Soroti Anggaran APBN Rp 100 M untuk Sapi Kurban Prabowo, Netizen: Dari Rakyat untuk Rakyat
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
27 - May - 2026, 09:48
JATIMTIMES - Pemberian sapi kurban Presiden RI Prabowo Subianto untuk Idul Adha 1447 Hijriah menjadi sorotan di media sosial. Bukan hanya jumlahnya yang mencapai 1.098 ekor, tetapi juga sumber anggarannya yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Perbincangan itu ramai setelah Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiontoro menjelaskan bahwa pengadaan sapi kurban presiden tahun ini menghabiskan anggaran sekitar Rp 100 miliar.
Baca Juga : Sapi Kurban Presiden Prabowo Berbobot Satu Ton Diserahkan ke Masjid Sabilillah
“Jadi, sumber anggarannya dari APBN melalui anggaran bantuan presiden, bantuan kemasyarakatan presiden. Jadi, harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu mempengaruhi harga sapi. Jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp 100-an miliar,” kata Juri, dikutip Antara, Rabu (27/5/2026).
Pernyataan itu kemudian memicu beragam komentar dari warganet. Sebagian menilai bantuan tersebut tetap bermanfaat bagi masyarakat, namun ada pula yang menyoroti penggunaan dana negara untuk program tersebut.
Salah satu komentar yang ramai dibagikan datang dari akun @mcd1yap***.
“dari warga untuk warga, TERIMAKASIH WARGA INDONESIA YG BAIK DAN SUDAH MAU BERKURBAN,” tulis akun tersebut.
Komentar lain juga menyinggung label bantuan presiden yang dinilai berasal dari uang rakyat.
“Yg kocakny, labelny bantuan dri presideeen. Klo dri apbn harusnya labelny rakyaat bantu rakyaaat lah wkwkkwkw,” tulis akun @aldouu**.
Sementara akun lainnya ikut menanggapi dengan nada serupa.
“Nah beneran kan.... kita ikut bersedekah atas nama negara.,” tulis @alie*****.
Dalam keterangannya, Juri menyebut total 1.098 sapi kurban itu akan disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 598 ekor dialokasikan untuk pemerintah daerah, sedangkan 500 ekor lainnya diberikan kepada pondok pesantren, lembaga pendidikan, lembaga sosial, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama.
“Pada tahun ini, dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026 ini, Bapak Presiden (Prabowo) berkenan akan menyerahkan bantuan sapi kurban sebanyak 1.098 ekor sapi,” ucapnya.
Distribusi sapi kurban tersebut mencakup seluruh wilayah administrasi Indonesia, mulai dari 38 provinsi hingga 514 kabupaten/kota. Namun, ada sejumlah daerah yang tidak memiliki sapi dengan bobot sesuai standar yang ditetapkan Presiden.
Baca Juga : Sambut Idul Adha, PT Tomoland Berbagi Kambing Kurban ke Lima Masjid
Juri menjelaskan standar sapi kurban presiden memiliki bobot antara 800 kilogram hingga 1,3 ton. Karena ada 46 daerah yang tidak memiliki sapi dengan ukuran tersebut, beberapa wilayah akhirnya menerima tambahan sapi dari daerah lain.
“Standar bobot sapi presiden adalah 800 kilogram sampai 1,3 ton. Dan setiap daerah akan mendapatkan satu, sementara ada 46 daerah yang tidak ada sapi dengan bobot sebesar itu. Oleh karena itu, ada yang mendapatkan dua sapi untuk 46 daerah,” ungkapnya.
Jenis sapi yang dipilih pun tergolong premium. Pemerintah menyebut sapi kurban berasal dari berbagai ras seperti Simental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Belgian Blue, hingga sapi Bali.
“Selain itu juga sapi ini sesuai dengan syariat Islam untuk menjadi sapi kurban, umurnya sudah di atas dua tahun dan jantan serta tidak cacat,” terang Juri.
Pemerintah juga menjelaskan seluruh pengadaan sapi dilakukan melalui peternak lokal di berbagai daerah. Prosesnya melibatkan koordinasi antara Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Pertanian, dinas peternakan daerah, hingga Asosiasi Peternak dan Penggemukan Sapi Indonesia (APPSI).
Menurut Juri, momentum Idul Adha diharapkan dapat ikut membantu meningkatkan produktivitas peternak dalam negeri.
“Sumber-sumber sapi tadi semuanya berasal dari peternak lokal, sehingga diharapkan mereka dapat menjadikan momentum ini untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi,” katanya.
Ia menambahkan Presiden juga memberi arahan agar distribusi hewan kurban benar-benar tepat sasaran dan bisa dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan di masing-masing daerah.
“Presiden (Prabowo) memberikan arahan supaya sapi-sapi yang diberikan untuk menjadi sapi kurban ini juga dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya kepada masyarakat yang membutuhkan di daerah masing-masing,” ucap Juri.
