Bugar Belum Tentu Sehat, Simak Penjelasan Dokter RSI Unisma 

04 - Mar - 2025, 09:30

Dokter Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma Malang, dr. Nur Laily Agustina, S.Ked., M.MRS (Repro: Anggara Sudiongko/ MalangTimes)


JATIMTIMES - Mendengar kata “bugar,” banyak orang langsung membayangkan tubuh yang penuh energi, bertenaga, dan siap menghadapi segala tantangan. Namun, tahukah Anda bahwa tubuh yang bugar belum tentu sehat?

Dokter Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma Malang, dr. Nur Laily Agustina, S.Ked., M.MRS menegaskan bahwa kebugaran tubuh hanya mencakup kesiapan fisik untuk beraktivitas, sementara kesehatan sesungguhnya mencakup tiga aspek utama: fisik, jiwa, dan sosial.

Baca Juga : Ramadan, 19 Hotel di Kota Batu Andalkan Paket Iftar, Berikut Harganya

Kebugaran tubuh seringkali dianggap sebagai indikator utama dari kesehatan. Namun, Dr. Nur Laily menjelaskan bahwa definisi kesehatan jauh lebih luas. "Kebugaran hanya melibatkan fisik, sedangkan kesehatan mencakup fisik, mental, dan sosial," ujarnya. 

Ia menambahkan, orang yang bugar mungkin belum tentu sehat, tapi orang yang sehat pasti bugar. Artinya, meskipun seseorang tampak kuat dan mampu beraktivitas tanpa lelah, belum tentu ia bebas dari gangguan mental atau sosial yang bisa mempengaruhi kualitas hidupnya.

Pentingnya menjaga keseimbangan antara ketiga aspek ini menjadi lebih jelas ketika berbicara tentang kondisi kesehatan secara keseluruhan. Seiring dengan semakin banyaknya orang yang sibuk mengejar kebugaran fisik, dr. Nur Laily mengingatkan agar kita tidak melupakan pentingnya kesehatan jiwa dan sosial.

Meskipun banyak orang melakukan self-assessment untuk mengevaluasi kebugaran mereka, dr. Nur Laily mengingatkan bahwa ini seringkali tidak cukup. "Self-diagnosis bisa berisiko. Jika merasa ada gangguan fisik, mental, atau sosial, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional," tegasnya. 

Menurutnya, banyak orang yang ragu untuk datang ke dokter ketika mengalami kecemasan, stres, atau gangguan jiwa, padahal hal-hal tersebut juga mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Selain itu, gangguan sosial, seperti rasa takut berinteraksi dengan orang lain atau keramaian, juga bisa menjadi tanda adanya masalah yang perlu ditangani dengan serius.

Baca Juga : Benarkah Sahur Hanya dengan Air Putih Bisa Bantu Turunkan Berat Badan dengan Cepat? Ini Kata Dokter

“Jangan menunggu sampai ada keluhan yang serius. Jika Anda merasa tidak semangat, mudah cemas, atau bahkan merasa terpojokkan dalam kehidupan sehari-hari, segera berkonsultasi ke profesional, seperti halnya ke RSI Unisma,” tambahnya. 

Dalam konteks bulan Ramadan, dr. Nur Laily juga menyoroti pentingnya memanfaatkan momentum Puasa Ramadan juga sebagai sarana introspeksi diri. Puasa tidak hanya untuk kesehatan fisik, tetapi juga untuk kesehatan jiwa. Berpuasa mengajarkan seseorang untuk mengontrol diri, menunda pemuasan keinginan, baik itu rasa lapar, emosi, atau kebutuhan lainnya. 

Proses ini bisa berkontribusi pada pengurangan stres dan peningkatan ketenangan batin. Selain itu, puasa juga memiliki dampak positif pada fisik. Secara fisiologis, tubuh dilatih untuk membakar kalori dengan lebih efektif, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesehatan.

"Jangan menganggap puasa ini beban," pungkasnya. 


Topik

Kesehatan, RSI Unisma, rumah sakit, Kesehatan Me tal, kebugaran, kesehatan fisik, dr. Nur Laily Agustina,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette