Warga Temukan Mayat Lansia Tergantung di Perkebunan

Reporter

Ashaq Lupito

Editor

Yunan Helmy

17 - Feb - 2025, 08:55

Polisi dan masyarakat setempat saat melakukan evakuasi jenazah seorang lansia yang ditemukan tewas gantung diri di sebuah perkebunan yang berlokasi di Kecamatan Kromengan pada Senin (17/2/2025). (Foto: Polsek Kromengan for JatimTIMES)


JATIMTIMES  - Seorang lansia berinisial G (71), warga Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, ditemukan tewas gantung diri pada Senin (17/2/2025). Korban ditemukan meninggal di area perkebunan Desa Kromengan, Kecamatan Kromengan.

"Korban ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri di sebuah pohon pada tadi (Senin, 17/2/2025) pagi sekira pukul 09.30 WIB," ungkap Kapolsek Kromengan AKP Moch Sochib usai penanganan peristiwa penemuan mayat, Senin (17/2/2025) malam.

Baca Juga : Produksi Makin Menurun, Pemkot Batu Anggarkan Rp 400 Juta untuk Revitalisasi Pertanian Apel

Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, korban ditemukan pertama dalam kondisi tewas gantung diri oleh tetangganya. Pada saat itu, saksi yang hendak pergi ke perkebunan tebu melihat korban sudah tergantung di pohon.

Saksi kemudian berteriak minta tolong. Teriakan tersebut didengar oleh tetangga korban lainnya yang pada saat itu sedang membersihkan rumput di ladang sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak keluarga korban dan kepolisian Polsek Kromengan. Bersama tim medis, polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) termasuk memeriksa kondisi jenazah korban.

"Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim medis dari Puskesmas Kromengan yang turut disaksikan oleh keluarganya, di keseluruhan tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan," ujar Sochib.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga merasa keberatan dan menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Sebaliknya, pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas bahwa korban telah meninggal dengan cara gantung diri.

"Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan untuk dilakukan visum dan tidak menuntut siapapun atas kejadian meninggalnya korban," tutur Sochib.

Sementara itu, berdasarkan penuturan istri korban yang dihimpun polisi, pada Minggu (16/2/2025) sekira pukul 20.30 WIB, korban sempat berpamitan untuk keluar rumah. Saat itu, istrinya mengira korban akan tidur di rumah saudaranya.

Baca Juga : Kuota 35.152, Cek Daftar Nama Jemaah Haji Reguler Jatim 2025 di Link Berikut Ini

Namun, hingga sehari kemudian, Senin (17/2/2025), korban tidak kunjung pulang ke rumah. Hingga akhirnya, pagi sekitar pukul 09.30 WIB, pihak keluarga mendapat informasi dari warga jika korban telah meninggal gantung diri.

"Informasi yang kami terima, korban menderita sakit lambung dan sudah menderita sakit tersebut selama sekitar enam bulan," pungkas Sochib.

-----------------------------------------------------

Pemberitaan dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi para pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, disarankan segera mengkonsultasikan persoalan anda kepada pihak-pihak yang dapat membantu. Seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Jika anda atau seseorang yang anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki kecenderungan untuk bunuh diri, silahkan hubungi dokter kesehatan jiwa di puskesmas atau rumah sakit terdekat.


Topik

Peristiwa, Gantung diri, tewas gantung diri, mati tak wajar,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette