BAZNAS dan Pemkab Blitar Salurkan Bantuan untuk 115 Penerima, Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Umat
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
A Yahya
25 - Feb - 2025, 11:54
JATIMTIMES – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Blitar, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blitar, menyalurkan bantuan bagi 115 penerima dalam program pentasyarufan rutin di Desa Sumberjo, Kecamatan Sanankulon, Selasa (25/2/2025).
Bantuan ini mencakup dukungan bagi guru tidak tetap, takmir masjid, hafidz, serta warga pra-sejahtera, sekaligus program ekonomi dan sosial untuk memperkuat kesejahteraan umat. Acara yang digelar di kantor desa ini turut dihadiri oleh perwakilan OPD, Forkopimcam, serta tokoh masyarakat.
Baca Juga : MK Putuskan Pemilihan Ulang di Magetan, Berikut Kata Pakar Hukum Sigit Sapto Nugroho
Pentasyarufan kali ini mencakup berbagai program bantuan, mulai dari insentif bagi tenaga pendidik non-PNS, modal usaha, hingga program sosial berbasis kolaborasi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur.
Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Blitar, Achmad Lazim, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan pentasyarufan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan.
“Alhamdulillah, hari ini kita kembali menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah bentuk nyata kepedulian kita terhadap para guru non-PNS, takmir masjid, hafidz-hafidzoh, serta kelompok usaha kecil. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.
Kepala Desa Sumberjo, Sunari, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakat desa dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka.
“Terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Blitar yang selalu hadir untuk membantu warga kami. Program ini sangat dirasakan manfaatnya, terutama bagi para guru non-PNS dan warga kurang mampu,” katanya.
Dalam program pentasyarufan rutin BAZNAS Kabupaten Blitar, bantuan disalurkan kepada 115 penerima dari berbagai kategori. Sebanyak 70 orang guru tidak tetap (GTT), yang terdiri dari guru TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, serta guru TPQ/Madin, menerima masing-masing Rp 300.000 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam dunia pendidikan.
Selain itu, bantuan juga diberikan kepada 15 takmir masjid yang berperan dalam menjaga dan mengelola tempat ibadah, serta 15 hafidz dan hafidzoh yang telah mengabdikan diri dalam menghafal Al-Qur’an, di mana masing-masing menerima Rp 300.000.
Sementara itu, 15 warga pra-sejahtera mendapatkan bantuan sebesar Rp 500.000 untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup mereka. Secara keseluruhan, total dana yang disalurkan dalam program ini mencapai Rp 37.500.000.
Selain program rutin, BAZNAS Kabupaten Blitar juga berkolaborasi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur dalam mendukung program ekonomi dan sosial. Salah satu program unggulannya adalah bantuan modal usaha dan pengembangan peternakan kambing. Dalam program ini, kelompok "Agro Green Farm" di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, menerima bantuan modal usaha sebesar Rp 75.000.000 untuk pengembangan sektor pertanian.
Sementara itu, program peternakan kambing disalurkan kepada 10 kelompok ternak, di mana masing-masing kelompok mendapatkan Rp 7.500.000, dengan total anggaran mencapai Rp 125.000.000. Selain itu, BAZNAS juga mengalokasikan bantuan untuk Program Rumah Layak Huni (RLH), dengan nilai Rp 25.000.000 per rumah, yang ditujukan bagi warga yang membutuhkan perbaikan tempat tinggal agar lebih layak dan nyaman.
"Program Rumah Layak Huni ini merupakan bentuk sinergi antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Blitar. BAZNAS Provinsi mengalokasikan bantuan sebesar Rp 20 juta, sementara BAZNAS Kabupaten Blitar menambahkan Rp 5 juta. Sehingga, total bantuan yang diterima setiap penerima manfaat mencapai Rp 25 juta," jelas Lazim.
Wakil Ketua II BAZNAS Jawa Timur, KH Ahsanul Haq, menekankan pentingnya sinergi dalam program ini.
Baca Juga : 9 Rekomendasi Sirup Lokal Enak untuk Persiapan Ramadan
“Kami di BAZNAS Provinsi selalu mendukung upaya Kabupaten Blitar dalam menyalurkan zakat untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya program ini, kita bisa membantu masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada bantuan ekonomi, BAZNAS Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Dalam program ini, lima mahasiswa dari STIT Al-Muslihun dan Unisba Blitar menerima beasiswa S1 di bidang kesehatan sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan tinggi.
Selain itu, sebanyak 20 siswa dari berbagai SMA dan SMK di Blitar mendapatkan bantuan pendidikan untuk memastikan kelangsungan studi mereka. Program ini diharapkan dapat meringankan beban finansial para penerima sekaligus meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
"Beasiswa ini sifatnya insidentil dan biasanya tidak dimasukkan dalam acara seremonial seperti ini. Prosesnya diawali dengan pengajuan dari masyarakat kepada BAZNAS, kemudian BAZNAS melakukan verifikasi langsung di lapangan untuk memastikan apakah calon penerima benar-benar layak mendapatkan bantuan," ujar Achmad Lazim.
Plt Asisten I Setda Pemkab Blitar, Rully Wahyu Prasetyowanto, yang turut hadir dalam acara ini, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BAZNAS.
“Pemkab Blitar sangat mendukung program seperti ini. Bantuan yang diberikan harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar benar-benar berdampak bagi penerima. Kami berharap sinergi antara Pemkab Blitar, BAZNAS Kabupaten, dan BAZNAS Jawa Timur terus diperkuat,” ujarnya.
Rully juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menyalurkan zakat dan infaq dari ASN agar dapat dikelola dengan lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat.
"Pemerintah Kabupaten Blitar berkomitmen untuk terus bersinergi dengan BAZNAS dalam mendukung program sosial dan ekonomi. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan," tegasnya.
Program pentasyarufan BAZNAS Kabupaten Blitar ini menunjukkan bahwa zakat dan infaq yang dikelola dengan baik dapat memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Dengan adanya sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, serta berbagai pihak lainnya, diharapkan lebih banyak masyarakat yang terbantu, baik dalam aspek pendidikan, ekonomi, maupun kesejahteraan sosial.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama, sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus mendukung semangat serta kesuksesan para penerima bantuan di masa mendatang.
