Akselerasi Economic Growth Nasional untuk Talenta Baru, Komdigi Gelar Re:Code 2026
Reporter
M. Bahrul Marzuki
Editor
Yunan Helmy
31 - Jan - 2026, 02:08
JATIMTIMES - Perkembangan teknologi digital terus bergerak dengan kecepatan tinggi, seiring meningkatnya kebutuhan akan talenta digital yang adaptif, relevan, dan berdaya saing.
Tantangan utama bukan hanya pada jumlah talenta, tetapi pada kesiapan sumber daya manusia dalam memahami perubahan teknologi, kebutuhan industri, serta kemampuan beradaptasi secara berkelanjutan.
Baca Juga : PDSS SNBP 2026 Ditutup 2 Februari: Sekolah Terlambat, Siswa Bisa Gagal Masuk PTN
Di tengah kondisi tersebut, kesenjangan antara kebutuhan industri dan kesiapan talenta digital masih menjadi persoalan yang nyata. Banyak talenta digital belum memiliki akses terhadap ruang belajar yang aman, terstruktur, dan relevan dengan praktik industri, sehingga proses evaluasi kemampuan, pengembangan keterampilan, hingga validasi ide kerap berjalan kurang optimal.
Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Jagoan Hosting menghadirkan Re:Code sebagai sebuah inisiatif kolaboratif yang dirancang untuk menjadi wadah pembelajaran, evaluasi, dan peningkatan kapasitas talenta digital secara berkelanjutan.
Re:Code hadir sebagai ruang temu antara talenta, komunitas, industri, dan pemangku kepentingan, guna mendorong terciptanya ekosistem digital yang lebih sehat dan inklusif. Kegiatan ini digelar di Gedung Balai Pemuda, Surabaya, Sabtu (31/1).
Inisiatif ini tumbuh dari semangat komunitas developer dan programmer yang melihat pentingnya ruang eksplorasi dan validasi yang lebih dekat dengan kebutuhan nyata industri.
Melalui pendekatan kolaboratif, Re:Code diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekosistem digital serta melahirkan solusi-solusi teknologi yang berdampak luas bagi masyarakat.
Re:Code juga menghadirkan para praktisi industri, engineer, dan penggerak komunitas digital dari berbagai latar belakang untuk berbagi pengalaman, wawasan, dan praktik terbaik.
Kegiatan ini menghadirkan tiga tokoh IT yang cukup terkenal di dunia developer, antara lain Sandhika Galih (Lecturer, Google Dev Expert & Content Creator), Setia Budi (Machine Learning Engineer at ticket.com & Content Creator), Eko Khannedy (Technical Architect at BliBli & Content Creator). Selanjutnya, ada Devin Maeztri (Organizer Komunitas WordPress Indonesia, Indonesia Partnership Manager Automotic), Aurelius Ivan (AI Engineer Cursor Ambassador) dan Ficky Irawanto (Organizer Komunitas N8N Indonesia, Owner Tim Teknologi Global). Terakhir, ada sesi bersama Theodore Mangowal (Software Engineer & Content Creator), Fini Charissa (UI/UX Designer & Founder Creatrack.id) dan Safira Maruapey (Full Stack Web Dev & Content Creator).
Kehadiran para praktisi ini diharapkan mampu memberikan perspektif nyata mengenai tantangan dan peluang di dunia teknologi yang terus berkembang.
Dirjen Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah menyampaikan pengembangan talenta digital perlu dilakukan secara berkelanjutan, dengan menekankan kualitas, relevansi, dan kesiapan menghadapi perubahan teknologi.
“Ruang belajar yang sehat dan kolaboratif dinilai menjadi faktor penting dalam menyiapkan talenta digital yang mampu menjawab kebutuhan industri masa depan,” papar dia.
Melalui inisiatif seperti Re:Code, ekosistem digital Indonesia didorong untuk tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan. Penguatan kapasitas talenta digital, percepatan proses validasi ide, serta dukungan menuju implementasi dan adopsi pasar menjadi fondasi penting dalam menciptakan rantai nilai ekonomi baru.
Dari peningkatan produktivitas individu, lahirnya solusi digital yang aplikatif, hingga berkembangnya bisnis berbasis teknologi, dampak yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh industri teknologi, tetapi juga masyarakat dan perekonomian nasional dalam jangka panjang.
“Ketika talenta digital memiliki ruang untuk belajar, memvalidasi ide, dan melangkah ke pasar dengan dukungan ekosistem, maka yang tercipta bukan hanya inovasi, tetapi juga nilai ekonomi. Dari sinilah economic growth dibangun, dimulai dari spark ide, berkembang menjadi solusi, dan akhirnya memberikan dampak nyata,” tandas dia.
Baca Juga : Harlah 1 Abad NU 2026: Kilas Balik Sejarah dan Perannya dari Kemerdekaan hingga Mendunia
Sementara itu Founder Jagoan Hosting Danton Prabawanto, menambahkan bahwa perkembangan teknologi saat ini menghadirkan peluang yang jauh lebih besar dibandingkan beberapa dekade lalu, khususnya bagi talenta digital yang ingin membangun produk maupun bisnis berbasis teknologi.
Menurutnya, ketika ia memulai perjalanan di industri digital, akses terhadap informasi, ekosistem pendukung, dan proses validasi ide masih sangat terbatas.
Berbeda dengan kondisi saat ini, di mana talenta digital memiliki peluang lebih besar untuk belajar, bereksperimen, dan mendapatkan pendampingan dari berbagai pihak.
“Perubahan teknologi membuka peluang yang sangat luas. Namun, peluang ini hanya bisa dimanfaatkan jika talenta digital memiliki ruang belajar yang tepat, lingkungan yang suportif, serta akses terhadap ekosistem yang memungkinkan ide berkembang menjadi solusi nyata,” ungkap Danton.
Ia menambahkan, kolaborasi antara komunitas, industri, dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem digital yang berkelanjutan.
Dukungan terhadap program akselerasi, ruang eksplorasi ide, serta pendampingan berkelanjutan akan mempercepat transformasi ide menjadi produk dan layanan yang bernilai guna.
Dalam perspektif jangka panjang, inisiatif-inisiatif seperti Re:Code diyakini dapat menjadi fondasi lahirnya generasi technopreneur dan inovator digital yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga pada dampak ekonomi dan sosial.
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas talenta digital diharapkan tidak hanya berdampak pada pengembangan individu, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas, menciptakan lapangan kerja baru, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital nasional.
