Sidak Pasar dan Gudang, Satgas Pangan Polres Batu Antisipasi Penimbunan Bahan Pokok hingga Harga Tak Wajar
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
28 - Feb - 2025, 06:31
JATIMTIMES - Satgas Pangan Polres Batu beserta Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Batu, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) bahan pokok penting (Bapokting) di pasaran, Jumat (28/2/2025).
Hal ini untuk mengantisipasi agar tidak adanya penimbunan dan mewaspadai harga yang naik tak wajar jelang Ramadan dan Idulfitri 2025.
Baca Juga : Targetkan Pertumbuhan 8 Persen, Wagub Emil Siap Perkuat Sinergi dengan Kawasan Industri
Dipimpin Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata, sidak tersebut dilakukan pada sejumlah titik di Pasar Induk Among Tani Kota Batu. Petugas memantau kondisi lapangan, berdialog dengan pedagang, serta mengecek harga berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, dan daging.
"Kami ingin memastikan bahwa harga bahan pokok tetap terjangkau dan tidak ada lonjakan yang merugikan masyarakat. Selain itu, kami juga mengecek apakah ada indikasi penimbunan yang bisa mengganggu pasokan," ujar Andi.
Kapolres Batu berharap masyarakat Kota Batu dapat menjalani ibadah puasa dengan tenang tanpa khawatir kenaikan harga yang tinggi. Ia juga mengimbau kepada para pedagang untuk tetap menjual barang dengan harga yang wajar dan tidak melakukan praktik spekulasi.
"Diskoperindag Kota Batu juga menampung aspirasi pedagang terkait pasokan dan distribusi barang, sekaligus memberikan arahan agar harga tetap sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah," tambahnya.
Selain ke Pasar Induk Among Tani Kota Batu, Kapolres dan rombongan juga ke Gudang CV Surya Anugrah yang berlokasi di Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu. Di mana tersedia stok bawang putih di gudang tersebut mencapai lebih dari 300 ton, sementara kebutuhan masyarakat Kota Batu setiap bulannya berkisar 45 ton.
Baca Juga : Gelar Pembinaan Notaris di Jatim, Kemenkum Ingatkan Risiko jika Tak Profesional
Mantan Kapolres Blitar itu memastikan pasokan bawang putih cukup untuk tiga bulan ke depan dan tetap dalam kisaran harga yang terjangkau. Ia menginbau masyarakat tidak perlu terburu-buru dalam berbelanja. Tidak perlu ada aksi borong atau penimbunan, karena ketersediaan bahan pokok dalam kondisi aman.
"Kami juga akan melakukan pengawasan terhadap distribusi agar harga tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan," imbuh Andi.
