencapai angka itu untuk jumlah hewan kurban. Tentu saja kami sangat bersyukur bahwa kesadaran masyarakat untuk berkurban meningkat. Semoga tahun depan angka itu bisa bertambah lagi, karena kan semakin banyak yang berkurban, akan semaikn banyak penerimanya," ujarnya.

"Yang penting selama pelaksanaan penyerahan dagung kurban, semua berjalan dengan tertib, aman, salah satunya ya dengan cara celup tinta itu. Dan yang penting semua bahagia, panitia bahagia, yang berkurban bahagia dan penerima daging kurban juga bahagia," pungkas Cintoko. 


Topik

Peristiwa, magetan, desa puntukdoro, pembagian daging kurban,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette