Konflik, UMKM dan Pemilik Ruko Sepakati Pasar Ramadan di Situbondo
Reporter
Wisnu Bangun Saputro
Editor
Yunan Helmy
28 - Feb - 2025, 12:05
JATIMTIMES - Komisi II DPRD Situbondo memfasilitasi mediasi terkait konflik pembukaan pasar Ramadan di Jalan Irian Jaya, Kelurahan Mimbaan, Kabupaten Situbondo. Konflik sebelumnya terjadi antara pelaku UMKM dan pemilik ruko sepanjang jalan tersebut.
Mediasi yang melibatkan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Dinas Perhubungan (Dishub), dan kepolisian itu menyelesaikan konflik antara pemilik ruko yang merasa omzetnya menurun selama bulan Ramadan akibat terhalang stan UMKM pasar Ramadan yang berada tepat di depan rukonya.
Baca Juga : Digelar Hari ini, Berikut Sejarah Sidang Isbat dalam Penentuan Awal Ramadan
Ketua Komisi II DPRD Situbondo Djainur Ridho menceritakan, kasus tersebut muncul menjelang bulan Ramadan tahun ini. Pihak ruko menolak adanya pasar Ramadan di Jalan Irian Jaya. Namun para pelaku UMKM menginginkan pasar Ramadan tetap digelar di jalan tersebut.
"Konflik kedua belah pihak ini cukup besar. Penyebabnya masalah tempat. Satu pihak menolak kalau Jalan Irian Jaya di tempat pasar Ramadan. Satu pihak lain mengingatkan pasar Ramadan tetap di jalan tersebut," ujarnya, Jumat (28/02/2025).
Karena adanya konflik tersebut, setelah UMKM mengadu ke Komisi II, kemudian diambil langkah mediasi dengan mengundang kedua belah pihak untuk membahas masalah tersebut.
"Makanya kami undang mereka untuk duduk bersama. Dihadiri Diskoperindag, Dishub, dan jajaran l Polres Situbondo. Supaya konflik antar pengusaha ini bisa segera menemukan jalan keluar dan Situbondo bisa kembali kondusif. " ucap dia.
Mediasi sempat diwarnai saling adu argumen. Masing-masing pihak masih sama-sama menolak. Tidak ada kesepakatan yang bisa dihasilkan sehingga rapat tersebut membutuhkan waktu hingga beberapa jam.
"Rapat awalnya berjalan alot (lama). Semuanya sama-sama memiliki pendirian masing-masing terkait pasar Ramadan. Bagi UMKM, sudah belanja bahan dan khawatir tidak ada pasar Ramadan. Sedangkan pihak ruko khawatir pengunjungnya sepi karena ditutup pasar," ungkap ketua Komisi II DPRD tersebut.
Baca Juga : Selama Ramadan, Siswa SD-SMP di Jombang Hanya Sekolah 5 Jam
Djainur menyampaikan, DPRD memberikan jalan alternatif agar kedua pihak tidak ada yang dirugikan. Yakni pasar Ramadan tetap menggunakan JalanIirian Jaya namun hanya sebagian jalan, yakni sisi sebelah barat. Tujuannya agar tidak mengganggu pemilik ruko.
"Solusi itu yang kami sampaikan baru bisa disepakati. Stan UMKM berada di sisi barat jalan menghadap ke timur sehingga tidak menghalangi ruko atau pembeli ruko. Akhirnya rapat bisa diselesaikan dengan solusi yang sama-sama menguntungkan," pungkasnya.
Sebagai informasi, pasar Ramadan di Jalan Irian Jaya akan dibuka perdana pada Senin 3 Maret 2025, mulai pukul 4 sore hingga 9 malam dengan total 200 stan.
