Buya Yahya Ungkap Ciri-Ciri Orang Puasa yang Sia-Sia, Apakah Kamu Termasuk?
Reporter
Mutmainah J
Editor
A Yahya
10 - Mar - 2025, 04:48
JATIMTIMES - Puasa merupakan salah satu amalan suci yang telah ditetapkan bagi umat Islam. Dalam hukum Islam, puasa dibagi menjadi dua kategori: wajib dan sunnah. Di antara keduanya, puasa Ramadan menjadi kewajiban bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat-syarat tertentu.
Allah SWT menegaskan kewajiban puasa ini dalam surah Al-Baqarah ayat 183, yang berbunyi, "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Baca Juga : Polisi Buru Begal yang Bawa Kabur Motor Driver Ojol di Bandulan
Dengan berpuasa, seseorang akan mendapatkan pahala yang setimpal, sebagai ganjaran atas amal ibadah yang dilakukannya, baik yang wajib maupun yang sunnah.
Ciri-Ciri Orang yang Sia-Sia Meski Berpuasa
Namun, Pengasuh LPD Al Bahjah KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya, mengingatkan tentang pentingnya kualitas puasa. Ia kemudian mengungkapkan ciri-ciri orang berpuasa yang sia-sia menjalankan ibadahnya. Bahkan, Buya Yahya menyebut puasanya orang-orang tersebut tidak berguna. “Bisa dikatakan tidak berguna (puasanya),” kata Buya Yahya dikutip dari tayangan YouTube Buya Yahya, dikutip Senin (10/3/2025).
Yang pertama menurut Buya Yahya adalah orang yang berpuasa namun masih suka berbohong. Dalam kajian kitab Romadhoniat, Buya Yahya menyampaikan golongan pertama adalah orang yang berpuasa tapi masih berbohong. Ia menjadi saksi-saksi dusta dan tidak pernah meninggalkan pekerjaan yang ada kebohongan di dalamnya.
Lalu, untuk ciri yang kedua adalah orang yang berpuasa namun masih suka berghibah. Selain itu, ciri selanjutnya adalah orang yang selalu mengadu domba. Misalnya, membagikan sesuatu di media sosial yang menjadikan orang bermusuhan.
“Share sesuatu menjadikan orang bermusuhan. Hari ini ribut orang. Bahasannya (kadang-kadang) urusan agama. Dinaikkan, diangkat, ramai hebat debat ustaz dengan ustaz. Seram. Masya Allah. Semuanya pengikut lihat komentar-komentarnya menghabiskan pahala puasa, caci maki semuanya,” tutur Buya Yahya.
Kemudian untuk golongan keempat yaitu mereka yang berpuasa tapi tidak menjaga mata mereka dari yang diharamkan oleh Allah. Menjaga mata dari yang tidak dihalalkan Allah bukan sekadar di alam nyata, tapi juga di alam maya.
“Di alam nyata barangkali masih ada malu untuk kita menatap auratnya dia karena di alam nyata dan dia pun masih manusia yang punya risih mungkin kalau kita lihat, tapi di alam maya siapa yang melarang? Siapa yang malu? Kepada siapa lagi kalau bukan karena Allah?” kata Buya.
Baca Juga : Sejarah Takjil di Indonesia, Istilah yang Sangat Populer Saat Bulan Ramadan Tiba
Buya Yahya menyebut aurat lawan jenis lebih mudah ditemukan di alam maya ketimbang alam nyata. “Ternyata di alam maya lebih dahsyat lagi urusan aurat. Di alam nyata mungkin ada perempuan yang tersingkap auratnya lalu kita ingin melihatnya terhenti di saat dia sudah mulai sadar kita lihat. Tapi di alam maya kalau tidak sadar tidak akan berhenti, dan ini kadang terjadi di bulan Ramadan,” ujar Buya Yahya.
Golongan kelima atau terakhir adalah orang yang berpuasa tapi tidak bisa menahan syahwatnya, baik syahwat makan, syahwat suami-istri, maupun syahwat mata lainnya termasuk menonton video-video tidak pantas. “Karena dia tidak paham makna ini, maka di Ramadan pun ternyata dia masih asyik dengan tontonan-tontonan yang tidak pantas,” katanya.
Menurut Buya Yahya, orang yang termasuk golongan-golongan tersebut hanya mengganti jadwal makan saja, dari siang ke malam. Sementara ibadah yang dilakukannya sia-sia.
Itulah ciri-ciri orang yang sia-sia meskipun berpuasa. Semoga bermanfaat!
