2.500 Target Skrining, 40 Kasus Positif Kanker Serviks Terdeteksi di 2025
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
20 - Apr - 2026, 01:25
JATIMTIMES - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus mengintensifkan upaya pencegahan kanker serviks melalui pemeriksaan rutin bagi perempuan usia produktif. Pada tahun 2025, sebanyak 2.500 perempuan telah menjalani skrining, dengan 40 di antaranya terdeteksi positif.
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan bahwa seluruh kasus positif tersebut masih berada pada tahap awal (grade 1), sehingga dapat langsung ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Baca Juga : Wali Kota Blitar Terima Rekomendasi LKPJ dari DPRD Kota Blitar, Siap Percepat Transformasi Kota Masa Depan
“Dari 2.500 yang diperiksa pada 2025, ada 40 yang positif. Semuanya masih grade 1 dan bisa ditangani dengan metode cryotherapy di tiga puskesmas, yaitu Kedungkandang, Ciptomulyo, dan Cisadea,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan, tidak ada kasus yang memerlukan rujukan ke rumah sakit pada periode tersebut karena masih dalam tahap awal.
Memasuki tahun 2026, program skrining kembali digelar secara serentak selama sepekan melalui metode HPV DNA dan IVA. Hingga saat ini, sebanyak 1.800 peserta telah mendaftar untuk mengikuti pemeriksaan.
“Pelaksanaan dilakukan serentak di 15 puskesmas mulai Senin sampai Sabtu. Hari ini salah satunya di Puskesmas Kendalkerep, dengan peserta dari ibu-ibu Persit sekitar 60 orang,” jelasnya.
Sasaran utama pemeriksaan ini adalah perempuan dengan rentang usia 29 hingga 40 tahun, sesuai dengan kriteria medis untuk skrining IVA.
Sementara itu, data Dinkes menunjukkan bahwa sepanjang 2025 terdapat 50 kasus kanker serviks yang terdeteksi di Kota Malang. Penanganan lanjutan dilakukan berdasarkan tingkat keparahan penyakit.
Baca Juga : Cegah Kanker Serviks, Pemkot Malang Gelar Pemeriksaan Serentak di 16 Puskesmas
“Kalau masih grade 1 bisa ditangani di puskesmas. Tapi kalau lebih dari itu, maka dilakukan rujukan ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.
Husnul menegaskan bahwa kanker serviks pada dasarnya dapat disembuhkan apabila terdeteksi sejak dini. Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan.
Terkait faktor risiko, ia menyebut bahwa kanker serviks disebabkan oleh virus, yang salah satunya dipengaruhi oleh kebersihan diri dan lingkungan.
“Faktor utamanya virus. Bisa dipengaruhi oleh hygiene sanitasi, kemudian juga gaya hidup atau perilaku hidup,” pungkasnya.
