BEM Malang Raya Bakal Gelar Aksi Esok, Tuntut Kepastian KIP Kuliah yang Diduga Kena Efisiensi Anggaran

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

17 - Feb - 2025, 07:14

Poster seruan aksi BEM Malang Raya yang akan menggelar aksi besok, Selasa (18/2/2025). (Foto: @bem.malangraya)


JATIMTIMES - Gelombang protes terkait pemangkasan anggaran pendidikan tengah menguat. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya mengumumkan rencana aksi demonstrasi menuntut kejelasan terkait program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang diduga terkena efisiensi anggaran. 

Aksi ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa besok, 18 Februari 2025, pukul 10.00 WIB, dengan titik kumpul di Jalan Veteran Kota Malang (dekat Taman Makam Pahlawan). 

Baca Juga : Ban Pecah, Daihatsu Xenia Tabrak Motor, Papan Reklame hingga Pohon

Melalui akun Instagramnya, @bem.malangraya, mereka menyuarakan keprihatinan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai dapat mengancam keberlanjutan pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu. 

"Dunia pendidikan di Indonesia sedang dalam kondisi sakit. Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang menjadi harapan bagi mahasiswa kurang mampu mengalami pemangkasan besar. Hal ini mengancam 663.821 mahasiswa yang menerima KIP terancam putus kuliah," tulis BEM Malang Raya dalam unggahannya, dikutip Senin (17/2/2025).

 

Bem Malang Raya menegaskan akan menggelar seruan aksi besok, Selasa (18/2/2025). (Foto: @bem.malangraya)


Bem Malang Raya menegaskan akan menggelar seruan aksi besok, Selasa (18/2/2025). (Foto: @bem.malangraya)

Menurut BEM Malang Raya, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berdampak besar pada sektor pendidikan. Bahkan, pendidikan menjadi sektor kedua yang mengalami pemangkasan anggaran terbesar setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengungkapkan bahwa total pagu anggaran kementeriannya mencapai Rp57,6 triliun, namun mengalami pemotongan sebesar Rp14,3 triliun.
Anggaran KIP Kuliah sendiri semula ditetapkan sebesar Rp14,698 triliun, tetapi harus mengalami pemangkasan sebesar Rp1,319 triliun. 

Tak hanya itu, beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) yang awalnya dianggarkan Rp 164,7 miliar juga terkena penghematan Rp 19,47 miliar. Sementara itu, Beasiswa Kerja Sama Negara Berkembang (KNB) juga dipangkas hingga 25 persen atau Rp 21 miliar dari pagu awal Rp 85,34 miliar. 

Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa program KIP Kuliah tetap aman dari pemangkasan anggaran sebesar Rp 306,69 triliun yang sedang dilakukan pemerintah. 

"Jumlah anggaran untuk beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP Kuliah), yang diberikan kepada 1.040.192 mahasiswa, tetap sebesar Rp 14,69 triliun," ujar Sri Mulyani. 

Baca Juga : Bolehkah Puasa Senin-Kamis Setelah Malam Nisfu Syaban Selesai? Ini Penjelasan Lengkapnya

Ia juga menegaskan bahwa beasiswa lain, seperti yang diberikan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), dan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), tetap berjalan sesuai kontrak tanpa pengurangan anggaran.

"Dengan demikian, seluruh mahasiswa yang telah dan sedang menerima beasiswa KIP dapat meneruskan program belajar seperti biasanya," imbuh Sri Mulyani. 

Meski sudah ada pernyataan resmi dari pemerintah, mahasiswa tetap skeptis. Salah satu anggota BEM Malang Raya menyatakan bahwa mereka ingin memastikan bahwa kebijakan ini benar-benar tidak berubah secara mendadak.

"Pemerintah sering sekali tidak konsisten. Kita bisa tinjau dari rekam jejak yang sering berubah-ubah. Pemerintah bisa saja bilang membatalkan, tapi tiba-tiba jam 23.00 aturan berubah lagi. Kami bukan tidak percaya kepada pemerintah, tetapi kami hanya waspada agar tidak terkecoh lagi. Maka dari itu, kami turun ke jalan untuk mengawal isu ini," ungkap @yOggg***.


Topik

Peristiwa, BEM Malang Raya, KIP kuliah, efisiensi anggaran,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette