Perkuat Kolaborasi Ulama dan Umara, Himasal Gelar Pengajian di Rumdin Wali Kota Malang

Reporter

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy

09 - May - 2026, 11:40

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama para santri alumni Ponpes Lirboyo.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES)


JATIMTIMES - Suasana khidmat menyelimuti kegiatan pengajian yang digelar di Rumah Dinas Jabatan Wali Kota Malang, Sabtu (9/5/2026) pagi. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Malang Raya dan dihadiri para alumni santri serta sejumlah tokoh agama dari berbagai wilayah di Malang Raya.

Kegiatan pengajian ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antara ulama, alumni pesantren, dan unsur pemerintah daerah. Sejak pagi, para tamu undangan mulai berdatangan ke lokasi kegiatan untuk mengikuti rangkaian acara yang berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan.

Baca Juga : PKS DPRD Jatim Gandeng Polda, Wanti-Wanti Ancaman Narkoba dan Penyimpangan Sosial

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia tampak menyambut langsung kedatangan sejumlah kiai dari Pondok Pesantren Lirboyo yang hadir memenuhi undangan pengajian. Kehadiran para masyayikh disambut hangat sebelum acara dimulai.

Selain diisi dengan pengajian dan doa bersama, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Para peserta tampak mengikuti jalannya acara dengan tertib hingga akhir kegiatan.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama ulama dari Ponpes Lirboyo.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

Dalam sambutannya, Wahyu Hidayat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para masyayikh serta alumni santri Lirboyo di Kota Malang. Menurut dia, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, namun juga menjadi bagian penting dalam membangun Kota Malang yang religius dan berkarakter.

“Selamat datang dan matur nuwun atas kedatangan para masyayikh Ponpes Lirboyo. Kehadirannya menjadi kehormatan bagi kami. Majelis ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tapi juga menjadi wasilah dalam membangun Kota Malang menjadi mbois berkelas,” ujar Wahyu, Sabtu (9/5/2026).

Ia mengatakan, pembangunan sebuah kota tidak hanya diukur dari sisi fisik dan ekonomi semata. Menurut Wahyu, Pemerintah Kota Malang juga terus berupaya menjaga identitas daerah sebagai kota yang agamis dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral di tengah masyarakat.

“Kami meyakini kemajuan sebuah kota tidak hanya dari fisik dan ekonomi. Karena itu, Pemkot Malang turut berikhtiar menjaga identitas Kota Malang sebagai kota agamis yang menjunjung nilai-nilai,” lanjutnya.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama ulama dari Ponpes Lirboyo.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

Wahyu juga menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga ketenteraman masyarakat. Ia menyebut pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan, nasihat, dan doa para ulama.

“Sinergi ulama dan umara menjadi hal yang sangat penting. Jika keduanya berjalan bersama, insyaallah akan lahir masyarakat yang tenteram dan makmur,” katanya.

Sementara itu, pengasuh Ponpes Lirboyo KH Adibus Sholeh Anwar atau yang akrab disapa Kiai Adib menilai kebersamaan antar-santri dan alumni harus terus dijaga di tengah berbagai tantangan zaman. Ia menyebut, silaturahmi menjadi bagian penting dalam menjaga identitas dan nilai-nilai pesantren.

Baca Juga : Jatim Dilanda Gempa Bumi 179 Kali pada Awal Mei

“Insya Allah apa yang dilakukan ini bisa membahagiakan mbah sepuh dan para masyayikh, karena kita bisa saling menjaga dan memperhatikan. Santri kalau tidak pernah kumpul, bisa dimangsa orang lain,” ujar Kiai Adib.

Menurut dia, saat ini banyak pihak yang mencoba menarik santri untuk menjadi bagian dari kepentingan tertentu. Karena itu, menjaga akidah dan identitas pesantren menjadi hal penting agar tetap berada di jalur yang benar sesuai tuntunan para ulama.

“Dengan segala finansial, ada yang menawarkan santri untuk menjadi ikon mereka. Tapi kita punya identitas dan akidah yang diyakini sesuai dengan apa yang diteladankan Kanjeng Nabi,” terangnya.

Kiai Adib juga menekankan bahwa dakwah Islam yang ramah dan mengedepankan akhlakul karimah justru lebih mudah diterima masyarakat. Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi kekuatan penting dalam dakwah para santri di berbagai daerah.

“Ketika sudah on the track seperti ini, bahwa Islam itu ramah, justru akan membuat simpati. Pendekatan ahlakul karimah itu yang penting dalam dakwah kita,” katanya.

Ia pun menegaskan pentingnya hubungan harmonis antara pemerintah dan ulama. Menurut Kiai Adib, agama dan pemerintah memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga ketenteraman masyarakat.

“Pemerintah dan agama adalah saudara kembar. Agama menjadi pondasi, dan pemerintah menjaga ketenteraman masyarakat agar bisa tercapai,” pungkasnya.


Topik

Peristiwa, Ulama, umara, pengajian, rumah dinas jabatan wali kota Malang, Wahyu Hidayat, Ponpes Lirboyo,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette