Menampik Adanya Keteledoran, RSUD Besuki Pastikan Keamanan Tenaga Medis dan Jalankan SOP Ketat

23 - Feb - 2025, 05:21

Direktur RSUD Besuki, dr Imam Hariyono saat menyapa pasien. (Foto: istimewa)


JATIMTIMES - Viralnya pemberitaan yang terkait dugaan terjadinya keteledoran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besuki Situbondo yang membahayakan tenaga medis membuat manajemen rumah sakit plat merah tersebut angkat bicara.

RSUD Besuki menegaskan komitmennya dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat demi menjaga keselamatan tenaga medis dan pasien. Hal ini disampaikan sebagai tanggapan atas pemberitaan yang berkembang mengenai insiden tenaga medis yang tertusuk jarum saat menangani pasien dengan HIV.  

Baca Juga : Puluhan Kasus Demam Berdarah dan Chikungunya Jangkiti Warga Kota Batu

Menurut Direktur RSUD Besuki, dr. Imam Hariyono, kejadian yang terjadi pada 18 Februari 2025 tersebut merupakan kecelakaan kerja yang bisa terjadi di dunia medis. Namun, pihak rumah sakit telah menangani insiden ini dengan cepat dan sesuai protokol yang berlaku. 

Sejak ada laporan ke Direktur RSUD Besuki, dirinya langsung memberikan penanganan kepada tenaga medis yang bersangkutan. Dua dokter spesialis telah melakukan pengawasan medis secara intensif, termasuk pemeriksaan laboratorium dan terapi pencegahan guna meminimalisir risiko yang mungkin timbul.  

"Kami memiliki SOP yang ketat dalam menangani kejadian seperti ini. Pemeriksaan laboratorium dilakukan secara berkala, dan tenaga medis yang terdampak mendapat terapi yang sesuai dengan standar kesehatan," ujar dr. Imam Hariyono.  

Selain itu, RSUD Besuki juga memastikan bahwa setiap prosedur medis yang dilakukan di rumah sakit selalu mengedepankan keselamatan pasien dan tenaga kesehatan. Hal ini mencerminkan komitmen RSUD Besuki dalam memberikan pelayanan yang aman dan profesional bagi masyarakat.  

Dalam menjalankan setiap prosedur medis, RSUD Besuki juga menegaskan bahwa kerahasiaan identitas pasien adalah prioritas utama. Rumah sakit berpegang teguh pada prinsip etika medis yang melindungi data pribadi pasien dari penyebaran informasi yang tidak perlu.  

"Kami ingin menegaskan bahwa RSUD Besuki menjaga penuh kerahasiaan identitas pasien. Tidak ada informasi medis yang bisa diakses tanpa kewenangan yang sah. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan terpercaya," tambah dr. Imam Hariyono.  

Selain menangani kejadian yang menimpa tenaga medis, RSUD Besuki juga memastikan bahwa setiap tindakan medis, termasuk operasi, dilakukan sesuai dengan SOP yang berlaku. Standar keselamatan diterapkan secara ketat untuk meminimalisir risiko dan meningkatkan efektivitas pengobatan.

Baca Juga : Meriah, 2.500 Warga Ramaikan Pawai Budaya Kelurahan Tlogomas

"Dalam beberapa tahun terakhir, RSUD Besuki terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan dengan melatih tenaga medis untuk selalu siap menghadapi berbagai situasi darurat. Mulai dari prosedur operasi hingga tindakan perawatan intensif, semua dilakukan dengan pendekatan yang berbasis keamanan dan profesionalisme," ungkapnya.

dr Imam berharap, masyarakat dapat memahami bahwa dunia medis memiliki risiko tersendiri, namun dengan penerapan prosedur yang ketat, risiko tersebut bisa diminimalisir. RSUD Besuki mengajak masyarakat untuk tetap percaya pada sistem kesehatan yang ada dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu akurat.  

Dengan komitmen yang kuat terhadap keselamatan dan profesionalisme, RSUD Besuki terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Situbondo dan sekitarnya.

Sebelumnya di beritakan di JATIMTIMES, bahwa terjadi dugaan keteledoran yang dilakukan oleh manajemen RSUD Besuki terhadap standar penanganan pasien terjangkit virus menular yang berpotensi beberapa tenaga medis ikut terinfeksi.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota DPRD Situbondo dari Fraksi DNS  Toton Beni Martono. Dia mengatakan bahwa informasi terkait pasien tidak disampaikan secara benar oleh manajemen RSUD Besuki saat salah satu tenaga medis di RSUD Besuki yang melakukan operasi terhadap salah satu pasien yang kemudian saat operasi selesai baru diketahui bahwa pasien tersebut terjangkit virus B20.


Topik

Peristiwa, RSUD, RSUD Besuki, Situbondo, hiv aids,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette