Dari Titik 1.000 Km Anyer-Panarukan Situbondo, Mbak Ulfi Berangkatkan Onthelis ke Festival Sepeda Tua Dunia di Prambanan

16 - May - 2026, 10:19

Wakil Bupati Situbondo Mbak Ulfi saat menghadiri sekaligus melepas puluhan onthelis-onthelista menuju IVCA 2026 di Prambanan, Jawa Tengah, Sabtu (16/5/2026). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)


JATIMTIMES – Titik nol sekaligus penanda 1.000 kilometer Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan di Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, kembali menjadi saksi sejarah. Dari lokasi ikonik tersebut, puluhan onthelis dan onthelista dilepas untuk menempuh perjalanan panjang menuju Prambanan, Jawa Tengah, dalam rangka mengikuti The International Veteran Cycling Association (IVCA) 2026.

Pelepasan rombongan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah atau yang akrab disapa Mbak Ulfi. Ia didampingi Kepala Disparpora Situbondo Edi Wiyono, ketua Persatuan Olahraga Masyarakat Indonesia, serta camat Panarukan, Sabtu (16/5/2026) di Tugu 1.000 Km Anyer-Panarukan Situbondo.

Baca Juga : 3 Jam Dinyatakan Hilang, Pria Depresi di Situbondo Ditemukan Tim Gabungan

Ketua Dewan Penasihat Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Situbondo, Bambang Waluyo Jati  mengatakan bahwa titik 1.000 kilometer Anyer-Panarukan dipilih sebagai lokasi start karena memiliki nilai historis yang kuat. Panarukan merupakan ujung timur Jalan Raya Pos yang dibangun pada masa kolonial dan menjadi bagian penting dari sejarah Nusantara.

Menurut Bambang, sebanyak 21 peserta akan berangkat langsung dari Panarukan menuju Prambanan. Sementara dari jalur Anyer hingga Prambanan tercatat sekitar 35 peserta, yang nantinya akan bertambah karena sejumlah pesepeda dari berbagai daerah akan bergabung di tengah perjalanan.

"Kalau digabung dari barat dan timur, diperkirakan sekitar 85 peserta akan masuk ke Prambanan pada waktu yang hampir bersamaan," ujar Bambang.

Ia menjelaskan, para peserta dijadwalkan tiba di Prambanan pada 21 Mei 2026. Mereka akan mengikuti festival sepeda tua dunia IVCA 2026 yang diperkirakan dihadiri sekitar 10 ribu peserta dari berbagai negara.

"IVCA ini bukan event biasa. Ini ajang internasional yang akan diikuti pecinta sepeda tua dari banyak negara. Tentu menjadi kebanggaan bagi Situbondo karena Panarukan menjadi salah satu titik keberangkatan," tambahnya.

Bambang juga menyebut bahwa komunitas KOSTI di Kabupaten Situbondo memiliki anggota yang sangat besar. Saat ini jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang yang tersebar di berbagai kecamatan.

Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk mengangkat kembali sejarah besar Anyer-Panarukan sebagai identitas daerah.

"Ini merupakan bagian dari rencana besar pemerintah daerah, khususnya Bupati Situbondo Mas Rio, untuk menghadirkan Festival Anyer-Panarukan. Situbondo memiliki sejarah luar biasa yang harus terus kita hidupkan," kata Mbak Ulfi.

Baca Juga : Khawatir Jadi Tumbal, Pelaku Tambang Berizin di Banyuwangi Terpaksa Pilih Tutup

Menurut dia, keberangkatan para onthelis dari Panarukan bukan sekadar perjalanan olahraga, melainkan juga gerakan budaya dan promosi wisata yang memiliki nilai historis tinggi.

Mbak Ulfi mengapresiasi kehadiran peserta dari berbagai daerah, termasuk dari Bali dan kawasan Tapal Kuda. Ia menilai antusiasme tersebut menunjukkan bahwa Situbondo memiliki daya tarik besar sebagai pusat kegiatan berbasis sejarah dan budaya.

"Ini langkah awal. Ke depan akan ada kegiatan yang lebih besar untuk merangkul seluruh komunitas, termasuk generasi muda, santri, dan pelajar agar ikut mencintai sepeda tua dan sejarah daerahnya," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mbak Ulfi juga mengenang masa mudanya saat menempuh pendidikan di pondok pesantren. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan sepeda ontel tua karena dulu sering menggunakannya untuk mengantar surat.

"Sepeda ontel punya kenangan tersendiri bagi saya. Dulu saat di pesantren, saya sering mengantar surat menggunakan sepeda tua. Jadi hari ini saya merasa sangat dekat dengan kegiatan ini," ungkapnya.

Dengan semangat para onthelis dan dukungan pemerintah daerah, Situbondo semakin menunjukkan diri sebagai daerah yang tak hanya kaya sejarah, tetapi juga mampu mengemas warisan tersebut menjadi kekuatan promosi wisata dan budaya hingga ke tingkat dunia.


Topik

Peristiwa, Festival sepeda tua, Situbondo, onthelis, Prambanan, Anyer-Penarukan,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette