Terinspirasi Ria Ricis, Pelajar Berprestasi asal Kabupaten Malang Ini Bercita-Cita Ingin Jadi Influencer
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
19 - Feb - 2025, 04:23
JATIMTIMES - Banyak pelajar dari Kabupaten Malang yang memiliki prestasi di berbagai tingkatan. Mulai dari tingkat lokal, regional hingga nasional. Dari sekian banyak pelajar berprestasi di Kabupaten Malang, terdapat seorang perempuan bernama Azzahra Revia Putri (17) yang berasal dari Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Perempuan yang akrab disapa Revia atau Evi ini merupakan pelajar kelahiran Malang, 16 Mei 2007 silam. Sejak kecil, Evi mengaku sangat senang bersosialisasi dengan banyak orang. Mulai dari sekadar ngobrol dengan orang hingga mengikuti berbagai lomba yang kompetisinya diikuti oleh banyak anak serta ditampilkan di hadapan orang banyak. Seperti lomba membaca puisi hingga lomba story telling atau bercerita.
Baca Juga : PWI Gresik Kolaborasi Tanam Ratusan Pohon untuk Kelestarian Lingkungan
Meskipun dirinya mengaku tidak selalu mendapatkan juara, tetapi pengalaman bisa tampil di hadapan orang banyak sejak kecil membuat kepercayaan dirinya selalu meningkat ketika berhadapan dengan banyak orang.
Evi sendiri merupakan pelajar yang dulunya menempuh pendidikan di TK Muslimat 3 Bunut Wetan. Lalu melanjutkan pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah NU Bunut Wetan. Kemudian melanjutkan ke SMP Islam Terpadu Daar El-Qur'an Desa Bunut Wetan. Selanjutnya ketika akan memasuki jenjang menengah ke atas, Evi memutuskan untuk keluar dari zona nyaman dengan bersekolah di SMA Widya Gama yang berlokasi di Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
"Saat akan lulus SMP, saya sudah ingin keluar dari zona nyaman. Karena sejak TK hingga SMP saya bersekolah di dekat rumah. Akhirnya saat masuk SMA Widya Gama saya bisa keluar dari zona nyaman dan dapat mengembangkan potensi diri lebih luas lagi," ungkap Evi kepada JatimTIMES.com.
Dirinya mengaku, menjalani masa-masa sekolah di SMA Widya Gama Malang merasa sangat terfasilitasi atas hobi maupun kesenangannya dalam berkomunikasi di hadapan banyak orang. Termasuk mengikuti berbagai perlombaan hingga pemilihan duta.
Jadi saat awal masuk SMA aku mulai ikut ajang lomba. Lombanya itu paling banyak lomba video atau news anchor dan lain-lain. Dari situ mulai belajar menggali lagi potensi. Tapi juga di balik itu dari SD sampai SMP, aku juga kadang iseng ikut lomba baca puisi, story telling, yang itu lombanya di depan umum. Tapi itu hanya pengalaman saya. Karena saat itu belum yakin. Mulai yakinnya itu ya pas masuk SMA," jelas Evi.
Alhasil, Evi bersama rekan-rekannya pernah meraih juara harapan 1 lomba debat PAI tingkat SMA/SMK se-Kota Malang pada tahun 2022 yang diselenggarakan oleh MGMP PAI SMA/SMK di Gedung DPRD Kota Malang. Selain itu, masih banyak lagi perlombaan-perlombaan yang diikuti Evi dan memperoleh juara.
Lebih lanjut, untuk kompetisi pemilihan duta sendiri bermula ketika di SMA Widya Gama Malang dilakukan penjaringan dan pemilihan duta literasi SMA Widya Gama Malang pada tahun 2023. Akhirnya, Evi terpilih menjadi duta literasi SMA Widya Gama Malang tahun 2023.
"Awalnya itu gara-gara mengikuti kegiatan pemilihan duta di sekolah. Di sekolah ada pemilihan duta dan kebetulan aku terpilih sebagai nominator yang terpilih dan alhamdulillah dengan terpilihnya itu, aku bertekad untuk mencoba pemilihan duta di luar sekolah," kata Evi.
Selanjutnya, Evi pun mencoba mengikuti pemilihan duta di luar sekolah. Tak tanggung-tanggung, di tahun 2023 Evi mengikuti kegiatan Green Youth Movement yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Setelah mengikuti serangkaian kegiayan Green Youth Movement 2023 di Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Evi bersama rekannya dinobatkan sebagai Green Ambassador RI 2023.
Baca Juga : Pelajar di Malang Tertimpa Pohon Saat Berangkat Sekolah
Lalu di tahun 2024, Evi kembali mengikuti kompetisi pemilihan duta pelajar anti narkoba Provinsi Jawa Timur. Setelah melalui proses seleksi yang panjang, Evi pun terpilih menjadi salah satu duta pelajar anti narkoba Provinsi Jawa Timur 2024.
"Dari situ aku mulai mengenal orang-orang dari seluruh Indonesia yang kebetulan mengikuti kegiatan tersebut dan dilantik juga. Dari situlah mulai muncul kepingin ikut volunteer terus. Dari situ tumbuh perasaan, kalau jadi duta asyik sekali ya. Jadi makanya dari pengalaman itu muncul hal-hal baru," ungkap Evi.
Lebih lanjut, ternyqta sosok Evi yang sekarang juga tidak terlepas dari aktris sekaligus YouTuber dan influencer Ria Yunita atau yang lebih dikenal sebagai Ria Ricis. Evi mengaku, sejak tahun 2015 dirinya sudah mengikuti konten-konten yang dibuat oleh Ria Ricisi di channel YouTube-nya.
"Pada tahun 2015 aku nonton kontennya Ria Ricis dan aku suka melihat kontennya. Kontennya inspiratif, Ria Ricis juga ceria, humble dan penuh semangat. Dari situ aku ada semangat untuk memulai atau mencoba berani dari situ. Awal mulanya mencoba public speaking, cara berkomunikasi, itu juga awal mulanya terinspirasi dari dia. Karena tidak semua orang itu berani untuk ngomong di depan umum," beber Evi.
Selain itu, setelah melihat konten-konten Ria Ricis, Evi mengaku semakin yakin bahwa menjadi YouTuber atau Influencer memiliki prospek yang tinggi. Di mana pendapatan dari seorang YouTuber dilihat dari viewers, subscriber dan jumlah like.
Lalu, Evi yang hobi menari dan masak ini juga bercita-cita menjadi model. Di mana hal itu di latarbelakangi Evi yang gemar foto dan merasa percaya diri ketika di depan kamera untuk berfoto maupun me.buat sebuah video atau vlog. Saat ini Evi duduk di bangku kelas XII IPS di SMA Widya GamaMalang. Untuk menguatkan hobi dan keinginannya tersebut, Evi ingin melanjutkan kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya.
Sementara itu, dibalik kesuksesan Evi itu semua, ada orang tua, keluarga, guru dan teman-teman yang terus memberikan dukungan terhadap dirinya untuk terus berkarya dan berprestasi. "Kalau kalah nggam masalah karena masih bisa diperbaiki di lomba berikutnya. Jadi saya memang ingin membuktikan ke diri sendiri bahwa aku bisa," pungkas Evi.
