Kiat untuk Memotivasi Anak Berpuasa di Bulan Ramadan ala Psikolog

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

26 - Feb - 2025, 12:43

Potret seorang anak membaca doa sebelum berbuka puasa. (Foto: Klikdokter)


JATIMTIMES - Membiasakan anak untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan memerlukan pendekatan yang tepat agar mereka termotivasi dan menjalankannya dengan penuh kesadaran. Psikolog anak dan keluarga dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Sani B. Hermawan, memberikan beberapa kiat yang dapat membantu orang tua dalam mendorong anak berpuasa dengan cara yang menyenangkan dan mendidik. 

Karena anak-anak belum sepenuhnya memahami kewajiban berpuasa dalam ajaran Islam, mereka sering kali membutuhkan dorongan dari luar. Salah satu cara yang bisa dilakukan orang tua adalah dengan memberikan hadiah atau penghargaan atas usaha anak dalam berpuasa. 

Baca Juga : Harga Bahan Pokok di Jatim Melonjak Jelang Ramadan, Ini Langkah Pemprov

"Misalnya, anak boleh memilih untuk berpuasa setengah hari dulu. Jika berhasil, orang tua bisa memberikan hadiah, bisa dalam bentuk uang atau barang yang disukai anak," kata Sani, dikutip Antara, Rabu (26/2/2025). 

Namun, ia menekankan bahwa hadiah ini sebaiknya diberikan berdasarkan kesepakatan sejak awal. Hadiah bukan semata-mata sebagai imbalan, tetapi lebih kepada bentuk reward agar anak merasa senang dan termotivasi. "Jadi, ini bukan hanya sekadar hadiah, melainkan bentuk penghargaan atas usaha anak," tambahnya. 

Hadiah yang diberikan bisa berupa barang yang bermanfaat, seperti buku atau mainan edukatif yang dapat merangsang kreativitas. Namun, orang tua sebaiknya memberikan hadiah sesuai kemampuan dan tidak berlebihan. 

"Lebih baik hadiahnya diberikan di akhir periode puasa, bukan setiap hari, agar anak tetap merasa tertantang dan termotivasi untuk melanjutkan puasa," jelas Sani. 

Jika hadiah diberikan setiap hari, dikhawatirkan anak akan merasa cukup dengan pencapaian singkat dan kehilangan semangat untuk melanjutkan ibadah puasa.

Selain hadiah, dukungan emosional dari orang tua juga berperan penting dalam membangun semangat anak untuk berpuasa. Orang tua bisa memberikan apresiasi terhadap setiap pencapaian anak, misalnya saat mereka bangun untuk sahur atau berhasil menahan lapar hingga siang hari. "Yang paling penting adalah mengakui usaha anak, bukan hanya menilai hasil akhirnya," ujar Sani. 

Jika anak sudah berusaha berpuasa dengan baik, mereka akan merasa dihargai dan semakin termotivasi untuk melanjutkan ibadah puasa. 

Baca Juga : Selama Ramadan, Pemkot Malang Pastikan Harga dan Pasokan Bahan Pangan Aman

Bulan Ramadan juga bisa menjadi momen yang tepat untuk mengajarkan kedisiplinan kepada anak. Orang tua dapat membangun rutinitas puasa bersama, seperti membiasakan anak bangun untuk sahur, berbuka tepat waktu, serta melaksanakan salat berjamaah.

Rutinitas ini tidak hanya membantu anak dalam menjalankan ibadah puasa, tetapi juga mempererat hubungan keluarga. Kebersamaan dalam menjalankan ibadah akan membuat anak merasa lebih nyaman dan semangat dalam berpuasa. 

Dengan kiat di atas, seiring bertambahnya usia, anak kemudian akan terbiasa memiliki motivasi internal untuk berpuasa, tanpa harus mengandalkan iming-iming hadiah dari orang tua.
 


Topik

Pendidikan, ramadan, latihan puasa, sani b hermawan, tips latihan puasa,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette