Banyuwangi Kota Banjir, Pj Sekda Sebut Sistem Drainase Cukup Baik
Reporter
Nurhadi Joyo
Editor
Yunan Helmy
18 - Feb - 2025, 08:46
JATIMTIMES - Banjir terjadi di wilayah perkotaan Banyawangi. Namun, masalah itu dianggap sebagai gambaran bahwa sistem drainase yang ada di Banyuwangi pada dasarnya cukup baik. Pasalnya, sekitar satu jam setelah hujan berhenti, tidak ada lagi genangan air.
Menurut Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuwangi Guntur Priambodo, ada beberapa variabel untuk mengukur sistem drainase yang ada di satu wilayah.
Baca Juga : Perlindungan HAM dan Penegakan Hukum yang Seimbang Dalam RUU KUHAP Jadi Sorotan Akademisi
Pria yang juga menjabat kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi itu mengatakan, di wilayah Banyuwangi kota, untuk pematusan atau pengelolaan air agar cepat terbuang ke sungai, tempat resapan di waduk atau tempat penampungan air atau bisa langsung terbuang ke laut, butuh rekonstruksi atau penataan ulang di beberapa titik. Itu sebagai upaya mewujudkan sistem ideal yang diinginkan masyarakat, yakni setelah hujan reda tidak ada lagi genangan air.
Tetapi secara sistem besar, penanganan banjir di Banyuwangi sudah cukup baik. Sungai besar daerah aliran sungai (DAS) di Banyuwangi, seperti Kalilo, Kali Sukowidi, Kali Sobo, Kali Bagong sudah dibenahi secara bertahap sehingga saat terjadi hujan deras mampu menampung air hujan.
Terjadinya kasus luapan air di wilayah kota Banyuwangi Senin (17/2/2025) salah satunya disebabkan oleh tingginya curah hujan yang turun sehingga saluran air yang ada tidak mampu menampung air sehingga meluber ke jalan.
Daerah-daerah langganan banjir seperti Kepatihan, Kampung ujung, Tukang Kayu, Karangrejo dan Kertosari secara bertahap sudah tertangani dengan adanya normalisasi sungai dan pompa air yang disiapkan.
“Beberapa wilayah di Banyuwangi kota lokasinya memang di bawah jalan dan sungai. Sehingga apabila ada air yang mengalir di permukaan jalan maka wilayah tersebut akan tergenang,” ujar Guntur di Kantor Sekda Banyuwangi pada Selasa (18/2/2025)
Jalan yang ada di depan kantor Pemkab Banyuwangi merupakan salah satu yang masuk cekungan sehingga pada saat terjadi hujan yang ekstrem dan saluran yang ada tidak mampu menampung air, akhirnya terjadi luapan ke jalan. Tetapi sekitar satu jam setelah hujan reda, tidak ada lagi genangan.
Baca Juga : Pj Wali Kota Kediri Silaturahmi dan Pamitan Kepada Kepala Kejaksaan Negeri
Selain itu, karena alih fungsi lahan yang ada di kota mengakibatkan 95 persen air hujan tidak masuk ke tanah karena infiltrasi tanah sehingga run off air mengalir di atas permukaan tanah. Apabila drainase yang ada tidak mampu menampung, otomatis jalan-jalan yang ada seakan-akan berubah menjadi sungai. Tetapi kondisi tersebut berlangsung tidak lama.
Sementara untuk pengendalian daerah tangkapan air yang ada di lereng Ijen, pemerintah kabupaten (lemkab) bersama dengan DPRD Banyuwangi serta warga masyarakat berupaya melakukan penataan di atas secara bertahap.
“Pemerintah daerah, DPRD dan masyarakat Banyuwangi sudah menjadi satu sehingga akan memudahkan untuk bersama-sama mengatasi permasalahan yang ada,” pungkas Guntur.
