Lahan 6.000 Meter Persegi Disiapkan untuk Konservasi Umbul Gemulo
Reporter
Irsya Richa
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
30 - Jan - 2026, 10:59
JATIMTIMES - Pemkot Batu terus menunjukkan keseriusannya dalam menjaga kelestarian sumber daya air, khususnya mata air Umbul Gemulo yang berada di Kecamatan Bumiaji. Sumber air yang selama ini menjadi tumpuan kebutuhan masyarakat tersebut kini diprioritaskan untuk konservasi lingkungan.
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan bahwa Umbul Gemulo bukan sekadar aset alam, melainkan bagian penting dari keberlangsungan hidup masyarakat Kota Batu. Karena itu, pengelolaannya tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus berorientasi jangka panjang dan berbasis keberlanjutan.
Baca Juga : Jawa Timur Jadi Wilayah Paling Banyak Pelihara Kucing di RI, Populasinya Tembus 2,2 Juta Ekor
“Pemerintah berkomitmen penuh menjadikan kawasan Umbul Gemulo sebagai wilayah konservasi. Kita ingin memastikan mata air ini tetap lestari dan bisa dinikmati hingga generasi mendatang,” ungkap Heli.
Menurut Heli, tantangan pengelolaan sumber mata air saat ini semakin kompleks, seiring meningkatnya kebutuhan air bersih, pertumbuhan wilayah, serta perubahan fungsi lahan. Kondisi tersebut menuntut adanya langkah nyata agar Umbul Gemulo tetap terjaga dari ancaman kerusakan lingkungan.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Pemkot Batu telah mengambil kebijakan strategis dengan mengalokasikan lahan aset pemerintah seluas sekitar 6.000 meter persegi di kawasan Umbul Gemulo untuk kepentingan konservasi. Lahan tersebut telah dialihkan dalam Kartu Inventaris Barang (KIB) dan saat ini berada di bawah pengelolaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu.
Area yang membentang dari Taman Kenanga hingga kawasan depan Hotel Purnama itu kini difungsikan sepenuhnya sebagai kawasan tangkapan air dan ruang terbuka hijau. Pihaknya memastikan tidak ada pemanfaatan lain di area tersebut yang berpotensi mengganggu fungsi ekologis sumber mata air.
Selain fokus pada pelestarian lingkungan, Heli juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan air bersih kepada masyarakat. Ia meminta Perumdam Among Tirto agar lebih sigap dan responsif dalam menindaklanjuti aduan warga, terutama yang berkaitan dengan distribusi dan ketersediaan air.
Baca Juga : Pulang Kampung Tanpa Biaya! 6 Program Mudik Gratis 2026, Ada Bus, Kereta hingga Pesawat
Heli menegaskan bahwa keberhasilan menjaga Umbul Gemulo tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor kunci dalam memastikan sumber mata air tetap terpelihara, sekaligus dimanfaatkan secara bijak.
“Yang ingin kita wariskan adalah sumber air, bukan persoalan. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan Umbul Gemulo,” tutup mantan anggota DPRD kota Batu ini.
Melalui langkah-langkah tersebut, Pemkot Batu berharap Umbul Gemulo dapat terus menjadi sumber kehidupan yang andal, sekaligus simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kota Batu.
